Page 46 - Majalah Berita Indonesia Edisi 61
P. 46


                                    46 BERITAINDONESIA, November 2008LenteraL ENTERA46kang. Hal demikian menurut Syaykh memerlukan suatu latihan yang sunguhsungguh. Syaykh memberi contoh, umpamanya dengan melakukan latihan di lingkungan Rahmatan Al Amin, dengan kecepatan 24 km per jam, menurut Syaykh itubagus. Atau di depan gedung Abu Bakar,kalau bisa 27 km per jam. Itu bagus karenabisa menguasai stang sepeda yang belokannya setiap 50 meter belok, dan belokannya pun patah. Latihan-latihan seperti itu, kata Syakh jangan dianggap remeh.Selain latihan, hal kedua menurutSyaykh, sebelum berangkat ke Sumatera,nanti harus dilakukan tes kesehatan.Kembali merujuk perjalanan tur PraSumatera ini, menurut Syaykh ada yangtensinya di bawah 80. Ia mencontohkansalah seorang peserta yang ketika sampaidi kota Serang, di depan hotel langsung‘sujud’. Setelah di cek, ternyata tensinyaturun. Model-model seperti itu menurutSyaykh bisa diselesaikan dengan latihan.Syaykh mengatakan bahwa sebagianpeserta itu jauh lebih kuat dari dirinya.Cuma masalahnya mereka kurang latihan.Ditambahkan Syaykh, sebagian pesertaitu hebat dalam hal lain seperti menanjakmisalnya. Cuma dalam bersepeda, karenatidak latihan akhirnya kedodoran.Masih dalam rangka evaluasi peserta,dengan berseloroh Syaykh mengatakanbahwa salah seorang peserta yang kedodoran akibat kurang latihan, sehinggadiancam, kalau sampai naik bus akandisuruh balik ke Jakarta, menuntunsepeda, mundur. Dari situ, peserta tadiminta ampun. Tidak kedodoran lagi.Karena itu Syaykh menganjurkan, latihansetiap hari, satu hari satu jam saja. Itusudah memadai. Apalagi dengan berlatihselama enam bulan yakni dari bulanOktober hingga bulan Mei, tanjakantanjakan di Aceh pun akan bisa dilalui.Masih menyangkut rencana tur Sumatera, hal ketiga adalah menyangkut biaya.Menurut Syaykh, biaya tur ke Sumateraini cukup besar. Mungkin bisa tiga kalilipat dari biaya tur ke Jawa- Madura yanglalu. “Mudah-mudahan yang 70 persenditanggung, yang 35 persen kita cari kemana-mana. Mudah-mudahan dapat,”kata Syaykh.Dengan biaya sebesar itu kata Syaykh,diharapkan tim ASSA bisa tidak seperti diKarawang. Dimana air adem untuk mandisaja pun susah apalagi air hangat. Padahalmenurut Syaykh, obat sepeda itu airhangat. Begitu selesai bersepeda, terjun keair hangat dan lap semua, badan langsungterasa segar kembali. Dan hebatnya sepedaitu, menurut Syaykh, tidak ada capek ataulelah. Paling-paling wajah terbakar.Akhirnya, menjelang tur Sumatera,Syaykh menyimpulkan tiga hal penting yakni, pendaftaran dibuka bulan November danditutup bulan Desember. Kemudian dilakukan latihan dan periksa kesehatan. Danketiga, biaya agar disiapkan. „ MSTim ASSA di pendopo Kampus Al-Zaytun setelah menyelesaikan Tour Pra Sumatra 22Oktober 2008.Pendaftarantour Sumateraakan dibuka mulai1 November 2008dan ditutup akhirDesember 2008.Setelah itu tidakdibuka lagi.Setiap yang inginikut serta harusmelakukan latihansetiap hari rutin,minimal satu jamsetiap hari.Ketua Panitia Tour Pra Sumatra: Ketua 1: Muttahid Ajwar (kedua dari kiri), Ketua 2: FathanMubinan (tengah), Ketua 3: Hillman Mushaddiq Suaidy (ketiga dari kanan).foto-foto: berindo
                                
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50