The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiLewat Seperti Angin
jejak-musik

Lewat Seperti Angin

Jejak Sunyi dalam Musik. Fragmen Sistem Sunyi #17

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro πŸ“· – Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Litani Sunyi
Lama Membaca: < 1 menit

Ada orang yang hadir dengan rasa yang besar, tapi tidak pernah benar-benar tinggal.

Kita pernah mengira mereka adalah rumah. Padahal mereka hanya persimpangan. Fragmen ini bukan tentang menyalahkan siapa pun. Bukan tentang siapa yang pergi lebih dulu.

Ini tentang satu hal yang lebih sunyi: ketika yang akhirnya pergi bukan cuma orangnya, tapi juga harapan yang dulu kita pelihara diam-diam.

Dan di titik itu, hidup tidak lagi terasa seperti kehilangan.

Ia hanya terasa… selesai.

Lewat Seperti Angin

@rielniro

Verse

Aku kira yang paling berat
adalah kehilanganmu pelan-pelan
ternyata yang lebih sulit
adalah melihat diriku berubah diam-diam

Aku masih menjalani hari
seperti orang yang baik-baik saja
tapi ada bagian kecil di dada
yang belajar tidak menunggu lagi

Chorus 1

Kamu lewat seperti angin
pernah terasa dekat
tapi tidak pernah benar-benar tinggal
Dan aku tidak menyalahkanmu
angin memang tidak diciptakan
untuk menetap

Outro

Kadang bayangmu lewat sebentar
bukan untuk menjatuhkanku
hanya untuk mengingatkan
bahwa tidak semua yang singgah
ditakdirkan jadi rumah

Chorus 2

Kamu lewat seperti angin
dan aku akhirnya paham
yang pergi bukan cuma kamu
tapi juga
harapanku sendiri

Outro 2

Dan itu…
membuat semuanya selesai
tanpa suara.

 


 

Ada fase ketika kita berhenti bertanya kenapa sesuatu tidak menjadi.

Bukan karena kita sudah kebal, bukan karena kita menang.

Tapi karena kita akhirnya sadar, tidak semua yang datang memang ditugaskan untuk menetap.

Sebagian hanya lewat.

Dan ketika kita tidak lagi menahan, tidak lagi mengejar, tidak lagi membuka pintu yang sama, yang tersisa bukan kekosongan.

Yang tersisa adalah diri sendiri, yang kembali ke tempatnya.

Itu bukan perayaan. Itu bukan pengumuman.

Itu hanya tanda bahwa segala sesuatu sudah berada di posisinya masing-masing.

Part of Sistem Sunyi

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi dalam Musik: ruang di mana karya musik diperlakukan sebagai fragmen kesadaran dalam ekosistem Sistem Sunyi.

Lagu dalam seri ini tidak berfungsi sebagai ilustrasi konsep atau media ekspresi emosional, melainkan sebagai artefak yang menyimpan jejak pengalaman batin yang telah ditata dan disadari.

Fragmen ini merupakan bagian dari arsip Sistem Sunyi dan ditempatkan sebagai penanda perjalanan kesadaran lintas medium.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi β€” di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
πŸ”₯ Teratas: Habibie (24.4%), Gusdur (17.1%), Jokowi (17.1%), Megawati (11.5%), Soeharto (9.8%)

Ramai Dibaca

Terbaru