Page 62 - Majalah Berita Indonesia Edisi 75
P. 62


                                    62 BERITAINDONESIA, April 2010 foto-foto: reproMenikmati Teknologi LASIKBERITA KESEHATANMemakai kacamata untuk mengatasi gangguanpenglihatan merupakan solusi yang paling mudah, murahdan paling umum bagi kebanyakan orang. Tapi bila Andaingin bergerak bebas tanpa kacamata atau lensa kontak,LASIK adalah solusinya.angguan penglihatan sepertirabun jauh (miopia), rabun dekat(hypermetropia) atau silinder(astigmatisma) akan membuatmata tak berfungsi dengan normal. Contohnya saja pada orang dengan rabun jauh(miopia) dimana bayangan dari bendayang dilihat akan jatuh di depan retinasehingga untuk mendapatkan penglihatanyang lebih jelas orang itu harus mendekatkan benda ke matanya.Hal inilah yang dulu dialami oleh Ramossaat membaca buku atau menonton televisi. “Sejak SD Ramos selalu membacabuku dengan jarak baca sekitar 15 cm, dankalau menonton TV harus duduk dekatdengan TV,” jelas ibunya. Melihat kejanggalan tersebut, ibunya membawa sanganak memeriksakan matanya ke dokter.Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, diketahui Ramos yang baru berusia 10tahun itu mengalami minus 2 pada matakanan dan minus 1,5 pada mata kiri. Untukmengatasinya Ramos dianjurkan memakaikacamata. Seiring pertambahan umurdimana mata juga mengalami pertumbuhan, minus pada mata Ramos semakinbertambah. Terakhir pemeriksaan diketahuimata kanan minus 8,25 dengan silinder 1,5dan mata kiri minus 7,75 dengan silinder 1.Kondisi itu membuat Ramos semakin tergantung dengan kacamata. Sejak bangunpagi sampai mau tidur malam, kecualimandi, kacamata selalu dipakainya. Padahalpria yang bekerja di perusahaan media inicukup dinamis dan aktif. Saat disarankanuntuk memakai lensa kontak, Ramosmenolaknya dengan alasan takut memasukkan benda asing ke dalam matanya.Kehadiran teknologi LASIK (Laser-Assisted In situ Keratomileusis) yang katanya bisa menyembuhkan mata rabun jauhmenarik perhatian Ramos. TeknologiLASIK adalah suatu tindakan bedah matadengan laser refraktif yang dilakukan olehoftalmologis (dokter ahli mata) untukmemperbaiki miopi, hipermetropi, danastigmatisma.Dr.Ferdiriva Hamzah, SpM yang bekerja di sebuah klinik mata LASIK menjelaskan, tidak semua pasien dapat di-lasik. Kriteria umumnya antara lain berusia18 tahun ke atas, kedua mata harus dalamkeadaan sehat, ukuran kacamata stabilminimal 6 bulan, tidak sedang hamil,melepas soft lens selama 14 hari atau hardlens selama 30 hari sebelum lasik.Tak hanya itu, kandidat lasik harusmenjalani pemeriksaan awal. Korneapasien diperiksa menggunakan pakimeteruntuk diukur ketebalannya dan dengansebuah topografer untuk mengukur kontur permukaannya dan mendeteksi astigmatisma serta kelainan bentuk kornealainnya. Dengan menggunakan informasiini, dokter dapat menghitung jumlah danlokasi jaringan kornea yang akan dihilangkan dengan sinar laser.Bila seluruh kriteria memenuhi syarat,barulah pasien dapat menjalani operasilasik. Proses lasik memiliki dua tahap,yakni pembuatan flap dan penyinaran laser untuk mengikis kornea. Sebuah corneal suction ring diletakkan pada bolamata, membuat mata tetap pada tempatnya (supaya tidak bergerak). Lalu mikrokeratom, semacam pisau elektrik, digunakan untuk memotong lapisan permukaankornea secara melingkar (disebut flap).Flap dibuka lalu bola mata ditembak sinarlaser untuk mengikis jaringan/stromakornea. Setelah itu, flap dikembalikan ketempat semula/ditutup.Teknologi yang lebih maju adalah pembuatan flap tanpa pisau mikrokeratom, tapidengan femtosecond laser (intraLASIK).“Flap yang dibuat dengan laser memanglebih tipis, lebih aman, lebih akurat danlebih cepat dalam pemulihan pasca lasik,”jelas Dr. Ferdiriva. Ini sangat berguna bagikandidat lasik yang korneanya tipis.“Beberapa pasien yang saya lasik menggunakan teknik intraLASIK. Ada yangkarena ingin lebih safety, tapi ada juga yangkarena terpaksa akibat korneanya kurangtebal. Kornea yang tebal diperlukan untuktiga hal yaitu dibuat flap, dibuang sebagiandengan laser, dan disisakan agar mata dapatberfungsi baik,” kata dokter yang telahbanyak menangani operasi LASIK ini.Dengan beberapa kelebihan teknikintraLASIK ini, tak heran bila penggunaanteknologi intraLASIK ini disetujui lembaga-lembaga terkemuka di dunia, sepertiUS Army, US Navy, US Air Force, MarineCorps dan NASA.Namun demikian, Dr. Ferdiriva mengatakan setiap tindakan operatif ada komplikasinya, begitu pula lasik. Subconjunctival hemorrhage (perdarahan pada bagianputih mata) adalah komplikasi minor yangumum setelah tindakan lasik. Kemungkinanterjadinya under atau overcorrection jugaada walau lebih jarang. Sedangkan komplikasi paling umum dari tindakan bedahrefraktif adalah mata kering dan silau.Setelah mendapat informasi lengkap baikdari internet dan ahlinya langsung, Ramospun menjalani operasi lasik di sebuah klinikmata awal Maret lalu. “Saya memilih lasikkonvensional dengan mikrokeratom karenalebih terjangkau biayanya,” akunya. Darisegi biaya, lasik termasuk mahal. Kisarannyaantara 12-25 juta untuk 2 mata tergantungklinik matanya dan teknik yang digunakan(intraLASIK lebih mahal).“Mulai masuk ke ruang operasi sampaiselesai lasik hanya 30 menit saja, dan sayadapat langsung pulang,” kata Ramos.“Awalnya mata saya diberi obat tetes(anestesi topikal) beberapa kali. Lalu sayaberbaring dengan posisi kepala tepat dibawah mesin yang akan mengoperasiGSeorang pasien sedang menjalani tindakan LASIK
                                
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66