Page 50 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 50
50 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006Primadona dari PurwakartaKeramik Plered yang semula hanya industrirumah tangga kini berkembang menjadiindustri kelas dunia.encari keramikunik dan bermutu, datanglah ke Plered.Daerah ini dahulu kala adalahsebuah desa tua di KabupatenPurwakarta. Kawasan ini bahkan sudah ada sejak ZamanNeolitikum. Berbagai peninggalan prasejarah dari batu dantanah liat ditemukan paraarkeolog di Plered. Antara lainkapak persegi, alat untuk menumbuk atau alu, belanga danperiuk tanah liat, dan di Ciratajuga ditemukan panjunan atauanjun, yakni tempat membuatbarang dari tanah liat.Di masa penjajahan Belanda, kerajinan keramik mulaiberkembang. Pada 1795, disekitar Citalang didirikan liolio atau tempat pembuatangenteng dan batu bata. Sejakitu, rumah penduduk yangsemula beratap ijuk, sirap,daun kelapa dan alang–alangdiganti genteng. Tahun 1935,gerabah menjadi industri rumah tangga dan pada tahunyang sama pula perusahaankeramik milik Hendri Boa,seorang warga Belanda, berdiridi Warung Kandang, Plered.Sejak tahun 1950, BungHatta, Wapres RI pertama,resmi membuka induk industri keramik yang gedungnyadekat Gonggo, Plered. Sejak itudidatangkan mesin-mesin dariJerman dan mencapai masakejayaan karena produktivitasnya relatif tinggi.Sejak itu keramik Pleredyang semula hanya industrirumah tangga berkembangmenjadi industri kelas dunia.Pada tahun 1985, PresidenSoeharto bersama PBB memberikan penghargaan kepadapengrajin keramik Plered karena sistem pembuatannyadilakukan secara tradisionalmelibatkan masyarakat nonpendidikan.Haji Hasan, salah seorangpengusaha keramik, mengatakan pejabat seperti MahatirMohammad yang saat itu masih menjabat Perdana MenteriMalaysia, dan Jusuf Kalla datang ke Plered mengunjungipengrajin Plered karena namanya yang tersohor. Bahkankeramik Plered dijadikan ikonJawa Barat dan primadonaPurwakarta, karena kekhasanproduknya.Menurut Nina Meinawati,Humas Pemkab Purwakarta,kini terdapat sekitar 264 unitusaha keramik yang mempekerjaan 3.000 orang dengannilai produksi Rp 17,5 miliarper tahun, dengan nilai eksporRp 9,5 miliar.Produksinya selain untukpermintaan pasar domestikjuga diekspor ke negara Jepang, Taiwan, Korea, Australia, New Zealand, Belanda,Kanada, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Amerika Latin,Inggris, Spanyol, dan Italia.Sementara produk-produkyang dipasarkan antara lainproduk terakota dengan motif tembaga, vas bunga, asbak,stoneware, porselen dan aneka keramik hias seperti vas,guci, tungku keramik, celengan, meja, kursi dan lainlain.Pasar ditingkatkanSejak bergulirnya otonomidaerah, Pemkab Purwakartamendirikan unit teknis Litbang Keramik untuk penelitiandan pengembangan sertamembangun perkampungankeramik, dengan tujuan membangkitkan wisata keramik.Pemprov Jawa Barat memberidukungan dengan mendirikanUnit Instalasi PengembanganPerindustrian.Charly S, salah seorangpengusaha keramik Plered,mengharapkan upaya Pemkabdalam mendongkrak industrikeramik akan menciptakanterjalinnya hubungan yangluas dan saling memahamiantar investor dalam AsosiasiKeramik Nasional dengan masyarakat pengrajin keramik,sehingga tercipta masyarakatkeramik nasional yang mampuberinteraksi langsungTingginya minat masyarakatterhadap keramik Plered terlihat saat pameran Furnicraft2006 di Jakarta Fair Kemayoran beberapa waktu lalu. Halitu diamini salah seorangpengisi stand, Ahmad Nizar.Masyarakat tampaknya tertarik karena tampilan produkkeramik Plered yang unik danunggul dalam desain, bentuk,warna, serta tekstur yangmengikat. Karena diakuinya,keramik plered dibakar padatemperatur 1.200 – 1.500 derajat Celcius.Pengembangan keramik dengan bahan baku tanah liateathenware memerlukan perhatian dari pemerintah. Jikaditinjau dari daya beli danminat konsumen serta estimasi pertumbuhan pasar, diperkirakan permintaan yangdipenuhi oleh pengrajin keramik baru 25 persen dari total permintaan pasar.Untuk itu, produksi keramikPlered dan Galeri KampungKeramik perlu ditingkatkanlebih memadai, apalagi sebagian pengrajin hanya mengandalkan peralatan tradisional. Karena itu untuk memenuhi proyeksi penjualanproduk sangat perlu penambahan investasi dan penerapanteknologi produksi yang lebihmodern dan tepat guna. Selainitu juga memenuhi standarisasi mutu produk dan hargayang sesuai. BSMBERITA DAERAH

