Page 44 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 44
44 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006BERITA EKONOMISignalPerekonomian 2007Indikator makro ekonomi pada tahun 2007 yang positif,membangun optimisme kebangkitan fungsi intermediasiperbankan dalam menggerakkan investasi. Namun,indikator perbankan yang dililit NPL, mengisyaratkansektor riil akan membaik.enjelang berakhirnya tahun 2006, para pengamatekonomi telah mengeluarkan analisis tentang prediksi perekonomian Indonesia di tahun2007 mendatang. Secara umum, parapengamat itu merasa optimis dengankinerja perekonomian Indonesia yangakan lebih baik di tahun depan.Chief Economist Bank InternasionalIndonesia (BII) Ferry Latuhihin, misalnya, dalam artikelnya di Harian Kompas,Jumat (24/11), sampai-sampai mengambil judul dari buku Kartini “Habis GelapTerbitlah Terang”, sebagai gambaranoptimismenya. Secara implisit Latuhihinmenyebutkan tahun 2006 sebagai tahunkegelapan dan 2007 menjadi tahunmenuju terang. Optimisme ini secaraumum dibangun Latuhihin dari kinerjaperbankan yang akan mendorong ikliminvestasi yang semakin baikMenurut Latuhihin, pertumbuhanekonomi yang ditargetkan dalam RAPBN2007 sebesar 6,3% pada PDB cukuprealistis. Bahkan cukup mengejutkanketika Latuhihin memberi kemungkinanpertumbuhan ekonomi dapat melesathingga 7 persen. “Bukan tak mungkinpertumbuhan itu akan melesat ke atas 7%jika proyek-proyek infrastruktur mulaiberguliran di paruh pertama tahun 2007,”katanya.Bank Indonesia (BI), seperti dilansirHarian Kompas, Kamis (23/11) jugamemiliki optimisme yang sama denganpara pengamat, namun hasil rapat DewanGubernur BI menyangkut prospek perekonomian Indonesia tahun 2007, yangdisiarkan pada Selasa (22/11) membericatatan yang cukup panjang, yakni 8(delapan) langkah yang dibutuhkansebagai persyaratan dalam mencapaipertumbuhan tersebut. Menurut BI, pertumbuhan ekonomi2007 berpotensi meningkat lebih tinggidari 6,3% jika langkah yang dibutuhkandirealisasikan lebih cepat. Akan tetapi,jika langkah yang dibutuhkan gagaldiimplementasikan secara tuntas, pertumbuhan ekonomi 2007 diperkirakanhanya 5,7%.Ke delapan langkah yang dibutuhkanuntuk mencapai pertumbuhan ekonomisebesar 6,3%, pertama, pengeluaranpemerintah yang tepat waktu dan sasaran.Kedua, implementasi pembangunaninfrastruktur bidang energi dan transportasi serta restrukturisasi mesin-mesintekstil. Ketiga, peningkatan ekspor nonmigas. Keempat, tidak naiknya hargaharga komoditas yang diatur pemerintah.Kelima, kelancaran distribusi, terutamabarang-barang kebutuhan pokok. Keenam, peningkatan investasi dan kapasitas produksi sektor rill. Ketujuh menjagakestabilan makro ekonomi, terutamainflasi. Kedelapan, mendorong fungsiintermediasi perbankan.InvestasiSecara umum, pembahasan dan prediksi pertumbuhan ekonomi 2007, masihberkisar pada iklim investasi, baik dalamnegeri maupun asing. Sayangnya, ditengah-tengah optimisme akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun2007 mendatang, ada berita buruk dariinvestasi asing yang cenderung menurun.Untuk tahun 2006, nilai Foreign DirectInvestment (FDI) yang terealisasi di Indonesia turun hingga 50% dibandingtahun 2005.Namun menurut Direktur LPEM-UIMuhammad Chatib Basri, Indonesiabukan satu-satunya negara yang mengalami penurunan nilai FDI. Dalam artikelnya di Harian Kompas, Rabu (8/11),Chatib Basri menyebutkan fenomenapenurunan investasi asing ini hampirmerata dialami seluruh negara yangterkena krisis pada tahun 1997 lalu.Secara indikatif, Chatib Basri berasumsi bahwa iklim investasi dan infrastruktur yang buruk, tidak selalu menjadifaktor penentu terhadap aliran investasiasing. Sebab jika hal itu menjadi persoalan, maka tidak seharusnya Malaysia,Korea, dan Thailand atau bahkan Jepangmenderita pengurangan aliran FDI.Bukankah keempat negara itu memilikiiklim investasi dan infrastruktur yangbaik?Menurut Chatib Basri, ada dua kemungkinan mengapa terjadi penurunan nilaiinvestasi asing di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Pertama, rasio investasiterhadap PDB Cina dan Vietnam yangterus meningkat, merupakan pertandabahwa ada pengalihan target investasiasing menuju kedua negara tersebut.Kedua, pola investasi berubah dari investasi langsung menjadi merger dan akuisisi, sehingga dampak riilnya tidak terlihatdalam bentuk fisik.Apa yang terkandung dalam asumsiChatib Basri, bahwa tahun 2007 mendatang pertumbuhan ekonomi yang diMPertumbuhan ekonomi akan melesat ke atas 7% jika pertama tahun 2007.

