Page 64 - Majalah Berita Indonesia Edisi 12
P. 64


                                    BERITA HUMANIORA64 BERITAINDONESIA, 4 Mei 2006Jeritan dan ocehan aneh Fitrimengusik seluruh pekerja unitgiling pabrik rokok kretekBentoel, Malang. Fitri pagi itu(22/3) baru saja memulaikegiatannya, tatkala mendengar alunan tembang kuda lumping yangmenggema ke dalam pabrik. Rupanya,Fitri tersugesti karena di kampungnya diapemain kuda lumping.Fitri kesurupan, berteriak dan mengoceh terus menerus. Rekan-rekansekerja yang ingin menolongnya malahtertular “penyakit” kesurupan. Kesurupanmenyebar laksana api yang tersirambensin, menimpa tak kurang dari 30pekerja lainnya.Sebelum merambah ke Malang, kesurupan terlebih dulu mengguncang parapelajar SMP dan SMA di Surabaya. Ketikakembali ke kelas usai jam istirahat, tibatiba saja Nikita, pelajar kelas IIE SMPN 29Surabaya (20/3), berteriak: “pergi…pergi.”Pandangan siswi berkacamata itu garang,tetapi tubuhnya lemas, duduk menunduk.Seisi kelas panik, heboh. Para siswa perempuan ketakutan, karena biasanya Nikita tak pernah berprilaku aneh seperti itu.Nikita diangkat bersama-sama olehteman-temannya ke ruang UKS. Tiba-tibadia meronta, kekuatannya luar biasa,padahal dia siswi yang lemah. “Kami herankenapa dia bisa sekuat itu,” kata Dimas(12), teman sekelas Nikita.Seisi kelas kembali panik. Tia mendadakterkulai lemas. Merintih sembari memegang dadanya yang terasa sangat sakit.Ketika dibawa ke ruang UKS, Tia jugameronta seperti Nikita. Menyusul, RizamSilvi dan Loren. Ruang kelas IIE siang ituberubah gaduh. Para pelajar lainnya larimeninggalkan kelas.Keesokan harinya, kerasukan massalterjadi lagi. Banyak murid yang berteriaktidak karuan. Mereka yang kesurupan,para siswi yang mengalami trauma harikemarin.Hari berikutnya, Drs. HM Miftah, kepalasekolah, mengajak semua siswa yangberagama Islam menunaikan shalat istigosah di halaman sekolah. Maksudnya untukmengusir roh halus.Keanehan itu, menurut Mifrah, tak bisadipisahkan dari kejadian beberapa harisebelumnya, seorang petugas memangkasranting pohon di belakang sekolah. “Paramahluk halus merasa terusik dan marah,”kata Miftah.Shalat istigosah dipimpin oleh Sutrisno,salah seorang anggota tim Pemburu Hantuyang jadi langganan tayangan stasiun TVLativi. Pada saat shalat, 20 siswi kerasukanserempak. Ini dipercaya oleh Miftahsebagai gangguan roh halus. Sutrisnomembenarkan. Usai shalat istigosah, pararoh halus meninggalkan SMP 29 dan tidakkembali lagi.Nikita yang pertama diserang kerasukanmengaku, ketika berjalan masuk ke kelas,dia merasa seseorang membuntutinya.Setelah Nikita masuk kelas, sosok itumemeluknya kuat sekali sehingga sulitbergerak. Kemudian, dia tidak ingat apaapa lagi.Pertengahan Maret, kesurupan massalmenimpa murid-murid SMAN 10 Surabaya. Belasan siswi kerasukan yang berpuncak pada hari Rabu dan Kamis (15-16/3). Mereka berteriak atau menyanyi lagulagu Jawa. Kejadian tersebut sudah berjalan tiga minggu berturut-turut. Sepertinya di sekolah itu, tiada hari tanpakesurupan, meskipun hanya satu atau duasiswi. Dito dan teman-temannya, percayabahwa itu gangguan para mahluk halusyang menghuni sebuah pohon di belakangsekolah. Pohon itu ditebang lantaranlokasi itu untuk kantin sekolah. Pihaksekolah buru-buru menyelenggarakanshalat istigosah. Sri Rahayu, guru di SMAGangguan Roh Halus atau Kejiwaan?10, menuturkan pada puncak kesurupanbersama, para korban berteriak. Merekadibawa ke ruang guru dan musala. Sebelum terjadinya kesurupan ada beberapasiswi yang selalu tampak lesu, terkadangpingsan di kelas. Maraknya fenomena kesurupan massaldi sejumlah kota, mendorong tim psikiaterRSUD Dr. Soetomo, Surabaya, mengadakan konferensi pers (24/3). Hadir,Prof. Hanafi, Sp.KJ, dr, Nalini M. Agung,SpKJ, dr. Marlina Wahyudin, SpKJ, dr.Fatima, SpKJ, serta dr. Didi AryonoBudiyono, Sp.KJ. Mereka menyimpulkankesurupan massal tersebut murni persoalan kejiwaan, bukan masalah mistisatau klenik. Kata Marlina, jika korbankesurupan dirawat secara mistis, itu salahdan para korban akan bertambah.Kesurupan, menurut Marlina, merupakan gejala disosiatif, yaitu kecemasanyang meluap hebat, tetapi ditekan olehalam bawah sadar. Maka muncul gejolakkesurupan. Ketika seseorang mengalamihal tersebut, dia bisa berbicara dan berprilaku macam-macam.Menurut psikiater lainnya, Nalini,korban bisa meronta-ronta, berteriak danmenangis. Terkadang kepribadian gandanya muncul ke permukaan. Orang itu tibatiba bisa menirukan suara orang tua,menjadi anak kecil, menirukan perilakubinatang. Bahkan ada yang tiba-tiba bisaberbahasa Cina. “Saya tidak yakin diaberbahasa China yang sebenarnya,” kataNalini. SH (Dari berbagai sumber). ■ SHFenomena kesurupan tidak mengenal tempat.Kesurupan bisa berpindah dari satu ke lain kota.
                                
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68