Page 64 - Majalah Berita Indonesia Edisi 38
P. 64
64 BERITAINDONESIA, 24 Mei 2007BERITA PEREMPUANRachmawati SoekarnoputriMelanjutkan Perjuangan Bung KarnoDia ingin meneruskan cita-cita presiden pertama RI.Menjadikan Indonesia berdaulat secara politik, berdikaridalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalamkebudayaan.aat menyampaikan pernyataanpengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Partai Pelopor yangdirintisnya sejak awal, Diah Pramana Rachmawati Soekarnoputri takdapat menahan haru. Ucapannya terhentibeberapa jenak. Seorang stafnya mengulurkan saputangan. Rachmawati menyusut matanya yang basah, lalu menyelesaikan pernyataannya dengan suara lirih.Tentu amat berat meninggalkan partaiyang susah payah didirikan dan dibesarkannya itu dengan serta merta. Namun halitu harus dilakukan sebagai konsekuensiundang-undang saat dirinya diangkatPresiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) beberapa waktu lalu.Jabatannya sebagai anggota Watimprestidak serta merta diterimanya, melainkanmelalui proses yang panjang dan penuhpertimbangan. Menurutnya, jabatan itubahkan sudah ditawarkan SBY sejakmasih menjadi calon presiden padaputaran pertama Pilpres 2004.Dalam berbagai kesempatan, Rachmawati gencar mengkampanyekan pemikiran Bung Karno. Dan dengan jabatannya saat ini, dia yakin justru lebih mudahbaginya untuk mengkampanyekan pemikiran sang proklamator. Menurutnya,yang belum tercapai saat ini adalah pemikiran Bung Karno tentang Trisakti,yang merupakan pengejawantahan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.Dalam Trisakti, Bung Karno menjabarkan bahwa Indonesia mesti menjadi negara yang berdaulat secara politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.Rachmawati berpendapat, amandemenUndang-Undang Dasar 1945 sangat diperlukan. Salah satu tujuan dibentuknyaWatimpres memang untuk menjawabperlu tidaknya amandemen UUD 1945.Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan mantan Presiden RI pertama Soekarno dengan Fatmawati itu dikenal palinggiat mengusung ajaran ayahnya. Diantaraputera puteri Bung Karno, dialah memangyang paling dekat dengan ayahnya.Ketika almarhumah ibunya, Fatmawati,meninggalkan istana, sebagai protes ataspernikahan Bung Karno dengan Hartini,dia masih berusia tiga tahun, pada 1953.Sejak itu dia diasuh ibu angkatnya, Bu Hadi, wanita asal Solo, dan sangat lekat dengan ayahnya. Tak heran jika sifat-sifatBung Karno kemudian membentuk pribadinya.Mulai DiperhitungkanSejak kecil, Rachmawati senang membaca dan menyimak pidato-pidato ayahnya. Hubungan mereka semakin erat saatBung Karno dikarantina di Wisma Yaso.Pulang sekolah, dia selalu menyempatkandiri menjenguk ayahnya. Pada kesempatan itu mereka kerap bersenda gurau,bertukar pikiran bahkan berdiskusi.Meski diwarnai diskusi-diskusi politikdengan sang ayah, masa kecil dan masaremaja Rachmawati juga penuh denganberbagai kegiatan. Dia belajar menariJawa, Sunda, dan Sumatera. Olah raganyaanggar, renang, dan bulu tangkis. Semulaia bercita-cita menjadi dokter, tetapi ialulus SMA jurusan sosial. Akhirnya iakuliah di Fakultas Hukum UI, 1969.Momen yang paling menyedihkan dalam hidupnya adalah saat ayahnya meninggal dunia. Rasa syoknya bahkanmembuatnya nyaris tak bisa menangis.Dia telah kehilangan orangtua, tongkat,masa depan, dan teman paling erat dalambatinnya.Sejak itulah, Rachmawati bertekadmenjaga nama besar ayahnya dan melestarikan ajaran Sang Proklamator RI.Perhatiannya pada dunia pendidikan,mendorongnya mendirikan YayasanPendidikan Soekarno sejak tahun 1980-an. Dia juga berhasil mendirikan Universitas Bung Karno (UBK) pada tahun 1999,meski awalnya sempat dipersulit pemerintah Orde Baru.Meski secara persaudaraan baik-baik saja, di dunia politik pertentangan tajamantara Rachmawati dan Megawati sudahdiketahui publik. Rachmawati menyatakanbahwa dia ’anak ideologis’ Bung Karno,sedangkan Megawati ’anak biologis’.Dibanding kakaknya, Megawati, Rachmawati awalnya memang dianggap belumcukup berpengalaman di bidang birokrasi.Kini namanya mulai masuk hitungan saatdiangkat sebagai anggota Watimpres.Wacana pencalonan dirinya sebagai calonpresiden dalam Pemilu 2009 pun mulaibergulir. Namun dengan rendah hatidiiringi senyum manis, Rachmawatimenyatakan dirinya masih belum bisaberkomentar. RHSfoto: ist Rachmawati Soekarnoputri

