Page 59 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 59


                                    BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 59BERITA OLAHRAGACannavaroPemain TerbaikEropa 2006Pemain nasional “Azzurri”Italia Fabio Cannavaro yangjuga pemain klub papan atassepak bola Spanyol, RealMadrid, dinobatkan sebagaiPemain Terbaik Eropa 2006,Senin (27/11) tengah malamWIB. Pemilihan yang dilakukanoleh wartawan olah raga seluruhEropa ini, diselenggarakan olehmajalah sepakbola Prancis,France Football. Cannavarodinilai pantas menerima trofiberbentuk bola emas (Ballond`or) itu atas keberhasilannyamemimpin tim nasional Italiamenjuarai Piala Dunia 2006.Fabio Cannavaro kelahiranNapoli, 13 September 1973 itumenyisihkan para pesaingnyasetelah mengumpulkan 173poin diikuti rekan senegaranya,kiper Juventus, Gianluigi Buffon124 poin, striker Arsenal asalPrancis, Thierry Henry 121 poin.Bintang Barcelona, Ronaldinhomenempati posisi keempat (73poin). Zinedine Zidane yangtelah gantung sepatu, berada diposisi kelima dengan nilai 71.Keberhasilan Cannavaromenjadi pemain terbaik Eropa2006 membuat namanya sebagai pemain Italia peraih BolaEmas kelima setelah OmarSivori (1961), Gianni Rivera(1969), Paolo Rossi (1982), danRoberto Baggio (1993). Ia jugamenjadi pemain keempat RealMadrid yang mendapatkanpenghargaan ini setelah AlfredoDi Stefano, Argentina padatahun 1957 dan 1959, Luis Figo,Portugal tahun 2000 dan Ronaldo asal Brasil tahun 2002. „ HBPrestasi Timnas U-23 di Asian Games 2006Hanya Satu Kata, Memalukan!Meski sudah mengikuti latihan di Belandadi bawah asuhan pelatih Foope de Haanyang mengeluarkan dana sekitar 28 miliar,permainan Tim Sepak Bola Indonesia U-23di ajang Asian Games 2006, Doha, Qatarsangat memalukan.im Indonesia mencatat ‘rekor’ menelan tiga gol dan satukartu merah dalambabak pertama saat bertanding melawan Irak dan Suriah.Alih-alih ingin mengumpulkanmedali malah mengumpulkan11 gol dan empat kartu merah.Kegagalan Tim Sepak BolaIndonesia di Doha menunjukkan prestasi sepak bola Indonesia yang masih mengalamipasang surut. Keinginan untukmeraih kembali masa keemasan di ajang Asian Games 1986,Korea Selatan dan menjadi timsepakbola yang disegani di Asiakandas lagi. Saat itu, Indonesiamelaju ke semifinal menantangtuan rumah Korea Selatan,walaupun langkah Indonesiaterhenti oleh tim “BeruangPutih” Korsel setelah kalah 0-4. Namun kekalahan itu dapatdimaklumi karena tim sudahberusaha maksimal dan telahmelampau target KONI, yangmeminta sampai delapan besar.Padahal, waktu itu merekadiremehkan para pesaing dandibayangi pesimisme pemerhati sepak bola di dalam negeri.Indonesia yang diarsiteki Bertjepada saat itu berada dalamGrup C bersama, Malaysia,Qatar, dan raksasa Asia, ArabSaudia, lolos dari penyisihangrup setelah menjadi runnersup Grup C di bawah Arab Saudi.Berbagai upaya sudah dilakukan oleh PSSI untuk memperbaiki sistem persepakbolaan ditanah air mulai dari mendatangkan pemain asing dalam Liga Indonesia yang diharapkan dapatmenularkan ilmu mereka padapara pemain di tanah air. PSSIjuga mendatangkan pelatihterbaik mancanegara dan telahsering mengirim tim Indonesiake luar negeri dalam rangkapemusatan latihan. Kesejahteraan para pemain yang sudahmulai diperhatikan dan masihbanyak lagi usaha-usaha yangdilakukan PSSI yang semuanyaitu tidak mengeluarkan danasedikit dengan tujuan meningkatkan “kualitas sepakbola” ditanah air.Namun, kenyataannya, tim Indonesia Asian Games 2006,Doha yang berada dalam grup Bbersama Irak, Suriah, dan Singapura itu, gagal melangkah ke penyisihan berikutnya. Setelah dalam tiga pertandingan Indonesiakalah dua kali saat melawan Irak(18/11) dengan skor 0-6 danSuriah (21/11) 1-4. Dan seri (24/11), saat melawan tim sesamaAsia Tenggara, Singapura 1-1.Penampilan Indonesia memang berbeda saat melawanSingapura dibandingkan dengan dua pertandingan sebelumnya saat melawan Irak danSuriah dimana barisan belakang sangat rapuh dan lini tengah sering kedodoran. Saatmelawan Singapura Indonesiatampil menggebrak dengankombinasi umpan panjang danpendek dan kerjasama antarlini terbangun rapi membuatpertahanan Singapura tertekan.Rapinya barisan pertahananIndonesia mampu meredamgempuran Singapura.Pelatih Foope de Haan mengaku sangat kecewa, saatanak asuhannya dikalahkanIrak 0-6. Ia merasa seperti tidak memberi ilmu apa-apa kepada para pemain. Padahal,pada setiap sesi latihan selamaempat bulan di Belanda, iasudah mengerahkan seluruhilmu dan pengalaman yangdimilikinya. Menurutnya, adabeberapa hal yang menjadikelemahan Tim Indonesia diAsian Games 2006 yaitu minimnya pengalaman, bermaintak cerdas, lemah berpikir, dantak punya mental pembunuh.Belajar dari pengalaman diAsian Games 2006, pelatihFoope de Haan berusia 64 tahunitu mengatakan, tidak ada carainstan dan cepat membentuktim nasional. Ia mencontohkandengan timnas Belanda asal negaranya, pemain dibentuk saatberusia 6 tahun sampai 18 tahunmelalui kompetisi level tinggi.Dengan kata lain, tim Indonesiaingin mempelajari apa yangpemain Belanda pelajari selama12 tahun dalam waktu setengahtahun. Jadi dalam pembentukantimnas perlu proses, butuhwaktu, butuh pengalaman. Iamengatakan,” Akan tampak perbedaan antara tim yang dibangun dengan semangat instandan ingin cepat jadi dengan timyang dibangun melalui proseskompetisi usia dini.” „ HB, MLPSuriah membobol gawang Indonesia hingga tiga gol dalam waktu 16menit babak pertama.Tfoto: doha-2006.com
                                
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63