Page 39 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 39


                                    BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 39pemimpinnya berganti-ganti.Karena itu untuk menciptakankepemimpinan yang kuat keduanyasetuju agar setiap pemimpin, sepertipresiden, diberi kesempatan untukmembangun perekonomian yang kokohselama dua periode. Demikian pulakepada wakil presiden diberi berkesempatan untuk menjabat selama duaperiode.Bagikan Pengalaman EnterpreneurAksa Mahmud sebagai “SaudagarBugis Yang Cerdas” sudah selamapuluhan tahun malang melintangsebagai pengusaha. Ia adalah tipepengusaha yang kemudian berkecimpung menjadi politikus.Aksa memulai karir politik tahun 1999saat terpilih sebagai Anggota MPR RIFraksi Utusan Daerah periode 1999-2004. Ia kemudian terpilih sebagaiAnggota Dewan Perwakilan daerah(DPD) Provinsi Sulawesi Selatan periode2004-2009. Sejak tahun 2002 sampaisekarang Aksa duduk sebagai PenasihatGubernur Sulawesi Selatan BidangPerekonomian Daerah. Mewakiliinstitusi DPD, Aksa terpilih menjadiWakil Ketua MPR RI periode tahun2004-2009.Tetapi jauh hari sebelum itu tepatnyatahun 1968, suami dari Hj. Ramlah Aksaini mendirikan kelompok usahabernama Bosowa. Grup Usaha Bosowamemiliki berbagai lini usaha hinggaberhasil menempatkan nama pendirisekaligus pemiliknya, H.M. AksaMahmud, sebagai pengusaha pribuminomor urutan keenam terkaya di tanahair. Atau jika menurut Forbes, Aksadengan total kekayaan 195 juta dollar ASadalah orang terkaya ke-28 dalam daftar40 orang terkaya Indonesia tahun ini.Salah satu unit usaha Aksa yangbegitu fenomenal, bahkan telah memberikan trade mark tersediri kepadapendirinya sebagai “Raja Semen DariTimur”, adalah pendirian SemenBosowa. Industri ini sudah mempunyaipangsa pasar berskala internasional.Aksa Mahmud memiliki pengalamankhusus tentang hal ini untuk diceritakankepada para mahasiswa Universitas AlZaytun (UAZ) Indonesia, sebagai buktibahwa putra Bugis ini adalah tipikalpengusaha yang memiliki kecerdasantinggi dan bersikap pantang menyerahdalam menyiasati perjalanan bisnis.Turut pula diceritakannya dalam kuliahumum beberapa sekuel terpenting daripengalaman panjang hhidupnya sebagaiusahawan, untuk ditularkan kepadaratusan mahasiswa angkatan pertamadan kedua UAZ Indonesia. (Baca:Stadium General HM Aksa Mahmud:Tebarkan Jurus-Jurus MenjadiEnterprenur Sejati).Aksa Mahmud memang memilikikedekatan historis dengan UAZ Indonesia. Ia turut aktif mendorong pendirianUAZ Indonesia, membuatnya berkomitmen kuat pula agar UAZ Indonesiadapat menempati posisi sejajar denganperguruan tinggi di seluruh Indonesia,bahkan menjadi universitas yangberkelas dunia.Aksa sangat mengerti UAZ Indonesiasudah memiliki modal yang kuatmenjadi universitas internasional.Modal dan ukuran itu dimiliki sebabAksa sehari-hari terlibat pula sebagaiWali Amanat Universitas Gajahmada(WA-UGM) Yogyakarta.Kata Aksa saat ini UGM adalahuniversitas terbaik nomor satu Indonesia, bahkan menempati urutan ke-42dari 100 universitas terbaik dunia padabeberapa mata pelajaran unggulan.Tetapi Rektor UGM, Sofian Effendi,kepada Aksa justru mengatakan bahwamanajemen Universitas Al-ZaytunIndonesia lebih hebat daripada manajemen UGM.“Jadi, banggalah menjadi mahasiswaUniversitas Al-Zaytun bahwa adapengakuan dari rektor universitasnomor 42 terbaik dari 100 universitasterbaik di dunia. Dan, bahwa Andapunya kampus lebih bagus dari kampusyang dia pimpin. Itu satu kebanggaan,”kata Aksa kepada seluruh civitasakademika Universitas Al-ZaytunIndonesia. Pidato ini lantas memperolehtepuk tangan meriah dari mahasiswaUAZ Indonesia.Aksa menyebutkan kebanggaansangat diperlukan oleh semua orangtanpa kecuali, termasuk oleh mahasiswadan pengusaha. “Untuk berhasil, janganmimpi berhasil tanpa memiliki kebanggaan. Oleh sebab itu ada yang disebutbrand images. Setiap pengusaha yangpertama kali harus diciptakannyaadalah brand images, sebuah rasabangga, dan bangga,” tambah Aksa.Kata Aksa, setiap memulai usaha yangpertama kali diciptakan adalah brandimages dan bangga atas brand imagesitu. Dengan brand images seorangwirausahan sejati pasti bisa mengadakantransaksi kendati barangnya belum ada,uangnya belum ada, dan bahkan pembelinya pun belum ada. Menurut Aksa,para pelajar atau mahasiswa Al-Zaytunbila kelak memulai usaha lantasmengeluh sebab tidak memiliki modal,maka bisa dipastikan dia itu sudahbenar sebagai pengusaha. Semua orangyang memulai usaha selalu kesulitanbagaimana mendapatkan modal.Karena itu, pelajaran penting lain bagisetiap wirausahawan adalah bagaimanamencari dan mengelola keuangan.Pengusaha berdarah Melayu rata-ratamenjadi tertinggal karena selalu cariproyek saja kerjanya, tetapi tidakmempunyai kepercayaan keuangan. Inisebuah kesalahan fatal sehinggapengusahanya tak tumbuh-tumbuh.Berbeda dengan pengusaha nonpribumi, yang lebih dahulu mencaritahu bagaimana cara memainkan uang,baru mencari proyek. „ HT/AM/MSLENTERAH.M Aksa Mahmud mencicipi kue pisang buatan Al-Zaytun. foto: berindo amron
                                
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43