Page 59 - Majalah Berita Indonesia Edisi 76
P. 59


                                    BERITAINDONESIA, Mei 2010 59BERITA PEREMPUANTri MumpuniSi Penerang DesaDewi Safitri WahabTidak Jauhdari KulinerBagi kebanyakan orang, nama DewiSafitri Wahab mungkin tidak terlaludikenal. Namun kalau Anda pelaku bisnis(kuliner) atau setidaknya suka membacamedia-media berbau bisnis dan marketing, sosok Dewi Safitri Wahab pasti tidakasing lagi.Dewi bersama dua orang entrepreneurmuda lainnya menjadi pembicara mewakili100 Indonesia Youngters Inc 2010 dalamtalkshow yang digelar Majalah Swa di FCone, Plasa FX, Jakarta, akhir April lalu.Saat itu Dewi mewakili kategori BisnisSendiri. Commissioner Opus Finance dibawah Opus Supremus Group (Liechtenstein) ini dikenal sebagai entrepreneur yangusahanya tidak jauh dari bisnis kuliner. Iapernah membuka restoran Mangkok PutihNoodle, Eatz Diners dan Cita Rasa Catering. “Begitu besar, Mangkok Putih saya jual.Saya adalah orang idealis, saya konseptor,dan saya ingin terus berkarya,” ucapnya.Karena idenya tak pernah berhentimengalir, perempuan yang belajar manajemen restoran dan hotel di Amerika inijuga sempat menelurkan usaha di bidangkonsultan yang memfokuskan pada bidang hotel dan restoran. Namanya DSWHospitality Consultant.Sebelum terjun menjadi entrepreneur, perempuan yang senang tampil kasual, elegan,dan seksi ini, setelah pindah ke Amerika,sejak kelas II SMA sudah bekerja. Mulai dariwaiter hingga memasak di dapur pernah ialakoni. Kurang-lebih 7 tahun, ia malang melintang di berbagai restoran. Dana yang ditabung selama itulah yang menjadi modalpertamanya saat membuka Mangkok Putihpada tahun 2000 di Jakarta. „Rieke Dyah PitalokaJamsos Mesti Lepas dari BUMNPengelolaan jaminan sosial (jamsos) selama ini dinilai menjadi ladang pengerukan keuntungan dari Badan Usaha Milik Negara(BUMN). Selama ini, faktamenunjukkan bahwa pengelolaan jaminan sosial masihditangani BUMN sepertiAskes, Jamsostek, dan Taspen. Dengan pengelolaan semacam itu, tidak ada akuntabilitas atas jaminan sosial publik. Olehsebab itu, Rieke Dyah Pitaloka, anggotaKomisi IX DPR dari FPDIP menyarankan,BUMN tidak boleh lagi mengelola jaminan ketenagakerjaan. Jaminan itu harus dikelolaperusahaan nirlaba. KasusCentury membuktikan betapa buruknya pengelolaanjaminan sosial oleh BUMN.Salah satu BUMN menyimpan dana sekitar Rp 400miliar yang merupakan jaminan sosial tenaga kerja.Saat kasus Bank Centurymencuat, BUMN itu tidakbertanggung jawab atas hilangnya jaminan sosial milik buruh. “Saat uang ituhilang,ternyata buruh yang harus bertanggung jawab,” katanya. „Kiprahnya memelopori pembangkit listrik mikrohidro dipedesaan mendapat pujian khusus dari Presiden ASBarack Obama.alam konferensi tingkattinggi “Presidential Summit on Entrepreneurship” di Washington,DC, 27 April 2010, TriMumpuni sebenarnyatidak sendiri. Ada 8 orang Indonesia lagi yanghadir yakni Putra Sampoerna, Ananda Siregar, Sandiaga Uno,Shinta Widjaja Kamdani, Benjamin Soemartopo, Sheila Tiwan, Goris Mustaqim, dan Yuyun Ismawati. Namun, cuma nama TriMumpuni yang disebut dalam pidatopembukaan Presiden Obama.“Dan dengan wirausahawan berjiwasosial seperti Tri Mumpuni, yang telahmembantu masyarakat pedesaan di Indonesia untuk membangkitkan listrik, sertapemasukan dari tenaga air,” ujar Obamadalam pertemuan yang dihadiri wirausahawan bisnis dan sosial dari negara-negaramayoritas muslim di seluruh dunia.Pujian terhadap Tri Mumpuni tidaklah berlebihan. Direktur Institut BisnisEkonomi Kerakyatan (Ibeka) ini dijulukikawan-kawannya “Tri Si Penerang Desa”. Lewat berbagai lembaga nirlaba, Trimemelopori pembangunan pembangkitlistrik mini di pedesaan. Bersama suaminya, Iskandar Kuntoadji, dia membangunpembangkit listrik mikrohidro dengan memanfaatkan tenaga airterjun mini. Mereka takmengandalkan listrikdari PLN (PerusahaanListrik Negara).Pembangkit mikrohidro yang dibangunkemudian dikelola bersama masyarakat setempat dengan membentuk koperasi. “Hasilpenjualan listrik dikelola koperasi dan digunakan untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan ekonomi pedesaan,” ujarnya. Dia telah membangunpembangkit listrik di banyak wilayahdari Aceh hingga Kalimantan.Berkat upayanya, Tri mendapat beberapa penghargaan dari pemerintah danlembaga internasional, seperti ClimateHero dari World Wildlife Fund for Nature (2005), Fellow Ashoka (2006),tokoh Pengembangan Energi Terbarukan dan Penghematan Energi (2007),dan Pendekar Lingkungan Hidup RI(2008). Tri sendiri pernah terpilihsebagai Tokoh Majalah Tempo 2006,Tokoh Perubahan 2009 Harian Republika, 1 Among 99 Most Powerful Woman in Asia dari Globe Asia Magazine. „Dfoto: repro
                                
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63