Page 32 - Majalah Berita Indonesia Edisi 86
P. 32


                                    32 BERITAINDONESIA, Februari 2013 L ENTERALENTERAcivilization),” katanya.Menurut SDA, salah satu strategi untuk meraih peradabanyang hilang dan membangun peradaban baru sebagaimanadipraktekkan oleh sebagian umat manusia adalah melaluipembangunan dalam bidang pendidikan. “Sebuah pendidikan yang bermutu dan unggul, dan Ma’had Al-Zaytuntelah dan sedang melakukan itu. Ma’had Al-Zaytun telahmengambil pilihan yang sangat tepat yaitu melaluipendidikan membangun manusia, peradaban dan membangun masa depan,” katanya..Saat ini berbagai lembaga pendidikan Islam tumbuh secaraalamiah, seperti Pesantren dangan beragam bentuknya,Madrasah dengan berbagai jenjangnya, dan sebagainya.Berbagai jenis dan jenjang pendidikan Islam itu, sekitar 8¾rstatus negeri atau dikelola langsung Kementerian Agama,sedangkan sisanya berstatus swasta. Bahkan untuk pesantren,100% dirintis dan dikelola oleh masyarakat. Artinya adakesadaran kolektif dari masyarakat terkait denganpembangunan pendidikan Islam ini.Menurut SDA, persoalan mulai muncul ketika kesadarankolektif masyarakat atas pendirian lembaga pendidikan Islam secara kuantitatif, belum atau bahkan tidak diiringidengan kesadaran kualitatif, yaitu aspek mutu dankeunggulan. “Ketika Islam lebih dipahami sebatas simbolik,maka identitas Islam yang melekat pada lembaga pendidikanhampir tidak memberikan makna yang jauh lebih substantifketimbang simbol. Maknasimbolik seakan mengabaikan tuntutan kualitas yangsebenarnya sangat diharapkan dalam ajaran Islam,”kata Menag dalam sambutantertulisnya.Dia menggarisbawahi tahun baru Islam memang tidaksesemarak tahun baru Masehi. Tahun baru Islam itubaru diperingati pada tempattempat terbatas. “Salah siapa? Ini adalah salah kitasemua,” katanya. Padahal,jelasnya, Hijriyah itu memilikisejarah yang sangat luarbiasa, juga memiliki ajaranajaran kemanusiaan yangsangat unggul yang harus kitateladani sepanjang masa.“Tetapi tahun baru hijriyahdilupakan. Ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu,apa tadi yang disebutkanoleh kiai Ahmad Zaini, mengenai tahun baru hijriyah,hendaknya kementerian agama merayakan, pondokpondok pesantren merayakan. Alhamdulillah mulaitahun ini kami sudah merayakan di Masjid Istiqlal,”ungkap SDA.Dia berharap hal ini ditradisikan baik secara nasionalmaupun lokal di pondokpondok pesantren dan di tempat-tempat lainnya. Diamenyebut banyak manfaatnya. Di antaranya untukmenyatukan visi dan kekuatan umat Islam bahwa kita adalahumat yang terbaik. “Umat terbaik tidak akan memberikanmanfaat besar apabila umat yang baik itu terpecah belah,”kata SDA. Dia mengingatkan umat Islam yang besar akanmenjadi kecil bila tercerai berai.Perihal anggaran pendidikan yang telah dipatok 20 persendari anggaran belanja negara, Menag mengatakan secaranasional dari tahun ke tahun meningkat. Dia menjelaskanpendidikan di Indonesia dikelola oleh dua kementerian yakniKementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan KementerianAgama yang meliputi pondok pesantren, madrasahmadrasah, perguruan tinggi agama Islam, perguruan tinggiatau sekolah-sekolah dari agama Kristen, Katolik, Hindu danBudha. Oleh karenanya, pembiayaan pendidikan agama,juga dialokasikan lewat kementerian agama. Lumayan besar,kurang lebih ada 40 triliun pada tahun 2013 untukdifokuskan dalam peningkatan kualitas pendidikan agamadan keagamaan di Indonesia.Maka dia mengatakan, jangan khawatir kalau lembagapendidikan keagamaan belum mendapatkan pembiayaandari pemerintah. Nanti pasti dapat, walaupun besarnya masihbelum memuaskan. Karena lembaga pendidikan agamaterutama agama Islam kurang lebih 92 persen swasta.Sementara pendidikan yang dikelola oleh kementerianPRASASTI:Menteri AgamaSuryadharma Alimenandatanganiprasasti peresmianIAI Al-Azistertanggal 12-12-12. Foto Bawah:Menteri Agamadidampingisejumlah pejabatKemenag, SyaykhAl-Zaytun dan Umiserta BupatiIndramayu Hj.Anna Safana
                                
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36