Page 59 - Majalah Berita Indonesia Edisi 75
P. 59
BERITAINDONESIA, April 2010 59BERITA MANCANEGARALayanan Kesehatansudah ditandatangani itu bertujuanmemperluas perlindungan kesehatan bagi32 juta warga AS, mengembangkan rencana kesehatan pemerintah bagi wargamiskin, memberlakukan pajak baru bagiwarga kaya, dan melarang praktik asuransi seperti penolakan pemberian perlindungan bagi orang yang sudah memilikimasalah kesehatan. Bagi mereka yangkontra dengan UU ini, perihal orang-orang yang sakit pun berhak mendapatkanasuransi kesehatan, dianggap suatu halyang tidak mungkin terjadi di dalamindustri asuransi yang sangat kapitalistik.Obama dianggap sosok sosialis yang inginmerealisasikan campur tangan negara diwilayah privat yang haram hukumnya didalam dunia liberalisme.UU baru ini juga akan memberi kekuasaan bagi pemerintah Amerika untukmelarang perusahaan asuransi kesehatanmenaikkan harga premi terlalu tinggi.Serta mendorong semua warga mendapatkan asuransi yang lebih murah danmenyediakan subsidi agar rencana asuransi publik itu bisa terlaksana. Programasuransi publik ini juga ditujukan bagiwarga Amerika yang kesehatannya tidakdijamin tempat kerjanya. Memang kebanyakan warga AS mendapatkan asuransimelalui perusahaan tempat mereka bekerja, lainnya mendaftar dengan skemaasuransi swasta.Dengan adanya UU ini, biaya yang akandikeluarkan pemerintah AS akan semakinmembengkak. Data menunjukkan padatahun 2007 saja, biaya untuk layanankesehatan kesehatan mencapai 2,2 triliundolar AS. Jumlah itu hampir dua kali lipatrata-rata negara lain dalam Organisasiuntuk Kerja Sama dan PembangunanEkonomi (OECD). Artinya belanja Pemerintah AS untuk kedua program, Medicare(yang lanjut usia) dan Medicaid (untukyang miskin) akan lebih besar. Yangdiperkirakan naik, dari 4 persen dariproduk domestik bruto (GDP) tahun 2007menjadi 7 persen GDP tahun 2025 dan 12persen GDP tahun 2050. Hal itu membuatbiaya layanan kesehatan salah satu faktorpenyumbang terbesar defisit anggaran AS.Sehingga tidaklah mengherankan bilalangkah yang ditempuh pemerintahanObama ini mendapat kritik. Partai Republik dan industri asuransi mengkritikbahwa reformasi layanan kesehatan tersebut akan menelan biaya 940 miliar dollar AS. Dana talangan pemerintah sebesaritu semakin membengkakkan defisit anggaran. Sementara pemerintah sudahmengeluarkan uang yang sangat besaruntuk menyelamatkan perekonomian darikrisis perbankan dan kini anggaran negaraharus digerogoti kembali demimenyediakan asuransi publik yang murah.Meskipun telah diloloskan, PartaiRepublik terus menentang undang-undangreformasi layanan kesehatan itu. KetuaMinoritas Republik di Senat MitchMcConnell mengatakan, Republik akanmelakukan segala cara untuk menentangundang-undang tersebut dan menyusunrencana untuk “mengepungnya denganratusan amandemen”. Kritikan juga datangdari Rival Obama dalam pemilu presiden,Senator John McCain dengan mengatakanbahwa Obama akan membayar hargasangat mahal akibat perbuatannya. Dalamsebuah wawancara dengan ABC, senatorArizona itu mengatakan, kini “tidak akanada lagi kerja sama bipartisan”.Bahkan Jaksa Agung Florida, BillMcCollum memimpin 14 negara bagianAS memasukkan gugatan konstitusionalyang menganggap Kongres tak punya hakkonstitusional memaksa warga untukmendapat asuransi kesehatan. Jugadisebutkan pemerintah federal melanggarKonstitusi dengan mendorong sebuahmandat kepada negara tanpa menyediakan sumber-sumber dana cukup untukmembiayai kebijakan tersebut.Namun mengenai hal itu, pihak GedungPutih menyikapinya dengan tenang. “Tentang hal itu, saya bilang silakan saja,” kataKepala Kebijakan Domestik Gedung Putih,Melody Barnes. Dia juga mengutip tuntutan serupa atas UU Jaminan Sosial danUU Hak Voting saat disahkan dulu. “JikaAnda ingin melihat wajah seorang tua yanganaknya sekarang mendapat asuransijaminan kesehatan dan bilang bahwa kamikeberatan hal itu ... ya silahkan saja.”Meski pro dan kontra terus timbul,Presiden Obama terus melakukan promosi UU Reformasi Layanan Kesehatanyang bersejarah kepada rakyat Amerika.Dia memulai dari Negara Bagian Iowa(25/3), negara bagian yang mencalonkannya menuju Gedung Putih dan meyakinkan para pemilih mengenai manfaatperundangan itu.Sebab bila undang-undang gagal diterapkan bisa berdampak negatif pada kepresidenan Obama. Obama mengakui, peringatan Republik tentang harga politiktinggi yang harus dibayarnya pada pemiluNovember mendatang yang akan menentukan pemegang kontrol di Kongres.Sebab banyak warga AS yang tidak yakinapakah undang-undang layanan kesehatan yang baru bisa menyeimbangkanperluasan cakupan, pengendalian biaya,dan pengaturan perusahaan asuransi.Obama harus bekerja ekstra mengubahskeptisisme itu dan ia memiliki waktuselama tujuh bulan ke depan. RIEa Community College, pembuat UU, dan Nancy Felosi (ketiga dari kanan) mendampingi Presidenan Kesehatan di Virginia, 30 Maret 2010

