Page 34 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 34
34 BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016LENTERALenteramembeli (menampung) hasil panen petanisesuai harga pasar. Para petani sewaktuwaktu dapat membelinya kembali denganharga yang sama. Hal ini dilakukan agarhasil panen dapat tersimpan dengan baik diIstana Beras Al-Zaytun dan para petani tidakmenjual hasil panennya dengan hargamurah kepada para tengkulak.Hasil panen diprioritaskan selain untukkonsumsi sekitar 8.000-10.000 penghuniAl-Zaytun juga untuk memberikan subsidipangan kepada seluruh anggota KSU-DKI,berupa beras sebanyak 20 kg/anggota/bulandengan harga yang ditentukan atas kesepakatan bersama.Syaykh Panji Gumilang yakin apabilamodel yang diterapkan oleh Al-Zaytuntersebut dilaksanakan di banyak tempat,maka ketahanan dan kemandirian pangannasional akan mudah tercapai dan kesejahteraan petani pun akan semakin meningkat.Menurut Syaykh Al-Zaytun, dalam sambutan selametan panen reundeung tersebut,model P3KPI tersebut dibentuk untukmewujudkan ekonomi kerakyatan ataudalam istilah Bung Karno disebut sosioekonomi. “Kita bersyukur, kemudian kitaselamati atas keberhasilan kita ini. Pertama,kita bersyukur kepada Allah, terpuji Allahyang telah melimpahkan karunianya, karunia yang pertama adalah sehat, berbuat baikharus sehat, menuntut ilmu harus sehat,menata ekonomi harus sehat, mengajarharus sehat. Maka sehat ini nikmat yang luarbiasa. Kita tahun ini, telah diberi kesehatanuntuk menata ekonomi, produk pertaniankita Alhamdulillah, panen reundeunghasilnya 4 ton/bahu, tapi ada juga yang 6,9ton,” terang Syaykh di hadapan ratusan parapetani yang tergabung dalam P3KPI, gurudan dosen serta pengurus Al-Zaytun. Syaykh memaparkan, dari 404 hektarlahan yang ditanam (musim tanam 2015-2016), sampai sore (27/4/2016), telahselesai panen 86% dan hasil panennyamencapai 1.400 ton. Diperkirakan nantiselesai semua panen reundeung (panenpertama) akan mencapai 1.600 ton. Danpanen sadon (panen kedua) untuk tahun ini50% atau 800 ton. Sehingga akan menghasilkan lebih 2.400 ton tahun ini. Keperluankonsumsi Al-Zaytun sekitar 95 ton GKG,berarti cukup untuk kebutuhan 25 bulan,dua tahun lebih.Lebih jauh Syaykh menjelaskan, maka darisejak awal berdiri Kampus Al-Zaytun ini, halpertama kali dilakukan adalah mempersiapkan lahan olahan, bukan guru, bukanmurid, bukan. “Yang mula-mula dipersiapkan adalah lahan olahan kalau kita maumenerima murid, lahan untuk asrama, lahanuntuk bangunan, lahan untuk sekolahan,lahan untuk tempat tidur, lahan untukmakanan anak-anaknya. Maka dipersiapkanlah sawah. Ini sejarah, pertama kalisawah ditangani sendiri, guru nyawah,dosen nyawah, karyawan nyawah, rametapi hasilnya tidak maksimal, malah rugi dan Syakh Al-Zaytunmenjelaskan,maka dari sejakawal berdiriKampus AlZaytun ini, halpertama kalidilakukanadalahmempersiapkanlahan olahan,bukan guru,bukan murid,bukan.

