Page 26 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 26


                                    26 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006BERITA UTAMASyaykh Dr. AS Panji GumilangMaknai Kunjungan BushDemi KesetaraanWAWANCARATokoh pendidikan dan perdamaian, pimpinan tertinggi Lembaga Pendidikan Al-Zaytun Syaykh Dr AS Panji Gumilang memaknai kunjungan Presiden Bush ke Indonesia demi peningkatanhubungan bilateral dalam kesetaraan. Ketua Ikatan Alumni UIN(Universitas Islam Negeri) Jakarta, itu tidak melihat ada yangsalah dengan keputusan pemerintah menerima kunjunganPresiden AS George W Bush. Sebab Syaykh berasumsi bahwakedatangan Presiden Bush ke Indonesia merupakan representasi kunjungan bangsa Amerika Serikat.Dalam diplomasi antar bangsa, itu adalah hal biasa dan wajar,antara yang berkunjung dan yang dikunjungi saling mempunyaikepentingan-kepentingan, yang tersembunyi maupun yangtidak tersembunyi. Syaykh juga menilai, bahwa bukan hanyaAS, Rusia dan China yang menaruh perhatian terhadap Indonesia, negara-negara besar lainnya pun memiliki kecendrunganyang sama. Syaykh melihat, negara-negara yang telah mapanmasih menganggap Indonesia adalah sebuah negara yangharus diperhitungkan di Asia Tenggara ini.alam wawancara khusus dengan Ch Robin Simanullangdan Syahbuddin Hamzah dariMajalah Berita Indonesia,Syaykh menilai kunjungan seorang KepalaNegara, dalam hal ini, ke Indonesia pastibermanfaat, paling tidak hubungan yangselama ini telah terjalin dengan baik dapatsemakin terpupuk, dan subur, tentunyatermasuk di dalamnya kunjungan KepalaNegara AS. Mestinya kita tidak perlu sinis,pesimis dan meragukan kunjungan Presiden Bush ke negara kita Indonesia, apatahlagi dasarnya hanya karena perhitungandan asas manfaat yang sepihak. Adapundemo-demo yang mengekspresikan penolakan kedatangan beliau, Presiden Bushsendiri menganggap hal tersebut sebagaihal yang wajar, bahkan disikapi bahwasemua itu menunjukkan adanya kehidupan demokrasi di Indonesia. Kata Syaykh, ternyata Presiden AS itusangat siap menghadapi unjuk rasa seperti itu, kita semua menyaksikan, bagaimana body language beliau turun darikendaraan jumping tepat di hadapanPresiden Indonesia dengan gagahnya,banyak makna yang dapat diartikan daribahasa badan Presiden Bush. Berikut inikutipan wawancara tersebut.Penyambutan kunjungan Bush keIndonesia dinilai berbagai pihakterlalu berlebihan, terutama mengenai pengamanannya, hinggamenelan biaya Rp 6 milyar. Apakomentar Syaykh tentang hal ini?Tentang besaran biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untukpengamanan kunjungan Presiden Bushmungkin pertimbangan pemerintah adalah lebih baik mengambil resiko biaya“besar” daripada harus terjadi sesuatuyang tidak diinginkan yang karenanyaakan beresiko lebih besar lagi. TohPresiden Bush sendiri merasa lebih amanuntuk tidak turun di helipad yang menelan biaya besar dan terletak dilokasiKebun Raya Bogor itu. Mungkin tamukita itu telah mempelajari berbagaiprotes dari Rakyat Indonesia pedulilingkungan, sehingga dengan bijak helibeliau turun ditempat lain yang tidakmengganggu Kebun Raya Bogor danlingkungan lainnya.Beberapa tokoh sering mengutippernyataan Bung Karno yang menyatakan, go to hell with your aid,ketika ditanya perlu tidaknya Indonesia menjalin hubungan kerjasama dengan AS. Bantuan dari ASdinilai akan dijadikan alat oleh ASuntuk mewujudkan beberapa kepentingannya. Bagaimana Syaykhmelihat hal ini?Mengutip sikap dan pendapat masa lalutentang hubungan kerjasama Indonesia –AS, yang menyatakan: Go to hell with youraid, itu boleh-boleh saja. Memang seringterjadi sesuatu yang dianggap baik dimasalalu, diharapkan dapat diulang kembalibahkan diteruskan untuk kebijakan masakini, sambil bertindak tanpa memerhatikan berbagai perubahan yang terjadi.Akan lebih bijak sekiranya yang kitakedepankan adalah strategi masa kiniuntuk meniti masa depan yang lebih baiktentunya, selayaknya dalam zaman yangtelah berubah total dalam kehidupanberbangsa dan bernegara yang telah kitaalami ini, yang kita kedepankan dalamberdiplomasi antar bangsa bukanlahstrategi untuk mendapat bantuan apa.Mengapa kita tidak memulai menamD MESKI BASA-BASI POLITIK: Sebagai pendidik, S
                                
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30