Page 60 - Majalah Berita Indonesia Edisi 38
P. 60
60 BERITAINDONESIA, 24 Mei 2007BERITA OLAHRAGAFinal Piala ChampionsAntara Dendamdan HarapanFinal Piala Champions musim ini menjadiajang paling ditunggu jutaan pecinta boladunia. Akankah tim The Reds-Liverpool bisamenyamakan prestasinya dengan timRossoneri-AC Milan yang telah enam kalimenjuarai Piala Liga Champions, ataumalah AC Milan yang akan menambahpundi-pundi gelarnya.uncak final PialaChampions 2006/2007 akan diadakandi Stadion OlimpiadeAthena, Yunani Rabu 23 Mei.Pertandingan final antara ACMilan dan Liverpool ini menjadi tambah menarik mengingat kedua tim merupakanwakil dari dua negara raksasabola Eropa, Inggris dan Italia.Bagi AC Milan sendiri, pertemuan kali ini bertambahpenting sebagai ajang menebus kekalahannya dari Liverpool di final Piala Championsmusim 2004/2005 di Istanbul, Turki. Kala itu AC Milankalah melalui adu penalti dengan skor 2-3. Sebaliknya, bagiLiverpool, kesempatan ini justru dimanfaatkan untuk mengulang sukses tersebut. Dengandemikian, The Reds berharap,perolehan trofi mereka nantisejajar dengan AC Milan, yaknienam kali menjuarai kompetisiantarklub paling bergengsi didunia tersebut. Dorongan kepada AC Milan untuk menuntaskan dendam terhadap Liverpool diberikan bos AC Milan, Silvio Berlusconi, yangjuga mantan Perdana MenteriItalia. “Liverpool tim bagus,kami berkesempatan bisamembalas kekalahan atas finaldua tahun lalu. Kami akanmain habis-habisan untuk raihkemenangan dan tidak akanada kesempatan untuk adu penalti,” ujar Berlusconi sepertidikutip La Gazzetta delloSport.Di luar motivasi tersebut,hadiah uang juga menjadi motivasi yang tak kalah pentinguntuk menjuarai Liga Champions. Keluar sebagai juarasudah pasti akan menambahpundi-pundi keuangan klub.Barcelona misalnya, sebagaijuara Liga Champions 2005/2006 bisa memboyong uang kemarkasnya sebesar 31,5 jutaeuro atau setara dengan Rp.381,15 miliar. Juara tahun ini kemungkinan besar akan mendapatkan bonus yang lebih tinggi.Dari segi prestasi, AC Milandan Liverpool merupakanlangganan juara Liga Champions setelah Real Madrid danJuventus. Sejak pertama kalikejuaraan ini diadakan padatahun 1955/1956, AC Milantelah enam kali keluar sebagaikampiun, yakni pada tahun1963, 1969, 1989, 1990, 1994dan 2003. Liverpool juga telahlima kali menjadi juara, yaknitahun 1977, 1978, 1981, 1984,dan 2005. Sementara rekortertinggi masih dipegang RealMadrid, klub asal Spanyoldengan sembilan kali juara.Final kali ini bertambahmenarik lagi tatkala menelusuri kilas balik perjalanan kedua tim menuju babak akhir.Sebelumnya, AC Milan dan Liverpool bukanlah dua tim yangpaling dijagokan bertemu diputaran final. Prediksi demikian tidak berlebihan terutamaketika di semifinal merekaharus bertemu dengan dua timtangguh dari Inggris, Manchester United dan Chelsea.Namun sepanjang bola masihbundar, prediksi tetaplah hanya prediksi. Kenyataan harusditunggu setelah 90 menitberlaga di lapangan hijau.Hal tersebut dibuktikan olehAC Milan dan Liverpool padasemifinal akhir April lalu.Liverpool di semifinal pertama, dikalahkan Chelsea 1-0.Namun pada semifinal kedua,satu gol yang dilesatkan Liverpool ke gawang Chelsea lewatDaniel Angger membuat kedudukan sampai menit ke 90menjadi imbang, dengan agregat 1-1. Pertambahan waktu 2kali 15 menit tetap tidak mengubah kedudukan. Pertandingan akhirnya harus diselesaikandengan adu penalti. Dalam adupenalti, Steven Gerrard dankawan-kawan berhasil mengungguli Chelsea 4-1. Dengandemikian, tim asuhan RafaelBenitez itu berhasil menundukkan Chelsea dengan nilaiagregat 5-2.Kepastian Liverpool maju kebabak final setelah mengalahkan Chelsea yang sebelumnyadijagokan, menjadi motivasitersendiri bagi AC Milan melawan Manchester United diputaran semifinal kedua. ACMilan sebelumnya pada semifinal pertama mengalami kekalahan dari “setan merah”Manchester United 2-3. Tapipada pertemuan semifinalkedua di San Siro Italia, dengan semangat pantang menyerah, anak-anak asuhan manajer Carlo Ancelotti ini berhasil mengalahkan Manchester United dengan memasukkan tiga gol tanpa balasanlewat Kaka, Clearence See-dorfdan Alberto Gilardino. Kedudukan 3-0 sampai akhir pertandingan mengantar AC Milan ke final dengan nilai agregat 5-3. Kehadiran AC Milan difinal kali ini diibaratkan sebagian orang sebagai ‘kebangkitan seorang kesatria yangterluka’ mengingat kesulitankesulitan yang dihadapi tim inisejak awal kualifikasi.Dalam laga nanti, kedua timdipastikan akan bermain habis-habisan sebab tinggal gelarPiala Championslah satu-satunya yang diharapkan keduatim pada musim ini. Di liga domestik, baik AC Milan maupunLiverpool tidak memiliki harapan untuk bisa meraih juara.Di Serie A Italia, kesempatansudah tertutup untuk AC Milan. Trofi scudetto telah direbut sang juara bertahan Inter Milan. Demikian juga diLiga Premier Inggris. Dengansisa pertandingan yang ada,Liverpool sudah hampir dipastikan hanya bisa menduduki posisi ketiga atau keempat di bawah ManchesterUnited yang sudah memastikan diri menjadi juara LigaPremier Inggris.Secara kualitas dan pengalaman, kedua tim berimbang.Jika AC Milan bisa mempertahankan kondisi permainangemilangnya ketika mengalahkan MU, dan sejauh Rafael Benitez, pelatih Liverpool, bisamenerapkan kepada anakanak asuhnya untuk tetapkonsisten bermain tanpa menyerah disertai serangan balikyang tajam, maka partai finalini akan menjadi tontonansangat sayang untuk dilewatkan. MS, RIFPAC Milan memburu gelar ke tujuh Liga Champions.

