Page 29 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 29
BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016 29BERITA TOKOHInformasi yang diperoleh juga harus logisatau tidak memiliki kontradiksi denganinformasi-informasi lainnya, “ katanya.Gelar profesor intelijen pertama yangdisandang Hendropriyono tersebut masukdalam Museum Rekor Indonesia (MURI).Ketua Umum MURI Jaya Suprana menyerahkan langsung penghargaan itu kepadasang profesor. Menurut Jaya Supranamenegaskan bahwa Dewan anugerah MURIdengan tanggung jawab sepenuhnya dan diasebagai ketua umum MURI, berdasarkanpenelitian intelijen yang cukup lama, menganugerahkan MURI untuk Profesor Dr AMHendropriyono.Jaya Suprana mengatakan penghargaanini bukan dari segi politis, namun faktasebenarnya bahwa Hendropriyono adalahmahaguru intelijen pertama, bukan hanya diIndonesia, tapi pertama juga di dunia.Jejak HendropriyonoPusat Data TokohIndonesia.com mencatat, Jenderal TNI (Purnawirawan) Hendropriyono, bernama lengkap Haji AbdullahMakhmud Hendropriyono, dilahirkan diYogyakarta pada 7 Mei 1945. Menempuhpendidikan umum di SR Muhammadiyah Jl.Garuda 33 Kemayoran Jakarta; SMP NegeriV Bag B (Ilmu Pasti) di Jl. Dr. SutomoJakarta; SMA Negeri II Bag B (Ilmu Pasti)di Jl. Gajah Mada, Jakarta.Pendidikan militer diperoleh di AkademiMiliter Nasional (AMN) Magelang (lulus1967). Kemudian mengikuti pendidikanintelijen di Australian Intelligence Course,Woodside (1971); United States Army General Staff College di Fort Leavenworth,Amerika Serikat (1980); Sekolah Staf danKomando (Sesko) ABRI dengan predikatlulus terbaik bidang akademik dan kertaskarya perorangan dengan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha (1989). Dia jugaalumni KSA VI Lembaga Ketahanan Nasionat (Lemhannas) dengan predikat prestasitinggi. Dia juga mengikuti beberapa latihanketerampitan militer antara lain adalahlatihan Para-Komando, terjun tempur statik,terjun bebas militer (Military Free Fall) danpenembak mahir.Karir militernya diawali sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan DuaInfantri di Komando Pasukan Sandi Yudha(Kopassandha) yang kini bernama KomandoPasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Kemudian menjadi Komandan Detasemen Tempur Para-Komando; Asisten Intelijen Komando Daerah Mititer Jakarta Raya/KodamJaya (1986); Komandan Resor Militer 043/Garuda Hitam Lampung (1988); DirekturV Jenderal TNI Purn. Prof. Dr.HAM. Hendropriyono, MH, diberanda rumahnya.

