Page 41 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 41


                                    BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 41LENTERAAksa tak ragu menggaji ekspert asingtadi 15 ribu dollar AS sebulan, setara Rp150 juta perbulan. Kemana-mana diadibawa sebagai orang yang akanbertanggungjawab mendirikan industrisemen, termasuk menemui direksisejumlah bank untuk memperolehkepercayaan. Sempat timbul perbedaanpendapat, ekspert maunya mengerjakanproyek dari awal hingga selesai,dikerjakan oleh kontraktor asing, danpemilik tinggal terima kunci saja saatselesai, atau biasa dikenal sebagai turnkey project.Aksa sempat tak setuju sebab merasabangsanya punya kemampuanmembangun industri semen. Namunkarena ada ketakutan profesionalnya itupergi meninggalkan dirinya, yang bisaberakibat pronyek bisa batal dan hancurAksa lalu mengalah, oke, setuju.Terbuktilah pilihan profesional yangsistem turn-key project benar adanya.Delapan bulan setelah penandatanganankontrak, pada pertengahan tahun 1997resesi mulai menimpa Indonesia. Tetapiekspert asing sebagai profesionaldengan yakin malah mengatakan proyeksemen milik Aksa hanya akan batalkalau dunia sudah kiamat.“Begitu yakinnya dia dengan konsepprofesional. Selama dunia belum kiamatproyek ini pasti selesai. Itulah yangmembuat saya mengalah,” kata Aksa.Ketika resesi mencapai puncaknya,Semen Bosowa justru sudah mulaiberoperasi pada tahun 1999.Jalan Tol BintaroKata Aksa, pengusaha juga harus tetapbisa melakukan transaksi kendati tidakada pembeli, tidak ada barang, dan tidakada uang.Kalau bicara uang, baru beli barang,berarti itu bukan pengusaha namanya.Yang hebat adalah, kalau pengusahabisa beli barang tapi tidak punya uang.Modalnya adalah kepercayaan.Dengan konsep demikain AksaMahmud di tahun 2005 berhasilmemiliki proyek Jalan Tol BintaroPondok Aren.Saat itu bank mau menjual 98%saham perusahaan pengelola jalan tolruas Bintaro-Pondok Aren. Dalamlelang, Aksa yang diwakili salah seoranganaknya mengajukan harga penawarantertinggi. Ia yakin para penawar lainyang hadir bukanlah pemilik uang,mereka tak bisa memutuskan hargapenawaran dalam waktu segera, karenaitu pastilah ia menawar dari hargaterendah dulu.Berbeda dengan Aksa yang langsungmenawar pada harga tingggi, satu kali,dua kali, dan tiga kali harga penawaransebesar Rp 300 miliar langsung diputus.Sebab tidak ada waktu bagi penawar lainuntuk berdiskusi dengan owner-nyauntuk menaikkan harga tawaran.Ketika tiba waktunya untukmembayar, kecerdasan berikut yangdibutuhkan adalah bagaimana supayauang orang yang dipakai untuk membelisaham tadi dibayar. Arus kasperusahaan dari pendapatan harianjalan tol jelas tak sanggup untukmembayar hutang. Padahal prinsip lainpengusaha adalah, pintar meminjamharus lebih pintar lagimengembalikannya demi untuk menjaganama baik hingga tak sampaikehilangan kepercayaan.Langkah jitu Aksa Mahmudselanjutnya adalah membeli salah sebuahperusahaan yang sudah listing di BursaEfek Jakarta (BEJ), tentu dengan hargamurah, disepakati sebesar Rp 12 miliar.Setelah dibeli, dan pemegang sahambarunya yang dicatatkan adalah sebuahperusahaan pemilik dan pengelola jalantol ruas Bintaro-Pondok Aren, makaharga saham perusahaan listing inisontak naik. Dari harga per lembar Rp 25saat dibeli seharga Rp 12 miliar, melejitmenjadi Rp 100 per lembar.Modal perusahaan pun naik darisebelumnya Rp 12 miliar menjadi Rp 1,5triliun. Dengan demikian, melepas 10%saja saham ke publik sudah dapatmengembalikan hutang. Berarti, 90%untung sudah di tangan.“Jadi, itulah permainan dalam duniausaha. Enterpreneur itu sebenarnyaadalah bagaimana bisa bermain dengansituasi-situasi,” kata Aksa memberi kiatjitunya berusaha.Pembangkit ListrikAksa masih memiliki pengalamanmenarik saat mendirikan pembangkitlistrik. Tatkala mengikuti rombonganperjalanan Wakil Presiden Jusuf Kallake China, Aksa berkenalan danmendekati salah seorang pengusahaChina di sana.Aksa bercerita ingin membangunproyek pembangkit tenaga listrikkapasitras 2x100 MW di Cirebon, JawaBarat, izin sudah di tangan tapi uang takpunya. Pengusaha negeri tirai bambu itulalu bilang oke, dan bersedia datang keIndonesia untuk berdiskusi.Pembelian Bank Kesawan merupakankisah sukses lain dari Aksa Mahmudsebagai enterpreneur sejati. Samaseperti saat mendirikan Semen Bosowa,atau mendirikan pembangkit listrik diCirebon, Aksa membeli Bank Kesawantanpa memiliki uang kecualimenegosiasikan bagaimana carapembayarannya saja.“Jadi, bagaimana cara memainkankita bisa beli barang ini, kemudian kitabisa memiliki bank ini tanpa keluaruang, dan uang bank ini sendirilah yangkita pakai untuk membeli dirinya,” kataAksa.Ketika proses pembelianditandatangani disepakati direkturutama dan direktur kredit yang barunantinya haruslah orangnya AksaMahmud. Direktur sisanya bolehdipegang orang lain. „ HT/AM/MSAksa Mahmud berharap teknologi kultur jaringan dan transfer embrio dapat didirikan di setiapkabupaten.foto: berindo amron
                                
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45