Page 58 - Majalah Berita Indonesia Edisi 76
P. 58
58 BERITAINDONESIA, Mei 2010BERITA HUMANIORAInternet di IndonesiaRemaja Perlu WaspadaPengguna internet di Indonesia bertambah dengan pesat.Namun, pertambahan ini juga melahirkan sejumlahkekhawatiran baru, khususnya mengenai penggunainternet berusia remaja.atu tahun terakhir ini penetrasisambungan internet di Indonesiamakin gencar. Hal ini tidak lepasdari pelayanan operator telekomunikasi yang terus menggebrak pasardengan membuat aplikasi layanan internet sehingga semakin mudah diakses baikmelalui PC ataupun telepon seluler dengan kualitas dan harga bersaing.Pada 2010 diperkirakan pengguna internet Indonesia mencapai 57,8 juta. Hal inidiindikasikan dengan meningkatnya jumlah pengguna internet via seluler. Bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia juga tidak lepas dari semakinluasnya jaringan layanan komunikasidata dan suara berbasis teknologi 3G danHSDPA yang dibangun di berbagai kota.Dilihat dari total keseluruhan pengguna internet di seluruh Asia, Indonesia menguasai 4,1 persen pengguna internet dari 738 juta orang pengguna diAsia. Pada akhir 2009, menurut dataInternetworldstats (IWS), Indonesiaberada di posisi ke 5 sebagai negara dengan pengguna internet terbanyak diAsia yakni 30 juta pengguna. Padahalsebelumnya pada tahun 2000 pengguna internet di Indonesia masih 2 jutaorang. Dan di peringkat pertama, Chinadengan 338 juta pengguna, Jepang 94juta, India 81 juta, Korea Selatan 37,5 juta.Merujuk hasil studi Nokia Siemens Network (NSN) yang dipaparkan akhir tahun2009, kebanyakan pengguna internet diIndonesia berasal dari kalangan orangorang muda dengan kebutuhan internetmobile, yang berubah dari golongan pemula (adopter) ke life style. Penggunaanakan internet ini telah melahirkan sebuahpemahaman baru. Menguasai internetmenjadi sebuah keharusan dalam pergaulan. Mereka tidak mau disebut gagapteknologi alias “gaptek”. Secara tidaklangsung, untuk menjaga imej tersebutpengguna mulai mendekatkan diri denganteknologi ini. Mulai dari mencari informasi, baik itu dalam hal data, aplikasiaplikasi terbaru, berita, permainanpermainan terbaru dan lain-lain.Tahun lalu Yahoo membuat surveimengenai perilaku pengguna Internet diIndonesia berdasarkan urutan aktivitaspenggunaan internet. Riset tersebut menyebutkan, aktivitas online paling populerdi Tanah Air adalah: penggunaan e-mail59%, instant messaging 59%, dan socialnetworking 58%. Di samping itu jugamenggunakan search engine 56%, mengakses berita online 47%, menulis blog 36%serta memainkan game online 35%. Danpengguna internet yang paling banyakadalah dari kalangan remaja, 64 persendari pengguna internet di Indonesia.Mereka berumur antara usia 15-19 tahun.Seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia, pengguna situs-situs pertemanan juga meningkat.Pengguna Facebook di Indonesia misalnya, mengalami pertumbuhan yang tergolong pesat. Seperti dikutip dariwww.facebakers.com pada 10 Mei 2010,Indonesia berada dalam lima besar. Yangsecara urut, AS (120,7 juta), Inggris (25,5juta), Indonesia (23,6 juta), Turki (20,6juta), dan Perancis (17,9 juta). Sementaradilihat dari umur, 40 persen facebookerIndonesia berumur antara 18-24 tahun,23,8 persen berumur 25-34 tahun, 13,4persen berusia 16-17 tahun, 12,1 persenberusia 13-15 tahun, 7,4 persen berusia 35-44 tahun dan sisanya berumur 45 tahunke atas.Meningkatnya jumlah pengguna internetdi Indonesia ini tentu memberikan dampakyang luas baik secara ekonomi, sosial, ataubudaya. Namun, peningkatan ini jugamelahirkan sejumlah kekhawatiran baru,khususnya bagi pengguna internet berusiaremaja. Pasalnya, banyak situs termasuksitus jejaring sosial Facebook, malahdijadikan ajang untuk menjerumuskanpara remaja ke hal-hal yang tidak baik.Beberapa kasus mulai bermunculan seperti kasus penjualan gadis (prostitusi) diSurabaya, dan terbaru kasus Ari (18) yangdiduga melarikan Nova (14) asal Sidoarjo.Sedangkan korban facebook lainnya, Stefani Abelina Tiur Napitupulu, 14, asal Surabaya. Yang menjadi keprihatinan semua,si korban mengalami pelecehan seksual.Seperti halnya dengan Friendster, Twitter, dan situs jaringan sosial lainnya, Facebook telah menjadi buku harian terbuka.Apa saja yang ditulis si pemilik akun situs, dapat dibaca oleh teman-temannyayang lain. Namun naas, apa yang ditulisdi Facebook malah jadi bumerang. Nurafah alias Farah, 17, seorang penggunaFacebook dituntut jaksa Kejaksaan NegeriBogor, 5 bulan penjara dengan masapercobaan selama 10 bulan. Farah dituntut atas kasus penghinaan melalui lamanfacebook terhadap Felly Fandini JulistinKarnories (18). Karena menuliskantulisan bernada hinaan pada dindingFacebook milik Felly.Begitu juga dengan empat siswa SMANegeri 4 Tanjungpinang, KepulauanRiau (Kepri) terpaksa dikeluarkanbersamaan. Karena ketahuan menghujat, menghina, bahkan mengeluarkan ancaman pembunuhan kepadasalah satu guru sekolah di Facebook.Bermunculannya ekses negatif daridunia maya, membuat internet ibaratdua sisi mata uang. Internet bisa menjadi alat mempercepat arus informasidan membuat cerdas. Dengan internetberbagai informasi atau peristiwa di belahan dunia lain dapat diketahui. Begitujuga dalam berkomunikasi dengan massa,dapat dilakukan di belahan dunia manapunhanya dalam waktu yang singkat.Apalagi dalam dunia pendidikan, internetmemberikan peranan yang sangat signifikan. Internet telah menjadi perpustakaanilmu tanpa batas. Karena buku-buku elektronik dapat dengan mudah diunduh,kemudian menyimpannya dalam PC ataupun flash disk. Guru dapat lebih interaktifdengan murid atau melakukan kerjasamadengan guru-guru dari luar mancanegara,dan mengumumkan secara langsung sebuahhasil kajian ataupun penelitian.Di sisi lain, internet bisa menjerumuskan bila disalahgunakan. Oleh sebab itu,jalan terbaik yang bisa dilakukan adalahmemberikan pemahaman yang benarkepada pengguna internet khususnyakaum remaja agar bijak menggunakaninternet dan senantiasa waspada terhadapdampak negatif atau orang-orang yangberniat jahat di dunia maya. BS, LORSfoto: dok.berindoFacebook digandrungi berbagai kalangan

