Page 40 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 40
40 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006LENTERAStadium General Universitas Al-Zaytun Indonesia40Kuliah Umum HM Aksa Mahmud di Al-Zaytun:Menebar Jurus Enterpreneur SejatiWakil Ketua MPR RI HM Aksa Mahmud menyebutSyaykh Abdussalam Panji Gumilang, pimpinan AlZaytun sama seperti dirinya seorang enterpreneurshipatau pengusaha sejati. Bahkan, menurut Aksa gurunyaenterpreneurship ada di Al-Zaytun yaitu Saykh PanjiGumilang.Sebab, kata Aksa, prinsipdasar seorang pengusahaadalah mengusahakansesuatu dari yang tidak adamenjadi ada, dari barang tidak adamenjadi ada, dari tidak punya uangmenjadi punya uang, dari tidak dapatuntung menjadi dapat untung, danberbagai prinsip dasar lainnya.Dalam kuliah umumnya,bertemakan “Membangun Jiwa danPerilaku Kewirausahaan(Enterpreneurship) di KalanganMahasiswa Universitas Al-ZaytunIondonesia”, Sabtu 25 November2006 itu, Aksa Mahmud menekankanbahwa setiap pelajar dan mahasiswasedini mungkin harus sudahmempunyai jiwa enterpreneurship.Prinsip dasar dari enterpreneur tidaklain adalah harus berlatih. Tidak adaorang yang pintar berenang tanpaturun ke air untuk belajar berenang.Atau, tidak ada orang yang pintarberusaha tanpa harus berusahalatihan untuk mencari uang.Aksa bercerita bagaimana dalamsejarah perjalanan hidupnya sudahterlatih belajar sambil berusaha. SejakSD ia sudah terbiasa menjual bonbon. Atau membeli ikan di pinggirpantai seharga Rp 10, lalu menjualnyake kota seharga Rp 12.Enterpreneur harus memiliki jiwakeberanian, kejujuran, dan percayadiri. Ketika masyarakat di KotaMakassar masih naik angkot, sesuaikemampuan ekonomi rata-ratamasyarakat, Aksa justru sudahberbisnis jasa taksi. Seorang gurubesar ekonomi di kota Anging Mamiriini sampai-sampai mengingatkanAksa untuk bertindak hati-hati.Tetapi karena keyakinan dan rasapercaya diri yang tinggi, bahwa yangdipikirkan Aksa adalah angkutanumum buat orang-orang yangmemiliki uang banyak, dan merekaberasal dari kelas menengah ke atas,maka pilihan sebagai pionir di bisnisjasa taksi terbukti berhasil.Aksa berkesimpulan, jika tidakmemiliki keberanian dan kepercayaandiri jangan terjun menjadienterpreneur. Wilayah ini adalahprofesi yang bagaikan perang, tidakada habis-habisnya. Pengusaha mulaibangun sudah harus memikirkanbagaimana memenangkan usaha,mulai tidur itu pula yang dipikirkan,bahkan saat mimpi di malam hariatau siang bolong sekalipunmimpinya adalah bagaimanamemenangkan usaha. Seorangpengusaha baru berhenti berusahasetelah dipanggil ke liang lahat.Studi Kasus Semen BosowaPenerapan prinsip dasar pengusahayang demikian sudah Aksa Mahmudterapkan betul sejak awal menjadipengusaha, termasuk tatkalamendirikan perusahaan semenbernama Semen Bosowa di tahun1997. Saat itu hanya ada duapengusaha nasional yang membangunindustri semen. Tetapi Aksaberprinsip, kalau kedua orang itu bisamaka iapun pasti bisa pula.Aksa lalu mengikuti semua seminarmengenai industri semen termasuk diluar negeri. Di Singapura Aksatertarik salah seorang pemakalah,ekspert warganegara Swiss danberagama muslim pula. Keduanya laluberkenalan, berbicara, Aksa denganterus terang mengutarakan niatnyahendak membangun industri semendi Sulawesi Selatan.Ekspert asing itu tertarikmembantu rupanya hanya karenarasa kasihan, begitu sedikitnyapengetahuan Aksa akan industerisemen. “Karena Anda bercita-citatinggi dan tidak punya pengetahuan,”kata ekspert itu memberi alasanmengapa rasa kasihannya timbul.“Saya bilang, itulah sebabnya sayapakai kau karena kau yang pintardalam bidang itu. Jadi, kau lebihbesar dari saya. Tapi saya harus lebihbesar dari kau nanti,” kata Aksa.Aksa berprinsip pengusaha haruslebih cerdas dari orang pintar. Prinsippengusaha memakai orang pintardengan kecerdasannya, hingga kinimasih berjalan dalam roda usahaBosowa. Dalam bisnis Aksa selaludidampingi oleh profesional, sebabdalam manajemen perusahaanmodern enterpreneur hanyamenemukan (inventing) saja sifatnya,selanjutnya serahkan kepadaprofesional.Mendengarkan presentasi di ruang belajar ICT Room. foto: berindo amron

