Page 59 - Majalah Berita Indonesia Edisi 38
P. 59


                                    BERITAINDONESIA, 24 Mei 2007 59BERITA MANCANEGARAMenepis Bayang-BayangMasa Lalulesaian sengketa dengan perusahaan asing melalui peran afiliasi Bank Dunia, InternationalCenter for Settlement of Investment Disputes (ICSID).Meski perusahaan asing mengkritik Morales yang mundurdari arbitrase internasional,Morales mengancam perusahaan asing secara halus,“Kami dengan niat baik, menolak tekanan hukum, kampanye lewat media dan tekanan lewat jalur diplomasiyang jelas telah menolak kedaulatan negara lewat ancaman dan mencoba menggunakan arbitrase internasional.”Sikap tegas dan keputusan EvoMorales ini membuktikan bahwa kontrak kerja sama migasbukan hal yang tabu untukdiubah. Indonesia bisa jugamelakukannya.Menurut pengamat perminyakan, Dr Kurtubi, sepertiyang dikutip Harian Kompas,ada klausul di dalam kontrakkerja sama yang menyatakanbahwa apa pun yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak, kedaulatan negara ada diatas semua itu. Ia mengatakanbahwa bila negara ingin menguasai secara dominan seluruh tambang migas juga dimungkinkan karena dalamkontrak bagi hasil (PSC) standar kedaulatan negara ada diatas kontrak. Selain itu, adakalimat di klausul PSC yangdengan jelas memberi hak hukum pada Indonesia. Dalamklausul itu tertulis bahwa padasetiap kontrak, tidak boleh adapihak yang memiliki kesempatan membawa sengketa bisnis ke arbitrase internasional.Setiap kontrak juga tidak bolehmencegah atau membatasi Pemerintah Indonesia untukmengutamakan kepentingannya. Oleh karena itu, denganklausul itu, Indonesia relatifaman dari kemungkinan dibawa ke arbitrase internasional.Lalu mengapa Indonesia tidak mengikuti jejak Bolivia?Pemerintah rupanya punyapemikiran tersendiri. MenurutWapres Jusuf Kalla (4/5), apayang dilakukan Bolivia tidakcocok untuk diterapkan di Indonesia. Selain strateginyayang berbeda, produksi migasBolivia juga sangat kecil, yaitu43.000 barrel per hari. Bandingkan dengan Indonesiayang produksi migasnya hingga jutaan barrel per hari. Menurut data BP Migas realisasiproduksi migas Indonesia pada tahun 2002 sebesar 2,937juta barrel per hari (bph),tahun 2003 mencapai 2,901juta bph, tahun 2004 sebesar2,832 juta bph, tahun 2005sebesar 1,075 juta bph, dantahun 2006 rata-rata sebesar1,006 juta bph.Oleh karena itu, kebijakannasionalisasi kurang menguntungkan bagi kebijakan pemerintah dalam jangka panjang.Jangka pendek, kebijakan nasionalisasi perusahaan migasmemang bisa dinilai heroik,akan tetapi jangka panjangkebijakan itu bisa menjadimasalah di luar negeri. Menurut Kalla, pola yang dipakaiIndonesia dengan kontrakkarya pola 85-15 persen justrusering menjadi acuan di banyak negara karena dianggapitu sangat baik. Wapres mencontohkan apa yang terjadi diKuba, Libya, Myanmar atauKorea Utara. „ MLPPara pemimpin berhaluan kiri, Morales, Lula, dan Hugo Chavez.Langkah Nikolas Sarkozy masihterantuk batu. Bayang-bayang kerusuhan 2005 mulai mengintai.Dua tahun terakhir ini Perancisditerpa berbagai persoalan. Maraknya kerusuhan sosial, memburuknya ekonomi dan politik, dan pudarnya pengaruh Perancis di panggung internasional membuat Perancis membutuhkan pemimpinbaru dengan pikiran baru. Setujuatau tidak setuju, harapan Perancis itu kini jatuh di pundak NikolasSarkozy setelah dalam pemilupemilihan presiden putaran kedua,ia berhasil memupuskan harapansaingannya Segolene Royal (53)dari Sosialis untuk menjadi presiden perempuan pertama di Perancis. Sarkozy memperoleh 53 persen suara, sementara Royal 47persen. Setelah lebih dari 10 tahundi bawah kepemimpinan PresidenJacques Chirac (74), masyarakatPerancis memiliki dua kandidatyang sama-sama berasal dari generasi politisi yang lebih muda.Sarkozy, putra seorang imigranasal Hungaria ini berhasil mengungguli Royal karena dianggap memilikisikap, rencana, dan konsep yang jelas tentang arah tujuan Perancis selanjutnya. Sarkozy berikrar bahwa iaakan “mewujudkan impian” dan menegakkan kembali pandangan nilai“moral”, “kerja” dan “otoritas’. Ia menyatakan pula akan berupaya mendorong pembangunan Eropa danmeningkatkan hubungan dengan AS.Hubungan Amerika Perancis menjadidingin tahun 2003 karena Paris menolak mendukung perang di Irak.Kemenangan Sarkozy ini menyisakan sejumlah ganjalan sebabkubu kiri dan masyarakat keturunan imigran sudah keburu mencapnya sebagai “sosok pemecahbelah”. Ucapannya yang menyebutremaja yang nakal sebagai “kaumgembel” membuat sakit hati wargaminoritas keturunan Arab danAfrika. Padahal salah satu tantangan terbesar pemerintah adalahmenciptakan lapangan pekerjaansebanyak-banyaknya termasukuntuk kalangan minoritas tersebut.Berdasarkan data DepartemenTenaga Kerja Perancis hinggaakhir November 2006, tingkat pengangguran mencapai 2,11 jutaorang. Minimnya akses pada lapangan pekerjaan menyebabkansedikitnya 600.000 orang dari enamjuta Muslim di Perancis hidupmiskin. Kebanyakan dari merekabekerja sebagai buruh bangunan,buruh pabrik, dan penjaga toko.Sebelum pemilu putaran kedua digelar, Segolene Royal telah memperingatkan aksi kekerasan akanpecah jika Sarkozy terpilih. Ini taklepas dari perangai dan kebijakannya yang keras dalam memperlakukan imigran. Kekhawatiran Royalterjadi juga. Aksi kekerasan memprotes terpilihnya Sarkozy melanda Perancis semenjak diumumkannya hasil pemilu. Aksi kekerasan pecah diParis, Lyon, Lille, Marseille, Nantes,Rennes, Toulouse, dan Trappes. Setidaknya 592 orang ditahan dan 730kendaraan dibakar massa. Merekajuga merusak pertokoan dan fasilitasumum. Situasi ini membangkitkaningatan pada kerusuhan 2005.Terpilihnya Sarkozy juga tidakmendapat sambutan dari beberapanegara. Rusia menjadi satu-satunyanegara adikuasa yang belum memberikan ucapan selamat. Pengamatmenilai diamnya Kremlin merupakan pesan tersendiri bagi Sarkozyyang pro-Amerika. Media cetakRusia juga menunjukkan reaksiyang sama dengan pemerintah.Begitu juga dengan media massaJepang. Sarkozy pada 2004 menggusarkan pemerintah dan rakyatJepang dengan komentarnya yangtidak mengenakkan telinga mengenai sumo. Sarkozy memang kontroversial. Pernyataannya yang pedasdan kebijakannya keras membuatbeberapa pihak tidak suka kepadanya. Tantangan terbesar Sarkozysaat ini adalah meredam aksikekerasan dan membuktikan diaadalah orang yang tepat memimpinPerancis. „ MLPNikolas Sarkozy
                                
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63