Page 55 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 55
BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 55BERITA MANCANEGARAIrak Berdarah-DarahKonflik berdarah antara kubu Sunni danSyiah di Irak dari hari ke hari tidak pernahberhenti memakan korban jiwa.Perserikatan Bangsa-Bangsa (23/11)mengumumkan, dalam bulan Oktober saja3.709 warga sipil Irak tewas. Data yangdikeluarkan Misi Bantuan PBB bagi Irak(United Nations Assistance Mission for Iraq/UNAMI) tersebut menunjukkan, sedikitnya101 warga Irak tewas setiap hari.Sedangkan jumlahwarga Irak yang melarikan diri menujuJordania atau Suriahmencapai 100.000 orang perbulan. Sedikitnya, 1,6 juta orang telah mengungsi keluarIrak sejak terjadi invasi militerAS bulan Maret 2003. Kehidupan sehari-hari di Baghdad dan kota-kota utama diIrak makin mencekam. Banyak sekolah dan toko yangditutup sejak beberapa bulanlalu, sementara semakin banyak kasus pembunuhan yangmenimpa profesi guru, dosen,dokter, politisi, dan wartawan.Konflik sektarian bahkantelah sampai pada titik salingbunuh dengan cara mengerikan. “Ratusan mayat tak dikenal terus ditemukan di berbagai wilayah di Baghdad dengan kondisi tangan terikat,mata ditutup, tubuh penuhbekas siksaan, dan merekadibunuh dengan gaya eksekusi, ditembak dari jarak dekat,” tulis UNAMI. Hari Rabu(22/11) lalu misalnya, sedikitnya 76 mayat ditemukan, 56ditemukan di Baghdad, separuhnya ditembak dari jarakdekat. Beberapa daerah berpenghuni mayoritas Syiah jugadidera serangkaian ledakanbom dan serangan mortir (24/11). Di kota Sadr City tercatat202 orang tewas dan 250 lainnya terluka akibat ledakanbom. Ini merupakan insidenterparah sejak 2003.Para pemimpin politik danagama dari Syiah dan Sunnilangsung terjun ke masyarakatuntuk mencegah gejolak kekerasan yang lebih parah. Haltersebut juga dilakukan tokohradikal Syiah sekaligus pemimpin kelompok milisi Tentara Mahdi yang anti-Amerika,Moqtada al-Sadr, yang meminta rakyat Irak agar tetapbersatu dan tidak terpancingemosinya. Namun, imbauanpara pemimpin politik atauagama itu tidak berpengaruh.Membalas dendam insiden diSadr City, 10 serangan mortirdilaporkan telah merusakMasjid Abu Hanifa di Adhamiyah. Tak hanya itu, delapan serangan mortir juga disebutkan menghantam kantorAsosiasi Ulama Muslim, organisasi Muslim Sunni terbesardi Irak. Sembilan orang dilaporkan tewas akibat serangandua mortir di pemukimanSunni di Baghdad.Melihat kondisi yang semakin memburuk, di NewYork, Selasa (28/11), DewanKeamanan PBB memutuskansecara bulat untuk memperpanjang mandat pasukan multinasional di Irak satu tahunlagi. Keputusan itu diambilmerespons permintaan dariPerdana Menteri Nuri al-Maliki yang menyatakan masihmembutuhkan waktu untukbisa mengambil alih tanggungjawab penuh atas keamanandan stabilitas di seluruh Irak.Saat ini, ada dua tindakan yangharus segera dilakukan olehPM Maliki setelah mengadakan pertemuan dengan GeorgeBush selama dua jam di Amman (30/11). Tindakan pertama, apakah akan menurutitekanan AS yang menuntutkelompok milisi Syiah dan AlSadr segera dibubarkan karena dituduh sebagai pelakusebagian besar kekerasan sektarian di Irak dan segera mempercepat pengalihan tanggungjawab keamanan dari pasukankoalisi AS ke pasukan Irak. Adakekhawatiran di kalangan mayoritas Sunni jika AS menarikseluruh pasukannya yang berjumlah 140.000 personel keluar dari Irak, milisi Syiah yangdiyakini didukung Iran akanmenyerang habis-habisan kelompok Sunni. MLPSuasana mencekam menyelimuti Irak.

