Page 45 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 45


                                    BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 45BERITA EKONOMItargetkan sebesar 6,3% harus mengandalkan investasi dalam negeri. Dalam halini, kesiapan perbankan nasional menjadipersoalan utama yang harus mendapatperhatian khusus dari otoritas moneter.Kesiapan Perbankan NasionalPersoalan utama yang menghambatpencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% tahun 2006 ditengaraioleh kemacetan fungsi intermediasiperbankan. Oleh karena itu, berbagaipihak optimis bahwa tahun 2007, fungsiintermediasi perbankan akan mulaibekerja kembali. Hal ini didorong kinerjaekonomi makro, terutama tingkat inflasiyang terus menurun.Dengan tingkat inflasi yang rendah,sekitar 7-8%, dengan sendirinya mendorong penurunan tingkat suku bunga,baik BI Rate maupun Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Berkurangnya tingkat sukubunga SBI, dengan sendirinya mendorongperbankan menarik dananya yang selamaini disimpan dalam fasilitas SBI untukkemudian disalurkan menjadi kreditkepada kalangan dunia usaha.Kondisi ini menjadi peluang bagi parapelaku usaha mengembangkan usahanya,yang selama ini kesulitan mendapat danaperbankan. Seiring dengan itu, DirekturPenelitian dan Pengaturan Perbankan BIMuliaman D. Hadad, seperti dilaporkanHarian Kompas, Jumat (24/11) pertumbuhan kredit tahun 2007 diperkirakansebesar 18% atau 150 triliun.Persoalannya, apakah optimisme penyaluran kredit itu dapat direalisasikan?tinggi, hingga membuat bank-bank ituketakutan menyalurkan kredit karenatakut menjadi kredit macet yang semakinmeninggi.Ini pula yang menengarai mengapadana perbankan di SBI masih menumpuk,walau marjin bunga yang diperolehsemakin kecil akibat menurunnya tingkatsuku bunga SBI. Perbankan tetap mempertahankan dananya di SBI denganmarjin keuntungan yang rendah daripadamenyalurkannya menjadi kredit denganancaman menjadi kredit macet.Ini terlihat dari menurunnya tingkatsuku bunga SBI di satu sisi namun tidakmenurunkan jumlah dana perbankanyang disimpan di SBI. Sebagaimana yangdilaporkan Harian Suara Pembaruan,Rabu (15/11), suku bunga SBI untuk bulanNovember 2006 turun dari 11,36% menjadi 9,5%. Namun di saat yang bersamaan,menurut Direktur Perencanaan Strategisdan Hubungan Masyarakat BI Budi Mulya, sebagaimana yang dilaporkan HarianPertanyaan ini menjadi sangat mutlak ditengah-tengah tingginya Non PerformingLoan (NPL) atau kredit bermasalah yangmelilit perbankan nasional. Sebagaicontoh, Bank Mandiri sebagai bankterbesar di Indonesia, seperti dilaporkanHarian Kompas, Senin (6/11) belummampu mencapai target NPL 5%, sebagaimana yang dipersyaratkan BI. TingkatNPL Bank Mandiri saat ini masih bertengger di 26% dengan jumlah kreditmacet sebesar Rp 12 triliun. Bank Mandiri, bukan satu-satunya bank besar yangterlilit dengan tingkat NPL yang cukupMedia Indonesia, Rabu (15/11), jumlahdana perbankan di SBI justru meningkat.Data awal November 2006, totalsimpanan perbankan di SBI telah mencapai Rp 205 triliun. Jumlah itu terusmeningkat dari posisi Juli 2006 sebesarRp 183,77 triliun. Padahal BI telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate)sebesar 250 basis poin dalam enam bulanterakhir. Jika perilaku perbankan ini tidakberubah pada tahun 2007, maka targetpertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% padatahun 2007, akan sangat sulit, bahkanmustahil dicapai. „ MHPembangunan infrastruktur bidang transportasi. proyek-proyek infrastruktur mulai berguliran di paruhfoto-foto: berindo wilson
                                
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49