Search

The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiAnak Sekolah yang Mengecilkan Suara Game Ketika Masih Ada Teman Belajar di Ruangan
jejak-luar

Anak Sekolah yang Mengecilkan Suara Game Ketika Masih Ada Teman Belajar di Ruangan

Tentang bermain tanpa mengganggu, meski ia juga punya hak atas ruang itu.

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Lama Membaca: < 1 menit

Di ruang kelas setelah jam pelajaran, beberapa murid sudah santai. Ada yang berbincang, ada yang berkemas, ada yang bersiap pulang. Seorang anak duduk di bangkunya, membuka gim ponsel, suaranya terdengar kecil. Lalu ia melirik sebentar ke depan, ada temannya yang masih belajar. Ia mengecilkan volume hingga hampir tidak terdengar, lalu lanjut bermain tanpa banyak gerak.

Tidak ada yang melarang bermain gim setelah pelajaran selesai. Tidak ada guru yang sedang memperhatikan. Teman yang belajar pun tidak meminta apa-apa. Suasana sudah longgar, dan anak-anak punya caranya masing-masing menikmati waktu.

Namun anak ini menangkap keadaan: ada seseorang yang masih butuh ketenangan. Bukan peraturan, bukan tekanan. Hanya rasa sadar terhadap keberadaan orang lain.

Ia tidak mematikan gim. Tidak berpura-pura ikut belajar. Ia hanya menurunkan suara, cukup untuk menghormati ruang bersama tanpa kehilangan ruang untuk dirinya.

Tidak ada tepuk tangan untuk itu. Tidak ada slogan “empati sejak dini”. Hanya kebiasaan kecil yang menunjukkan bahwa memperhatikan orang lain tidak harus mengorbankan diri; cukup menyesuaikan sedikit.

Dalam Sistem Sunyi, ini jenis sikap yang tumbuh dari dalam: kelembutan tanpa publik, pilihan tenang tanpa narasi.

Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.

Peta Sunyi Terkait
Memuat tulisan…
geser →
Memuat istilah…
  • menimbang kepentingan sendiri dan orang lain secara wajar
  • tidak memaksakan suasana diri ke seluruh ruangan
  • memilih menyesuaikan tanpa drama “mengerti”
  • menjaga ritme ruang bersama tanpa bendera moral
  • memberi ruang belajar bagi orang lain, meski ia sedang bersantai

Dari luar, itu hanya jari menyentuh tombol volume. Tapi sikap di baliknya jauh lebih besar dari suara yang ia kecilkan. Ia menunjukkan bahwa kesadaran bisa hadir bahkan dalam hal paling sederhana: bermain tanpa mengganggu.

Kutipan
Kadang yang membedakan berisik dan biasa hanyalah satu sentuhan di tombol volume, dan sedikit empati.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.

Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (25.5%), Gusdur (17%), Jokowi (16%), Megawati (11.8%), Soeharto (10.4%)

Sering Dibaca

Terbaru