Page 41 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 41
BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016 41Y BERITA OPINIFoto: reproGojek (Mindset, Skillset, Toolset)Gojek adalah bukti bahwa perubahan tidakbisa dihindari. Berubah atau mati.ojek adalah layanan ojek online. Gojek menjadi fenomenakarena jumlah Gojek danpengguna Gojek yang bertambah dengan cepat hanya dalam hitungan bulan. Saya dulu kalau maunaik ojek yah harus cari ojek di pengkalan ojek atau memberhentikan ojekdi pinggir jalan. Nah, kalau sudahdapat ojek, saya harus tawar menawardulu dengan abang ojek tentang ongkos. Tahap tawar menawar ini yangsering bikin pusing kepala. Standarharga ojek untuk jarak yang samaantar abang ojek itu berbeda-beda.Mungkin yang bikin beda, bisa jenismotor yang dipakai: kalau motornyaNinja maka lebih mahal dari motorHonda Astrea. Bisa juga yang bikinbeda, faktor cuaca: kalau cuaca hujanbiasanya harga lebih mahal daripadacuaca terang benderang. Seringkalikalau harganya kemahalan, sayaakhirnya memilih jalan kaki, naiktaksi atau angkutan umum lain.Tapi sejak ada Gojek, saya tidak perlulagi cari-cari ojek di pinggir jalan, danyang terpenting mendapatkan layanan harga pasti. Cukup pesan Gojekmelalui handphone, langsung muncul harga sesuai jarak tempuh, dankalau sudah ketemu driver-nya,tinggal tunggu dijemput. Asiknyalagi, kalau naik Gojek, kita dikasihpenutup kepala untuk melindungikepala kita dari helm yang bekaspakai dan masker untuk melindungikita dari debu atau angin.Awalnya, ojek-ojek konvensional(ojek pangkalan) merasa terancamdengan kehadiran Gojek (ojek online).Mereka menulis di pinggir-pinggirjalan yang menjadi wilayah operasimereka dengan tulisan \online\akses masuk bagi ojek online. Adajuga yang melakukan tindakan kekerasan fisik kepada ojek-ojek online itu.Namun fakta berbicara bahwa konsumen banyak yang menggunakanojek online dan mulai meninggalkanojek konvensional. Fakta itu tidak bisadihentikan oleh tindakan-tindakanlama yang sudah bagaikan \ompong\mengaum, tidak akan berdampakapa-apa. Hasilnya kini kita bisamelihat ojek-ojek pangkalan sudahberseragam ojek online.Mindset (How You Think) layanan ojek sudah bergeser. Konsumensudah meninggalkan layanan ojekyang konvensional (mendapatkan ojekdari menyetop di pinggir jalan ataupergi ke pangkalan ojek, tarif ojekyang suka-suka abang ojek) danberpindah ke layanan ojek online(mendapatkan ojek dengan pesanmelalui mobile phone, dengan tarifpasti sesuai jarak). Konsumen merasakan kemudahan dengan adanyalayanan ojek online.Skillset (How You Act) yang perludimiliki abang ojek juga sudah berubah. Abang ojek online harus bisamenggunakan mobile phone sebagaialat untuk mencari konsumen dantransaksi. Abang ojek online jugaharus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik kepada konsumen. Ia harus menawarkan, dengansopan dan jelas, penutup kepala danmasker kepada setiap konsumennya.Abang ojek online juga harus memilikikemampuan mengendarai dan merawat motor dengan baik dan tidakmembahayakan konsumennya. Keahlian-keahlian itu menjadi keharusankarena jika konsumen kecewa makakonsumen bisa langsung menuliskomentar di aplikasi ojek online. Bedadengan ojek konvensional yang seringkali tidak standar dalam memberi layanan dan merasa aman-amansaja karena tidak perlu kuatir dengankomentar dari konsumennya.Toolset (What You Use) yangperlu dimiliki ojek online tentu berbeda dari ojek konvensional. Ojekonline perlu memiliki mobile phone.Juga perlu tahu cara mengoperasikanGPS (Global Positioning System), dancara membaca penunjuk jalan melalui aplikasi peta.Apa yang diceritakan mengenai Gojek adalah contoh bahwa perubahanterus terjadi. Makanya kita perlumenyadari apa yang sudah atau sedang berubah. Dengan memiliki faktatentang perubahan bisa mengubahcara kita berpikir (mind set), yangakan mengubah cara kita bertindak(skill set), dan mengubah alat bantuyang kita gunakan (tool set). DOANADIKARA, trainer, Corporate HR KompasGramediaGMeme gojek yang beredar di internet

