Page 65 - Majalah Berita Indonesia Edisi 75
P. 65
BERITAINDONESIA, April 2010 65BERITA HIBURANPertempuranDewa “Kosmopolit”Teknologi memancarkan keindahan pertempuran palingdahsyat dalam mitologi Yunani.alam Premier edisi tutup tahun2003, para sineas Amerikaditantang untuk lebih beranimenggarap besar-besaran mitologi Yunani. Serangkai menyambutrilisan film Troy (2003), majalah film paling disegani di Amerika itu menulis, “Hollywood paling enggan keluar duit untukmenghidupkan kembali kejayaan mitologiYunani. Sumber (bahan) cerita yang kaya,tapi ironis dengan jumlah judul yangsangat sedikit. Hanya segelintir filmmaker yang serius dan berani memutarotak untuk itu…”Dalam hitungan 30 tahun terakhir, Premier (2003) mencatat film berlatarbelakang cerita mitologi Yunani adalahtema paling miskin dengan jumlah sembilan judul (bandingkan dengan film perangtema Vietnam berjumlah 56 judul danpertempuran/kerajaan di Asia sejumlah106 judul). Dan akhirnya, tahun inisutradara Louis Letterier yang pernahmenggarap Incredible Hulk (2008) akhirnya menambah jumlah film bertemamitologi Yunani dari daur ulang film Clashof the Titans (1981).Filmnya babonnya sendiri telah digarapdengan apik oleh sutradara spesialis filmkolosal, Desmond Davis, dan di zamannyafilm ini menjadi salah satu ikon era 80-an di Barat sana. Kali ini, Adam Schroeder, seorang mogul Hollywood kenamaanberencana membuat ulang Titans di tahun2002 yang ternyata lebih dulu beberapatahun sebelum rencana pembuatan Troy(2004) arahan sutradara Wolfgang Peterson. Berita besar pembuatan Titans iniakhirnya terlibas oleh kemegahan Troyyang duluan nongol sekaligus berjaya digelanggang Oscar 2004.Titans versi baru ini sangat patuh dalamplotting dan naskah film aslinya. Kekuatan teknologi 3D menjadi pembedanya. Sebagai jaminan, simak komentarNew York Time yang menulis, “SaatDesmond Davis membuat Titans, kekuatan naskah dan casting menjadi kekuatan utama. Dan tepat sekali (ketika)Louis Leterrier diangkat sebagai sutradaraTitans versi baru dengan menonjolkanefek visual, sinematografi kelas premium,dan perangkat 3D. Film sejarah pertempuran yang berselera…”Kisah filmnya sendiri berporos padaPerseus (diperankan Sam Worthington)yang tak lain manusia setengah dewa(hasil perkawinan antara Dewa Zeus danPutri Danae). Dalam khazanah mitologiYunani, perjalanan Perseus menumpasmusuh Zeus seperti Medusa, Kraken, danTitan adalah bagian paling berkilau. Adabanyak intrik dan perseteruan di sana.Dalam film, Perseus yang tengah bertarung dengan Medusa si Dewi berambutular itu seperti mencampur ketegangandan keindahan visual. Silakan simak saatpedang terlempar, pancaran mata sangMedusa, kelebatan bayangan juga percikan cahaya yang berpendaran dalamscreen gelap, dan terutama saat Perseusberhasil menuntaskan perlawanannyadengan Medusa. Semua adegan mencampur gerak tubuh dan keindahan pertempuran yang penuh energi.Selain musuh bebuyutan Zeus, masihada lagi sejumlah musuh berupa binatangraksasa. Tidak seperti film yang mengandalkan efek 3D lainnya, film Titans menyuguhkan gerak dari efek editing yangcepat. Kita bisa melihat bagaimana empattitik kamera bergerak memecah pertarungan antara Perseus dan kalajengkingraksasa. Efek editing berpacu simultandengan visual efek. Gerak bukan lagidalam obyek tapi dalam titik mata kitayang menyaksikan screen itu. Istilahnya,canggih tapi masih punya sentuhan seniyang tinggi.Adalah Sam Worthington bintang paling bersinar tahun ini. Setelah mengejutkan banyak orang lewat penampilannyadi Avatar (2009), tak berselang lama iamenjadi Perseus yang mengalahkansejumlah nama besar seperti Matt Damon,Eric Bana, dan Gerard Butler. Avatar punmemberi efek yang besar terhadap filmini, di mana kebetulan Perseus kiniberambut cepak, mirip dengan sosok JakeSully yang ia perankan dalam Avatar.“Tak ada niat untuk membonceng image (film) Avatar ke dalam diri Perseus.Plot dan naskah yang otentik harus diberiperspektif yang berbeda, tak ada rujukanyang akurat dalam mitologi (Yunani)bahwa penampilan Perseus punya tatananrambut tergerai sebahu. Saya memberikan sentuhan kosmopolit terhadapmitos,” ujar sang sutradara dalam Premieredisi pembuka tahun 2010.Peran teknologi 3D dalam Titans telahmemancarkan keindahan pertempuranpaling dahsyat dalam mitologi Yunani.Perseus yang menurut deskripsinya begituagung, berwajah tegas, sekaligus bersifatpemberontak telah menjelma dalam sosokyang lebih kalem, inheren dan dingin.Seperti ingin memunculkan idiom “fromzero to hero”, dipilihnya Sam menjadialasan yang masuk akal untuk memperluas calon penonton di dunia yang telahtidak berselera lagi dengan mitos Yunani.Penggemar film ini tentu akan melebar.Selain yang fanatik dengan cerita/mitologiYunani, penonton film aksi laga juga akanduduk nyaman menikmati keindahan filmberdurasi 118 menit ini. CHUSDfoto: reproFilm Clash of Titans menampilkan teknologi 3D yang akan memukau penonton

