Page 62 - Majalah Berita Indonesia Edisi 76
P. 62
62 BERITAINDONESIA, Mei 2010 foto-foto: reproBERITA KESEHATANPerpanjang Hidupdengan Cangkok HatiPada pasien sirosis hati, atresia bilier, atau penyakitmetabolisme yang menyebabkan gagal hati menetap,operasi cangkok hati harus dilakukan. Namun sayang,banyak pasien yang akhirnya meninggal karena operasinyamembutuhkan biaya hingga 1 miliar rupiah.perasi transplantasi liver ataucangkok hati terhadap RamdanAldil Saputra (3,5) yang dilakukan tim dokter Rumah SakitUmum Dokter Sutomo, Surabaya, JawaTimur, Sabtu (24/04/10), berjalan lancar.Ini merupakan operasi transplantasi hatipertama di RSUD dr Soetomo. Operasi ituberlangsung selama 12 jam 40 menit.Cangkok hati terhadap Ramdan AldilSaputra, balita asal Trenggalek, JawaTimur, anak dari pasangan BambangWinarto dan Sulistyowati, dilakukan demimenolong nyawa balita itu akibat penyakitatresia bilier yang dideritanya sejak lahir.Sembilan dokter dari RSUD Dr.Soetomo terlibat dalam operasi besar itu.Operasi juga dipantau tim dokter dariTiongkok, Cina. “The operation is successful (operasinya sukses, Red). Liver yangdidonorkan sudah dicangkokkan dantidak ada masalah dengan pembuluhdarah,” kata Prof Dr dr Shen Zhongyang,Presiden Oriental Organ Transplant Center (OOTC), Tianjin, Tiongkok.Tim dokter harus mengambil sebagianhati dari Sulistyowati, ibu kandung pasienuntuk dicangkokkan ke Ramdan. Operasitersebut dilakukan dengan amat hati-hati,terutama saat penyambungan pembuluhdarah. Keterampilan para dokter ahliRSUD Dr. Soetomo tak perlu diragukanlagi karena pada Januari lalu, sembilandokter dan dua perawat spesialis telahmendalami transplantasi liver di OOTC,pusat transplantasi organ terbesar di Asia.Menurut DR. Dr. Hanifah Oswari,Sp.A(K), konsultan gastroentero hepatologi anak dari FKUI/RSCM, cangkok hatidiperlukan jika organ hati sudah gagalmelakukan tugasnya. “Jika organ hatisudah tidak berfungsi atau gagal hati,diperlukan cangkok hati untuk mempertahankan hidup pasien. Misalnya padapasien sirosis hati, atresia bilier, ataupenyakit metabolisme yang menyebabkangagal hati menetap,” ujarnya.Pada kasus atresia bilier yang terjadipada bayi yang baru lahir dimana saluranempedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal, prosedur transplantasi sangat perlu. Penyebab atresiabilier ini belum diketahui pasti tetapikondisi tersebut ditemukan pada 1 dari15.000 kelahiran.Seperti diketahui, hati menghasilkancairan empedu yang disimpan dalamkantung empedu dan dialirkan melaluisaluran empedu. Fungsi dari sistemempedu adalah membuang limbah metabolik dari hati dan mengangkut garamempedu yang diperlukan untuk mencernalemak di dalam usus halus. Pada atresiabilier terjadi penyumbatan aliran empedudari hati ke kandung empedu. Hal ini bisamenyebabkan kerusakan hati dan sirosishati, yang jika tidak diobati bisa berakibatfatal.Gejala biasanya timbul dalam beberapaminggu setelah lahir (1-6 minggu setelahlahir), yaitu berupa air seni berwarnagelap, tinja berwarna pucat, kulit berwarna kuning, berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badanberlangsung lambat dan pembesaran hati.Semua ini terjadi karena penimbunanlimbah metabolik di dalam tubuh.Pada saat usia bayi mencapai 2-3 bulan,gejala-gejala seperti gangguan pertumbuhan, gatal-gatal seluruh badan, rewel,tekanan darah tinggi pada pembuluhdarah vena dapat timbul dan menyebabkan kualitas hidup menurun.Untuk pemeriksaan, dokter biasanyamengambil darah pasien untuk melihatapakah terdapat peningkatan kadar bilirubin. Dari pemeriksaan USG abdomen/perut dapat diketahui pembesaran hati.Ada pula kolangiografi yaitu memasukkan cairan tertentu ke jaringan empeduuntuk mengetahui kondisi saluran empedu. Lebih lanjut, dapat dilakukan biopsihati (mengambil sedikit jaringan hati).Terapi untuk atresia bilier ini prinsipnya adalah mengganti saluran empeduyang mengalirkan empedu ke usus halus.Jika saluran empedu intrahepatik (dalamhati) tidak terganggu, maka operasirekonstruksi jalur bilier ekstrahepatik (diluar jalur hati) bisa dilakukan.Operasi rekonstruksi tersebut dinamakan prosedur Kasai atau hepatoportoenterostomy. Teknik ini ditemukan olehahli bedah Jepang bernama dr. MorioKasai. Pembedahan ini dilakukan untukmenghubungkan langsung hati denganusus halus. Biasanya pembedahan akanberhasil dilakukan sebelum bayi berusia8 minggu.Tetapi berbagai penelitian dari Davenport et al. (Ann Surg, 2008) prosedurkasai ini hanya merupakan penanganansementara, bisa membuat sebagian pasienberumur panjang. Namun, fungsi hatipada sebagian pasien lainnya semakinmemburuk setelah dilakukannya tindakanprosedur Kasai. Saat kondisi mulai memburuk inilah, dibutuhkan cangkok hati.Hati yang dipakai untuk prosedurcangkok harus sehat agar tidak menimbulkan masalah bagi penerimanya.Tidak boleh ada virus atau lemak terlalubanyak. Hati bisa berasal dari donor yangsudah meninggal atau orang yang masihOOperasi cangkok hati bisa berlangsung berjam-jam

