Page 64 - Majalah Berita Indonesia Edisi 76
P. 64


                                    64 BERITAINDONESIA, Mei 2010BERITA PUBLIKfoto: istKA Harus Ambil PeranLebih BesarDitjen Perkeretaapian dan Pemda Jawa Barat membangunprasarana KA jalan pintas (shortcut) dari Cibungur(Purwakarta) ke Tanjungrasa (Subang) yang merupakanjalur strategis dan prospektif.irektur Komersial PTKA SulistyoWimbo Hardjito mengatakan perlunya optimalisasi angkutan barang dengan kereta api. Dengandemikian tekanan berat terhadap badanjalan raya bisa dikurangi. Dia membericontoh, angkutan batubara lewat jalanraya dari Cirebon ke Rancaekek melewaticadas Pangeran (Sumedang). Ratusantruk batubara melintas di jalur tersebutsetiap hari, sehingga rawan kerusakandan longsor.Seperti diketahui perhatian pemerintahterhadap pembangunan prasarana keretaapi semakin menonjol. Mengurangi hambatan operasional dan mengatasi tingkatkejenuhan jalan raya lintas CirebonBandung melalui Cadas Pangeran. Tahun2011 pemerintah berencana membangunjalur KA lintas Tanjungrasa-Cibungurtanpa melewati Cikampek. Pembangunanitu akan memperpendek waktu dan jaraktempuh Cirebon-Bandung, dari 3-4 jammenjadi 2,5 jam.Pembangunan double track sepanjang 15 km itu, diperkirakanmenelan biaya sekitar Rp200 miliar, sedangkan pembebasan lahanmilik warga disediakan oleh PemdaProvinsi Jawa Barat sebesar Rp15miliar. Kalau tidak ada rintanganpada akhir 2011 diharapkan selesaidan awal 2012 siap operasional.Jalur kereta yang akan dibangunnanti menjawab teka-teki rencanaoperasional KA Bandung-Cirebonyang hingga kini belum terealisasi, maka rute itu nantinyamelayani kereta batu bara,petikemas dan kereta penumpang.Lebih jauh Wimbo mengatakan, tidakefektifnya angkutan kereta api dari jalurCirebon-Cikampek menuju Bandung.Sebab harus mengubah arah di Cikampek,“dan ini menghambat operasional keretaapi,” kata Wimbo.Wimbo memuji pembangunan prasarana KA jalan pintas (shortcut) yangdilakukan oleh Pemda Jawa Barat danDitjen Perkeretaapian: “Ini langkah luarbiasa.”Ke depan, menurut Wimbo, jalur inimemiliki prospek yang strategis, karenakereta api membutuhkan prasarana.“Begitu jalurnya tersambung, KA siapmengangkut batu bara,” kata Wimbo.Wimbo menegaskan perlunya koreksiterhadap angkutan barang di Sumateradan angkutan penumpang di Jawa. Pameonya harus diubahmenjadi paradigma baru, “smartcart is dear”(lebih pas kereta yang bagus). “Janganterbuai, ketika di Bandung gudangberkembang,pasar sangat besar, tetapi tidak seimbangdengan armada kereta api yang ada. “Inimasih jadi kendala,” katanya lagi.Wimbo berjanji akan mengoptimalkanpengadaan armada secara bertahap. Secarakeseluruhan PTKA juga akan mengoptimalkan pemanfaatan semua asset yangdimilikinya, termasuk rumah-rumah dinasyang masih dihuni oleh para pensiunan.Tahun 2010 ini, armada angkutan barang kereta api, mengangkut produkKrakatau Steel, dari 4 kali menjadi 10 kalisebulan. Tahun 2008, KA barang mengangkut rata-rata 180 kontainer per hari,meningkat tajam menjadi 300 kontainerper hari (2009). Sedangkan 4 tahun kedepan ditargetkan 1.000 kontainer perhari. “Saya optimis target itu bisa dicapai,”kata Wimbo kepada Berita Indonesia.“Dari business to business, angkutanbarang, lebih menguntungkan. Karena,lokomotif yang sama menarik gerbong lebihbanyak dibandingkan dengan kereta apipenumpang. Tidak perlu AC atau jenset,tidak melibatkan banyak orang dan biayaoperasional lebih rendah. Pendapatan sama,tetapi untung lebih tinggi,” tutur Wimbo.PotensiSementara itu, Kepala Daop V/Purwokerto Moch Soleh, secara terpisahmengatakan, pelayanan semakin ditingkatkan dari stasiun pemberangkatan, perjalanan dan sampaitujuan, melalui penjualan tiket30 hari sebelum hari H. Sistemonline yang tersebar di stasiunbesar dan kecil di Purwokerto,diharapkan makin merangsangkonsumen menggunakan jasakereta api.Pengalihan kereta api penumpang dari ekonomi ke bisnis danberlanjut eksekutif, dilakukansecara bertahap. “Kuncinya pelayanan yang lebih baik, privasipenumpang mendapat apresiasikhusus,” katanya.Menurut Soleh, Daop V harusmampu menerapkan kebijakan perusahaan, bagaimana memberi pelayanan secara optimal dan harmonis,agar pengguna jasa KA - bisnis daneksekutif - merasa nyaman. Contohnya,sebelumnya manual, sekarangmenggunakan alat persinyalanelektrifikasi otomatis produk LEN, inimendukung, tingkat keamanan, kenyamanan dan efisiensi waktu lebih terjamin.Daop V, kata Soleh berusaha melakukanberbagai inovasi. Misalnya, angkutan semen Holcim, dari Karang Gandul menujuSemarang, Yogyakarta dan Solo dari target 1.000 ton per hari, ditingkatkanmenjadi 1.200 ton per hari. Potensi lain,optimalisasi aset rumah dinas dan tanahmilik PTKA. „ RIdi Semarang gudang hilang, sementara diJakarta gudang kurang dipelihara. Tetapiketika dibutuhkan, kesulitan beradaptasi,” katanya.Dia berharap pemerintah memberikankereta api perlakuan sama (equal treatment)dengan angkutan yang lain, seperti BBM danPPN. Sedangkan untuk mendorong peningkatan percepatan perekonomian masyarakat, perlu pembangunan double track(jalur ganda) Jakarta-Surabaya, baik lintasUtara maupun Selatan.Wimbo juga menambahkan potensiDSulistyo Wimbo Hardjito
                                
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68