Search

The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiPengendara Motor yang Mematikan Mesin Sebelum Mendorong Masuk Gang Sempit Malam Hari
jejak-luar

Pengendara Motor yang Mematikan Mesin Sebelum Mendorong Masuk Gang Sempit Malam Hari

Tentang menghormati tidur orang lain tanpa harus dikenal

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Lama Membaca: < 1 menit

Di sebuah gang sempit yang sunyi, seorang pengendara motor tiba larut malam. Lampu rumah sebagian sudah padam, suara hanya berasal dari gesekan sandal di lantai semen. Sebelum memasuki gang, ia mematikan mesin motornya. Lalu mendorongnya pelan-pelan sampai depan rumah, memastikan tidak ada suara knalpot yang membangunkan siapa pun.

Gang sempit punya hukum tidak tertulis: segala bunyi terasa dua kali lebih keras. Suara motor di jam malam bisa memantul pada dinding rumah-rumah kecil, menembus jendela, menggantung di udara. Banyak yang tetap masuk dengan mesin hidup, sambil berpikir tidak ada pilihan lain.

Namun orang ini memilih cara berbeda.

Bukan karena takut dimarahi. Bukan demi dipuji sebagai yang paling peka di lingkungan. Tidak ada yang melihat, kecuali mungkin seekor kucing yang sedang tidur di tangga rumah sebelah.

Ia tahu bahwa malam milik banyak orang. Bahwa gang kecil bukan hanya jalur, tapi juga ruang istirahat. Jadi ia menahan kenyamanan pribadi demi kenyamanan bersama: mendorong motor pelan, roda berputar tanpa suara mesin, langkah mengikuti ritme sederhana.

Dalam Sistem Sunyi, ini adalah bentuk paling langsung dari kesadaran: hadir tanpa mengganggu dunia sekitar.

Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.

Peta Sunyi Terkait
Memuat tulisan…
geser →
Memuat istilah…
  • menyesuaikan diri dengan ruang, bukan memaksakan kebiasaan pribadi
  • menghargai malam sebagai milik bersama
  • membuat pilihan diam meskipun tidak ada yang menonton
  • mengorbankan sedikit tenaga demi ketenangan orang lain
  • memahami bahwa istirahat juga hak sosial

Tidak ada yang tahu. Tidak ada “terima kasih” yang muncul dari jendela. Tidak ada yang mencatat. Tapi ada satu malam yang tetap utuh, tanpa gangguan kecil yang sebenarnya bisa dihindari.

Kadang, kesopanan bukan soal apa yang kita lakukan. Tapi apa yang kita tidak pilih untuk mengganggu.

Kutipan
Tidak semua perjalanan butuh suara; beberapa cukup tiba tanpa mengusik siapa pun.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.

Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (25.5%), Gusdur (17%), Jokowi (16%), Megawati (11.8%), Soeharto (10.4%)
Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Sering Dibaca

Terbaru