Di dalam kelas yang lampunya agak redup, sebagian siswa sudah bersiap pulang. Seorang murid masih duduk membaca di sudut dekat jendela. Cahaya sore masuk, tetapi terhalang sedikit oleh tirai. Temannya berjalan melewati jendela, berhenti sebentar, lalu mengangkat ujung tirai hanya beberapa sentimeter, cukup untuk membuat halaman buku itu terlihat jelas. Ia tidak berkata apa-apa dan langsung lanjut merapikan tasnya.
Kepedulian kecil biasanya tidak memiliki suara. Tidak ada kalimat “butuh cahaya?”. Tidak ada sapaan, tidak ada instruksi. Hanya sedikit gerakan yang membaca situasi dan mengubahnya sebentar saja, lalu selesai.
Banyak orang mungkin membiarkan begitu saja. Bukan karena tidak peduli, tapi karena fokus pada hal lain. Namun siswa ini menangkap kebutuhan kecil orang lain dan menyesuaikan ruang tanpa membesar-besarkan sikap itu.
Ia tidak menyentak tirai sampai seluruh ruangan terang. Tidak mencari ucapan terima kasih. Ia cukup memastikan bahwa temannya bisa melanjutkan bacaannya tanpa memicingkan mata.
Dalam Sistem Sunyi, tindakan seperti ini adalah versi paling ringan dari kepekaan: mengubah situasi tanpa membuatnya menjadi cerita.
Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.
- melihat kebutuhan kecil tanpa diminta
- mengubah ruang sedikit agar lebih baik untuk orang lain
- bertindak tanpa pesan moral atau basa-basi
- menyesuaikan diri pada konteks, bukan mendramatisasi bantuan
- pergi tanpa berharap diingat
Tidak ada ucapan apa pun. Buku kembali dibaca. Cahaya cukup. Siswa itu bergerak lagi. Tidak ada yang mengingat momen ini, dan itu justru yang membuatnya bersih.
Ada bentuk kebaikan yang bahkan tidak sadar bahwa ia adalah kebaikan.
Kutipan
Tidak semua terang datang dari lampu; sebagian dari tangan yang menarik tirai sebentar lalu pergi.
Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.
Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.
Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com
Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.
Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.
Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.
Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.
Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.
Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.



