Page 53 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 53
BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 53BERITA HANKAMAlutsista Poros Jakarta-MoskowRALATMajalah Berita Indonesia edisi 26 terdapat kesalahan pada halaman 52. Captionfoto tertulis KSAL Laksamana SlametSoebijanto, SEHARUSNYA,KomandanKorps Marinir Mayjen TNI (Mar) SafzenNoerdin. Redaksi mohon maaf atas kesalahan tersebut.Ketergantungan Indonesia terhadap Amerika Serikatdalam pengadaan alat tempur semakin berkurang.Pemerintah mulai melirik Rusia sebagai mitra kerjapengadaan alat tempur TNI.emerintah Indonesia tengahmenjajaki kemungkinan untukmelakukan kerjasama denganRusia terkait dengan pengadaan alat tempur untuk tiga angkatan di TNI.Alat tempur tersebut diantaranya helikopter serbu, kapal selam Kiloklas danpesawat Sukhoi, yang mencapai nilai total sebesar US$ 1 milar.Di Rusia terdapat dua perusahaan yangmemproduksi alat tempur yang dibutuhkan Indonesia, yakni Knapko dan Irkhutz.Kedua perusahaan tersebut ikut ambilbagian dalam pameran Indo Defence2006 yang digelar di Pekan Raya Jakarta,22-24 November lalu.Menteri Pertahanan Juwono Sudarsonomengatakan, dalam rombongan kunjunganPresiden Soesilo Bambang Yudhoyono keRusia 29 November - 2 Desember lalu jugaikut serta rombongan dari DepartemenPertahanan dan Markas Besar TNI. Timdari Dephan ini ikut membahas pelaksanaan kredit ekspor dari Rusia senilai US$1 milar dalam jangka waktu 2007-2011,untuk pengadaan alutsista khususnya alatpukul darat, laut dan udara.Meski demikian, Juwono mengakubelum tahu berapa jumlah pasti alat yangakan di beli dari Rusia. Karena sejauh inipihak Rusia juga belum memberikantawaran harga pasti. Namun dia memperkirakan setiap tahun dua Sukhoi, limahelikopter serbu, dua kapal selam Kiloklasakan dibeli pemerintah Indonesia dalamjangka waktu lima tahun.Langkah ini diambil pemerintah untukmengurangi ketergantungan Indonesia akansatu atau dua produsen alat tempur. Dikatakannya sebelum tahun 1998, 80% pengadaan alat tempur Indonesia beserta suku cadangnya sangat bergantung kepada AmerikaSerikat. Namun saat ini ketergantungan Indonesia akan alat tempur dan suku cadangnya dari Amerika tinggal 65%.Di masa mendatang, selain dari Rusia,juga ada India, Korea Selatan dan China.Dengan demikian diharapkan ketergantungan Indonesia akan alutsista tidakhanya kepada satu negara. Sehingga bilaterjadi embargo maka masih ada alternatiflain untuk mengisi pengadaannya. Hal itujuga berarti memelihara ruang gerak sertafleksibilitas dalam memilih alutsistapertahanan dari adanya kemungkinanaspek-aspek teknis militer dan politis yangbisa merugikan dan menghambat pengadaan alutsista.Apa yang menjadi harapan Juwonotampaknya juga sejalan dengan suara dariSenayan. Anggota Komisi I DPR darifraksi Partai Demokrat Boy M Saul,menekankan agar pembelian Sukhoi dariRusia benar-benar memilih perusahaanterbaik negeri tersebut. Dan selama inimenurutnya produsen tersebut adalahIrkhutz.Memang pesawat Sukhoi asal Rusiasejauh ini diproduksi oleh dua produsenyaitu Knapko dan Irkhutz. Knapko hanyamemproduksi Sukhoi yang instrumennyahanya bisa dijalankan oleh orang Rusiasendiri. Sedangkan Irkhutz sistem pesawat tempur Sukhoinya bisa disesuaikandengan kebutuhan negara-negara konsumennya, seperti Indonesia.Tampaknya penekanan Boy terkaitdengan pembelian pesawat Sukhoi terdahulu yang sampai saat ini TNI AUmasih sulit dalam membuat sistemnyauntuk menjalankan pesawat tersebut.Di lain pihak, Duta Besar Federasi RusiaMikhail M Belly, dalam jumpa persnya (23/11) mengatakan, pemerintah Rusia siapmengadakan kerja sama dengan pemerintah Indonesia terkait dengan pengadaanalat-alat tempur yang dibutuhkan gunamemperkuat pertahanan Indonesia. “Pemerintah Rusia selalu siap jika pemerintahIndonesia ingin menambah armadaSukhoinya guna membangun kekuatanpertahanannya terkait dengan kreditekspor senilai US$ 1 miliar,” ujarnya.Kata Belly, saat ini perusahaan-perusahaan produsen peralatan tempur Rusiajuga ikut hadir di Indonesia pada eventIndo Defence 2006 di Kemayoran, Jakarta. Dia merasa bangga atas kemajuan hubungan baik kedua negara belakangan ini.Baik itu di bidang politik, ekonomi maupun sosial dan budaya. Tampaknya porosJakarta-Moskow semakin cerah. SB, SPPPesawat Tempur SukhoiMikhail M Belly. foto: berindo subhanfoto: dok

