Page 35 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 35
BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016 35LENTERAtambah utang. Maka diadakan reformasipenanaman padi. Belakangan dibentukP3KPI melibatkan masyarakat, ada yanggarap 5 bahu dan 10 bahu (7 hektar),”jelasnya.Masa percobaan ada yang kerjakan 2sampai 5 bahu. Kalau hasil olahannya bagus,disiplinnya tinggi, dipercayakan mengerjakan lebih luas lagi, sampai ada yangmengolah 10 bahu. Syaykh pun memintapetani yang mengolah 10 bahu tunjuktangan. “Modal mereka dari yayasan, bibit,pupuk dan obat-obatan juga disiapkan.Terutama bibit tidak boleh membeli di toko,karena tidak terjamin. Bibit yang disiapkandan pupuk yang sudah diseleksi oleh pembuat pupuk di sini, pemberian bibit di sini tidakdiserahkan kepada orang yang tidak bertanggung jawab, setiap hari bibitnya dibacakan asmaul husna,” jelas Syaykh.Perihal keunggulan bibit padi tersebutSyaykh mengungkapkan: “Tahun ini, diwilayah kita ini banyak yang diserang hama,itu berdampingan dengan sawah yangdikelola P3KPI. Tapi, Alhamdulillah sawahkita tidak diserang, sampai ada yang bertanya apa sih Syaykh tipsnya? Tipsnya jangandipanggil namanya (tikus), nanti tersinggung, sebut saja den bagus. Maka P3KPIkalau ada den bagus ajak ngomong dari hatike hati, ngomongnya, ngono yo ngono ningojo ngono, Insya Allah padi kita aman. TapiP3KPI menghapal itu saja susah. Tapi yangjelas sampai hari ini Syaykh tidak pernahpanggil namanya,” ungkap Syaykh serayatertawa.Dengan model pemberdayaan petani yangdilakukan oleh Al-Zaytun tersebut, dalamacara selametan panen tersebut salahseorang petani yang mengelola sawah 5bahu mengaku bisa menghasilkan uangRp30 juta selama 4 bulan. Maka jikadikalkulasi gaji petani tersebut Rp7,5 jutaper bulan, jauh lebih tinggi dari Upah Minimum Daerah (UMD) Kabupaten Indramayu Rp1.600.000. Atau kalau ditambahpanen kedua 50% saja, maka pendapatannya per tahun Rp45 juta per tahun atau Rp3. 750.000 per bulan.“Bahagialah petani, syukuri, maka diajakselametan,” kata Syaykh Al-Zaytun. Syaykhpun mengatakan para petani itu diajakmotong entok, sebagai bukti rasa syukurmereka. “Mengapa entok, karena entokmerupakan makanan tradisi Indramayu,”ungkap Syaykh. Sajian entok dari parapetani itu menjadi bagian dari menu santapan pada malam selametan tersebut.Rasa syukur diungkapkan Syaykh atashasil panen pertama tahun ini. “SeandainyaAl-Zaytun harus beli beras, maka rambutSyaykh akan putih semua dan rontok semuakarena memikirkan makan untuk 10 ribuanorang tiap hari. Anak-anak itu kalau hanya10 orang menangis gak apa-apa. Tapibayangkan jika 10 ribu orang nangis laparsemua,” kata Syaykh memberi ilustrasi.“Tapi berkat hasil panen, AlhamdulillahDzikir dan acaraselamatan panenreundeung musimtanam 2015-2016 diMashiqoh, Al-Zaytun,Rabu malam 27 April2016, dihadiri ratusanpetani P3KPI, guru dandosen serta eksponenAl-Zaytun.

