Page 58 - Majalah Berita Indonesia Edisi 75
P. 58


                                    58 BERITAINDONESIA, April 2010BERITA MANCANEGARAObama dan UU Reformasi LMeski sudah disahkan, UU Reformasi Layanan Kesehatanmasih mendapat tentangan dari banyak pihak karenabersifat sosialis. Padahal, sesuai UU ini, layanankesehatan akan merata bagi 97 persen warga AS di tahun2015.residen Amerika Serikat BarackObama menyadari betul pentingnya jaminan kesehatan bagi setiapwarganya. Meski negara adidayatersebut sedang mengalami pasang surutekonomi akibat krisis finansial, PresidenObama mempertaruhkan reputasi danmencurahkan segenap energi demi meloloskan rancangan undang-undang (RUU)reformasi layanan kesehatan bagi masyarakat AS. Setelah melalui proses yangcukup alot di Dewan Perwakilan RakyatAmerika Serikat, RUU reformasi layanankesehatan tersebut akhirnya lolos, diputuskan melalui pemungutan suara dengankemenangan tipis 219-212. Suara yangmenolak adalah seluruh anggota dariPartai Republik ditambah 34 anggota dariPartai Demokrat. RUU ini menjadi UUsetelah ditandatangani Presiden Obama diGedung Putih (23/3/2010).Obama yang tidak jadi berkunjung keIndonesia pada akhir Maret lalu karenalebih memprioritaskan mengawal pemungutan suara rancangan undang-undangreformasi kesehatan di Dewan PerwakilanRakyat DPR, lantas memberikan pujiandan berterimakasih kepada DPR yangmenyetujui Rancangan Undang-UndangReformasi Kesehatan. “Ini bukan reformasi radikal, tetapi reformasi besar. Peraturan ini tidak akan memperbaiki seluruh hal yang salah dalam sistem perlindungan kesehatan kita. Tetapi ini membawa kita ke arah yang benar... ini adalahbentuk dari perubahan,” kata Obama mengenai disetujuinya rancangan undangundang pelayanan kesehatan tersebut.Lolosnya UU Reformasi Kesehatanbernilai US $ 938 miliar dalam 10 tahunini menjadi pencapaian penting Obamadalam menerapkan kebijakan dalamnegeri, yang sebelumnya mendapat tentangan banyak pihak. “Setelah melaluiupaya yang berliku, lobi-lobi, akhirnyakita bisa melakukan hal yang besar ini,”kata Obama setelah menandatangani UUitu di Gedung Putih, Washington. Iadikelilingi sejumlah anggota DPR danSenat AS dari kubu Demokrat yangmendukungnya.Berhasil lolosnya RUU reformasi layanan kesehatan ini tidak lepas dari nuansahistoris dan sekaligus merepresentasikanekspansi terbesar dalam jaring pengamansosial sejak program Medicare dan Medicaid yang pernah diberlakukan tahun1965 semasa pemerintahan PresidenLyndon B Johnson.Adanya jaminan kesehatan dalampemerintahan Obama ini sekaligus merealisasikan janjinya saat kampanyepilpres lalu. Usaha Obama untuk memperjuangkan reformasi layanan kesehatansemakin intens ia lakukan pasca kemenangan pada pemilu 4 November tahunlalu. Di hadapan kongres 9 November2009, ia juga menyuarakan pentingnyaundang-undang baru layanan kesehatan.Sebelum pemerintahan Obama, presidenpendahulunya juga telah melakukan halyang sama, berupaya mereformasi layanankesehatan masyarakat AS. Presiden JimmyCarter pernah menyerukan sistem asuransikesehatan nasional komprehensif. Kemudian pada tahun 1993, Presiden Bill Clintonmengupayakan reformasi kesehatan, tapigagal di Kongres. Peningkatan upayapelayanan kesehatan terjadi pada masapemerintahan George W Bush dimana program Medicare diperluas hingga mencakupresep obat.Saat ini sekitar 47 juta warga Amerikatidak memiliki asuransi kesehatan. Hanya25 juta orang memiliki asuransi kesehatan. Harga premi yang terlalu tinggi diduga menjadi penyebabnya. Bagi wargayang kurang mampu tampaknya sulit memiliki asuransi kesehatan pribadi. “Kamiakan loloskan undang-undang baru sehingga seluruh warga Amerika bisa menikmati biaya kesehatan murah, memilikipilihan dan perlindungan kesehatan yangmemadai,” kata Obama dalam pidatonyadi Washington (18/3/2010).Reformasi layanan kesehatan yangPPara siswa dan anggota fakultas dari Northern VirginiaObama saat ia menandatangani UU Reformasi LayanaObama terus melakukan promosi UU Reformasi Layanan Kesehatan kepada rakyat Amerikafoto-foto: daylife.com
                                
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62