Page 56 - Majalah Berita Indonesia Edisi 38
P. 56
56 BERITAINDONESIA, 24 Mei 2007UN Dicemari Kecuranganarut-marut duniapendidikan masihterus terjadi. Belakangan ini kembalitercoreng dengan skandal bocoran soal-soal Ujian Nasional(UN) SMA dan SMP yang terjadi di Medan dan di beberapadaerah. Kasus ini mencuat dandiberitakan secara meluas olehpers atas laporan sejumlah guru dan pengawas UN serta kepala sekolah yang tergabungdalam Komunitas Air MataGuru.“Kunci jawaban itu dibacakan 30 menit sebelum waktuujian berakhir,” ujar DennyBoy Saragih, Koordinator Komunitas Air Mata Guru Medan. Kecurangan lainnya adalah dengan memberikan jawaban melalui SMS dan jugacatatan yang beredar di kalangan siswa peserta UN.Laporan adanya kecurangandalam UN dari hari ke hariterus bertambah. Kalau awalnya laporan hanya berasal dari36 pengawas, guru dan kepalasekolah, sampai Senin (30/4)bertambah menjadi 70 gurudari berbagai daerah, termasuk Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Langkat dan daerahlainnya.Dan yang lebih menyedihkan, kebocoran itu justru dilakukan secara sistematis olehmereka yang berkategori sebagai pendidik. Kata Denny, modus itu sudah dirancang jauhjauh hari oleh guru dan kepalasekolah. Bahkan melibatkanpetugas kantor Dinas Pendidikan. Beberapa sekolah yangmelakukan kecurangan diantaranya SMAN 4, SMAN 15,SMK N5, SMA BudiAgung,SMA Timbul Jaya, SMA Nasrani 3, SMK Bina Satria, SMPN16, SMPN 18 dan SMP MarisiMedan.Ketua Dewan PendidikanMedan Dr Matsyuhito Solinyang menerima pengaduan itumendukung perjuangan AirMata Guru membongkar kecurangan yang menurutnya sudah berlangsung lama. “Darisurvei saya, kecurangan selaluterjadi hampir setiap tahun.Mulai ramai pada saat era otonomi daerah,” kata Solin menjelaskan.Badan Standar NasionalPendidikan (BSNP) selakupenanggungjawab pelaksanaan UN secara nasional jugakebanjiran laporan kecurangan itu. BSNP pun sudah mengeluarkan sejumlah rekomendasi dan instruksi terkaitlaporan yang masuk. “Kasuskasus dalam pelaksanaan UNkemarin yang masuk ke BSNPcukup banyak. Termasuk yangdilaporkan tim pemantau independen. Kami memilah mana yang harus cepat direspondan mana yang baru indikasi.Untuk mengecek yang sebenarnya terjadi, kami juga melaporkan ke Inspektorat Jenderal Depdiknas,” kata Sekretaris BSNP Suharsono.Terkait kasus ini, Inspektorat Jenderal Depdiknas mengirim tim untuk melakukanklarifikasi dan pengusutan.Irjen Depdiknas MuhammadSofyan menegaskan akan menindak siapa saja yang terlibatkecurangan dalam pelaksanaan UN.Sementara anggota DPDasal Sumut, ParlindunganPurba, yang menemui komunitas Air Mata Guru di JalanSei Merah, Medan menyatakan akan membawa semualaporan beserta bukti kecurangan UN ke sidang paripurna DPD. “Ini serius dankami mengusulkan dibentukpanitia khusus pengusutankecurangan UN di Medan dansekitarnya. Sayangnya tidakada perlindungan saksi terhadap kasus ini, termasuk perlindungan saksi dari IrjenDepdiknas,” kata Purba.Hal ini diungkapkan Purbaterkait adanya tekanan dan intimidasi terhadap pelapor kecurangan UN. Setidaknya tujuh dari puluhan guru yangikut melaporkan kecuranganitu mendapat intimidasi dariyayasan dan kepala sekolahmasing-masing. Mereka berasal dari Binjai, Medan dan Tebing Tinggi. “Mereka sebagiandiminta mencabut laporanpengakuan adanya kecurangan yang sebelumnya telah dibuat,” ujar Denny seperti dikutip Kompas (2/5).Koordinator Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Coruption Watch (ICW) AdeIrawan mendesak pemerintahuntuk berani mengumumkankepada publik tentang kecurangan-kecurangan dalampelaksanaaan UN tahun ini berikut sanksinya. “Ini demi menegakkan prinsip transparansipengelolaan dan memulihkankepercayaan masyarakat sertamenjamin efektivitas UN. Jikatidak, ini bisa menjadi preseden buruk dalam pelaksaaanUN ke depan dan pelanggaranpelanggaran itu akan tetapterjadi,” katanya.Sementara pengamat pendidikan Ki Darmaningtyas menilai, adanya kecurangan yangmelibatkan birokrasi di daerahmerupakan suatu bukti bahwaUN memberikan beban mental dan moral kepada semuapihak, termasuk unsur birokrasi di daerah. SPPelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2007dicemari dengan kecurangan. Yangmemprihatinkan, kecurangan dilakukansecara sistematik oleh mereka yangberpredikat sebagai pendidik.CIrjen Depdiknas Muhammad Sofyan menunjukkan laporan dan bukti kecurangan Ujian Nasional dariKomunitas Air Mata Guru.foto: repro kompasBERITA NASIONAL

