Page 65 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 65


                                    BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 65DATA BUKUalam buku ini, Yohanes Surya menceritakanbagaimana cara MESTAKUNG bekerja di dalamTim Olimpiade Fisika Indonesia yang berhasilmerebut Juara Dunia di Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad) tahun 2006.Mestakung (seMESTA menduKUNG) adalah konsepsederhana yang diambil dari fisika. Konsep ini disebutdengan istilah fenomena kritis. Ketika seorang individuberada pada masa kritis maka proses pengaturan diri tidakhanya terjadi dalam diri satu individu saja, tetapi juga dalamdiri individu-individu lain di sekitarnya. Kemudian individuindividu ini secara bersama-sama mengatur dirinyasehingga memunculkan suatu keadaan yang baru, yangberbeda dari biasanya.Mestakung dapat terjadi apabila seorang individu yangberada dalam kondisi kritis tidak hanya tinggal diammelainkan berani melangkah untuk bertindak. Selanjutnyaketika mestakung terjadi maka akan melahirkan kreativitasyang membuat individu itu dapat melihat berbagaikemungkinan yang sebelumnya tidak terlihat. Individu yangsedang menjalani proses mestakung harus menyadari kalauproses itu membutuhkan waktu. Oleh karena itu, ia harusmemiliki kesabaran, sikap pantang menyerah, pantangberbicara tidak mungkin, tetap mempertahankan fokus,berani gagal, dan berani bermimpi.\ pun bisa menjadi luar biasa dari good menjadigreat,\melakukan 3 hal yang dapat merangsang terjadinyamestakung yaitu KRItis, LANGkah, dan TeKUN, atau yangdisingkat KRILANGKUN. „Judul : Mestakung (Rahasia Sukses Juara DuniaOlimpiade Fisika)Penulis : Prof. Yohanes Surya, Ph.DPenerbit : Hikmah (PT Mizan Publika), Jakarta November 2006Tebal : X + 175 halamanDpakah anda pernah tidak bisa menggunakansuatu alat elektronik karena menu-menunyaterlalu rumit? Apakah anda pernah berusahamengikuti suatu instruksi tetapi anda tidak bisamelakukannya karena instruksi itu terlalu komplek? Apakahanda pernah merasa kesal terhadap birokrasi yang berbelitbelit? Dalam bukunya yang berjudul Simplicity, Edward DeBono menceritakan mengapa kesederhanaan dalam berpikirmerupakan hal yang sangat penting di dunia yang berkembang semakin komplek ini. Berurusan dengan sesuatuyang komplek akan sangat tidak efisien dan menghabiskanbanyak waktu, perhatian, dan energi. Mengapa harus rumitkalau bisa dibuat sederhana?Apapun yang anda kerjakan selalu ada cara sederhanauntuk melakukannya. Asalkan anda menjadikan kesederhanaan sebagai tujuan anda maka anda akan berhasilmencapainya. Tapi jangan sampai anda terlalu menyederhanakan sesuatu karena bisa-bisa bukan kesederhananyang sedang anda lakukan melainkan cara berpikir yangpendek dan tidak kritis. Kesederhanaan akan memudahkananda tetapi untuk mencapainya anda harus benar-benarmenguasai masalahnya.Dalam buku ini, Edward De Bono memberitahukanbeberapa teknik kreatif yang dapat digunakan untukmencapai kesederhanaan. Teknik-teknik kreatif itu antaralain mempertanyakan apakah sesuatu yang sudah ada sejaklama masih perlu tetap dipertahankan, mengeliminasisesuatu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, memperkecil ruang lingkup permasalahan, dan mendefinisikanulang masalah. Edward De Bono juga memberitahukan 10peraturan mengenai kesederhanaan.Edward De Bono adalah penemu konsep berpikir lateral.Dia juga mengembangkan teknik berpikir kreatif. Dia telahmenulis banyak buku mengenai keahlian berpikir (thinking as a skill). Beberapa bukunya yang sudah diterjemahkanke dalam Bahasa Indonesia adalah Berpikir Lateral danEnam Topi Berpikir. Buku Simplicity ini masih dalamBahasa Inggris. „DATA BUKUAJudul : SIMPLICITYPenulis : Edward De BonoPenerbit : Penguin BooksTebal : 305 halamanRESENSI BUKU
                                
   59   60   61   62   63   64   65   66   67