Page 38 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 38
38 BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016LENTERALenteraaya kagum atas pengelolaan pertanian dan pemuliaan lingkungandi kampus bersemangat pesantrentetapi bersistem modern (pesantren spirit but modern system) tersebut.Suatu lembaga pendidikan yang menumbuhkembangkan kemandirian dan selaluberkreasi meningkatkan kualitas bernilaitambah (value added).Namun di tengah bertumbuhnya karyakarya besar di pesantren modern ini, jugadiserang dengan berbagai lontaran isunegatif, di antaranya isu aliran keras, sesatdan NII (Negara Islam Indonesia). Hal inimengundang kontroversi yang amat tajamdan bertolak belakang.Perihal berbagai isu negatif kepada ponpesini, atau lembaga (pribadi) mana pun,sebagai seorang muslim, saya selalu memoIr. Rauf PurnamaBaca ASI MencerahkanSaya sudah pernah berkunjung ke Ma’had AlZaytun, tahun 2002. Terasa sudah lama sekali.Ketika berkunjung itu, saya kagum dan mengapresiasi pengasuhnya, khususnya Syaykh PanjiGumilang, baik dalam hal manajemen boarding school maupun manajemen pertaniannya.Ketika itu, saya mendiskusikan penggunaanpupuk majemuk (phonska) hasil temuan(racikan kimiawi) saya.hon pertolongan Allah SWT, supaya sayaterhindar dari sifat SMS (senang melihatorang susah, dan susah melihat orangsenang).Walaupun harus saya akui bahwa isu-isunegatif itu terkadang mengundang keprihatinan dan keingintahuan. Tetapi karenakesibukan, selama sepuluh tahun lebih, sayatidak pernah lagi berkunjung langsung keAl-Zaytun. Syukur, setelah lama tidakberkunjung ke sana, dahaga keingintahuansaya atas perkembangan ponpes ini serasaterpuaskan setelah membaca buku AlZaytun Sumber Inspirasi (ASI), Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, yangditulis oleh Drs. Ch. Robin Simanullang danditerbitkan Pustaka Tokoh Indonesia,Jakarta, 2015.Saya mengenal dekat penulis buku ini.Seorang jurnalis yang mengedepankankebaikan dan kebenaran. Terkadang sesewaktu, saya menelepon sahabat yang satuini untuk sekadar mengundang makan siangsambil ngobrol kemajuan, industri dan nilaitambah (daya saing) bangsa ini. Selaluobrolan yang santai dan inspiratif. Jadi, sayasangat kenal pribadi, jalan pikiran danintegritasnya.Sehingga saya sangat menikmati uraiannya dalam buku yang diberi judul ASI ini.Serasa seperti ngobrol santai tapi inspiratif.Sebagaimana diuraikan penulisnya danpengantar penerbitnya, tentang maknainspiratif dari akronim judul buku ini (ASI,Al-Zaytun Sumber Inspirasi). Hal mana ASIdalam akronim yang sudah lazim adalah AirSusu Ibu, yang diyakini memiliki kekuatanmagis (luar biasa) terutama pada pekanpertama kehidupan bayi, melindungi dariinfeksi usus, membantu pencernaan danmenjaga bayi dari flatulensi. ASI jugamembantu bayi mengembangkan sistemkekebalan tubuh dan melindungi diri darialergi dan berbagai penyakit lainnya yangamat menentukan masa depannya. Zat yangterkandung di dalam ASI cukup majemukdan menyehatkan.Disebutkan, demikian pula Al-Zaytun takubahnya ASI bagi anak-anak negeri dandunia untuk bertumbuh menjadi manusiatangguh, sehat jasmani-rohani, berakidahyang kokoh dan berilmu pengetahuan luas.Juga ASI (Al-Zaytun Sumber Inspirasi) bagisemua orang bijaksana yang bervisi danSIr. Rauf Purnama,mantan Ketua Umum PII (Persatuan Insinyiur Indonesia)

