Page 66 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 66


                                    66 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006BERITA LINGKUNGANKembalinyaAnak-anakHilangenyum senang dan lega tampak di wajahIbu Negara Ani Yudhoyono ketika ia ikutmenyambut kedatangan 48ekor orangutan Indonesia yangdikembalikan pemerintahThailand, di Bandara HalimPerdanakusuma, Rabu, 22 November lalu. “Alhamdulillah, inibisa dikatakan kembalinya sianak hilang,” ujarnya gembira.Bersama Ibu Negara, juga hadir Duta Besar ThailandAtchara Seriputra, MenteriKehutanan MS Kaban, MenteriKLH Rachmat Witoelar danduta orangutan Angelina Sondakh.Seperti dilaporkan Indo Pos,Kamis, 23 November 2006, orangutan yang pulang itu berasal dari Kalimantan Tengahdan berada di Thailand karenadiselundupkan. Penyerahanitu dilakukan Duta BesarAtchara kepada Ibu Ani Yudhoyono, kemudian diteruskan kepada Menteri Kehutanan MS Kaban untuk dikembalikan ke habitatnya.Kepulangan mereka sempattertunda karena kudeta militerdi Thailand. Beruntung, pemerintahan yang baru di bawahPerdana Menteri SurayudChulanont bersedia melanjutkan komitmen pemulanganorangutan tersebut.Dari 48 ekor orangutan itu,tujuh diantaranya dalam kondisi sakit hepatitis B dan sebagian juga terkena TBC. Untuk memulangkan satwa-satwa itu tidak mudah dan membutuhkan waktu dua tahun.Informasi awal diperolehDepartemen Kehutanan dariLSM pada tahun 2004, bahwaada sejumlah orangutan asalIndonesia di Thailand. Dephutmengirim tim ke sana untukmengecek. Orangutan-orangutan itu ada yang dipelihara dikebun binatang, ada juga yangdipelihara secara perorangan.Surat resmi kemudian dikirim ke pemerintah Thailanddisertai bukti-bukti yang didapat di lapangan. Orangutanorangutan itu menjalani serangkaian tes, termasuk tesDNA yang membuktikan bahwa mereka berasal dari Indonesia. Dari hasil diketahui 53orangutan berasal dari hutandi Kalimantan Tengah. Tahun2005 pemerintah Thailandmenyatakan akan memulangkannya. Namun baru 48 ekoryang bisa dipulangkan lebihdahulu. Sisanya masih dikarantina di Chiang Mai.Sementara itu, Republika,24 November 2006, mengungkapkan bisnis penjualanorangutan ke Thailand dianggap menguntungkan karena di negara tersebut satwasatwa tersebut dijadikan sebagai komoditas hiburan. Sebelum tahun 2004, di Taman Safari Bangkok, diadakan pertunjukan khusus orangutan.Bahkan orangutan banyakyang dilatih menjadi pemainthai boxing, tinju khas Thailand. Ada juga yang munculdalam iklan dan film di televisi.Ketika polisi Thailand mengadakan razia di Taman SafariBangkok, ditemukan 104 ekororangutan yang masih anakanak, berumur antara 6 bulansampai 1,5 tahun. Tak ada indukyang ditemukan. Namun, bisadipastikan, untuk membawaanak-anak orangutan itu, parainduknya dibunuh lebih dahulu.Karena jika tidak, si induk akanterus berteriak-teriak dan menimbulkan kerugian.RehabilitasiSebanyak 50 ekor orangutankini masih ada di Bangkok danbelum jelas asal-usulnya. Pemerintah Indonesia memprioritaskan ke-48 ekor orangutanyang asalnya sudah diketahuidari Kalimantan Tengah.Harian Bangkok Post tanggal20 November 2006 memberitakan bahwa sisa orangutanyang statusnya belum jelas itumati karena berbagai penyakit.Namun, dalam berita itu disebutkan pula, pihak kepolisianThailand menduga sisa orangutan itu dipindahkan ke lokasi diluar Bangkok atau dibunuh.Di sisi lain, satwa-satwa malang yang baru dipulangkan ituharus menjalani proses rehabilitasi lebih dulu sebelum dilepas kembali ke habitatnya.Mereka kini berada di PusatReintroduksi Orang Utan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) di Nyaru Menteng,Kalimantan Tengah.Semua orangutan itu dipastikan menderita stres akibat perjalanan dari Thailandke Indonesia, juga karena perubahan lingkungan. Karenaitu di pusat rehabilitasi, mereka diajari untuk hidup mandiri dan beradaptasi kembalidengan alam bebas. Setelahitu, baru dicoba untuk dilepas.Di pusat rehabilitasi itu kiniterdapat 542 ekor orangutan.Sejumlah 70 ekor diantaranyasudah siap dicoba untuk kembali ke habitatnya. „ RHPuluhan ekor orangutan akhirnyadipulangkan pemerintah Thailand ke Indonesia. Prosesnya tidak mudah.SORANGUTAN: Ditangkap dan dijual secara ilegal ke Thailand.
                                
   60   61   62   63   64   65   66   67