Page 27 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 27
BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 27BERITA UTAMApilkan strategi bantuan apa yang dapatkita berikan. Semestinya perjalananpanjang berbangsa dan bernegara inisudah harus dapat menjadi bangsa besaryang hidupnya tidak menunggu bantuanbangsa dan negara lain.Bush menyatakan sangat mengagumi pluralisme dan kebersamaanyang terpelihara dengan baik di Indonesia. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,Indonesia mampu membuktikankepada dunia internasional suatukeharmonisan hidup bersama dalam perbedaan. Apa komentarSyaykh dan bagaimana seharusnyaIndonesia menjadikan hal ini sebagai nilai tambah yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lain?Kalau Presiden AS, seperti Pak Bushmengagumi pluralisme dan kebersamaanyang terpelihara dengan baik di Indonesia, tentunya kita harus sampaikan kepadabeliau; terima kasih semoga kita semuadapat lebih meningkatkan hal-hal yangdianggap baik oleh umat manusia dankemanusiaan. Untuk menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia, hidup dalamharmoni dan kebersamaan dalam keperbedaan, tidak dapat hanya bertumpukepada keberadaan besaran jumlah penduduk yang beragama tertentu. Menjaditidak rasional kalau hidup bersama dalamsebuah negara yang keberadaannya disepakati bersama namun dalam usahamenciptakan keharmonisan dan kebersamaan ditumpukan hanya kepada golongan tertentu, hanya disebabkan karenakeberadaan jumlah mereka dominan dariyang lain. Untuk menuju Indonesia yangharmoni, damai dan menjunjung tinggikebersamaan, tentunya menjadi tugas kitabersama sebagai warga bangsa yangbermartabat.Indonesia adalah negara denganpasar terbesar nomor empat didunia dengan lokasi yang strategisdalam peta dunia. Sedangkan Amerika adalah negara superpoweryang memiliki banyak kelebihanbaik di bidang iptek, ekonomi,pengaruh politik, kekuasaan danlain-lain. Dalam kaitan ini, dalampandangan Syaykh, sejauh manaurgensinya bagi Indonesia membina hubungan dengan AS?Kita bangsa Indonesia memahamiposisi kita dalam percaturan antar bangsa,selanjutnya kita juga memahami tentangkeberadaan AS. Sesungguhnya dalamkondisi abad ini, Indonesia tidak semestinya menitik beratkan penekanan jalinanhubungan hanya kepada AS. Negaranegara yang mapan ekonominya telahmenciptakan strategi antisipasi menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di abad ini. Negara-negara Eropakecuali Inggris, telah mengikatkan diridalam bentuk konfederasi Uni Eropa ,mereka membentuk antisipasi Ekonomibersama, Cina dan India yang kemajuannya cukup mengejutkan bangsa-bangsa didunia, juga sedang membentuk kesepakatan antisipasi ekonomi, begitu juga Jepang yang terus bergerak maju danberpikir meluaskan pasar produknya.Negara-negara yang memiliki kekuatanitu, satu sama lain telah menciptakandiplomasi saling keterikatan (interdependen), mereka saling mengkondisikan diri menciptakan secara bersamazona damai dan demokrasi, yang arahnyakepada diplomasi geoeconomics dan tidaksaling menyerang dengan kekuatan militer mereka.Peta perkembangan dunia seperti inimengharuskan bangsa Indinesia berakselerasi dalam membangun diri untukdapat bergabung dalam kebersamaandengan bangsa-bangsa dan negara-negarayang telah berusaha dan berupaya masukdalam zona damai dan demokrasi tersebut(melalui diplomasi geoeconomics). Sekalilagi kita tidak boleh terlena memusatkanperhatian hanya kepada satu negara yangdianggap adidaya.Bush lebih memilih jalur hardpower dibandingkan soft powerdalam hal perang melawan terorisme pasca tragedi WTC 11/9, antara lain dengan menyerang Afganistan dan Irak, membuat beberapakalangan kurang menyenangi Bushdan AS. Bahkan di negerinya sendiri rakyat Amerika menyatakankekecewaannya, terbukti denganmenangnya Partai Demokrat yangmenguasai kongres dan senat. Menurut Syaykh, bagaimana Indonesia seharusnya bersikap terhadapsikap dan kebijakan Bush ini?Sesungguhnya kebijakan Presiden Bushmenyerang/menghancurkan Afganistandan Irak bukan semata-mata kebijakanperang melawan terorisme pasca tragediWTC 11/9. Penghancuran terhadap Afganistan dan Irak, tersimpan berbagaifoto: berindo amronSyaykh menghormati Bush yang meluangkan waktu berdialog dengan anak-anak SD.

