The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiBukan Hukuman
jejak-musik

Bukan Hukuman

Jejak Sunyi dalam Musik. Fragmen Sistem Sunyi #13

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro πŸ“· – Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Litani Sunyi
Lama Membaca: 2 menit

Tidak semua kehilangan datang untuk menghancurkan. Sebagian hadir sebagai cara hidup menghentikan sesuatu yang terlalu lama kita pertahankan, padahal pelan-pelan mengikis kita dari dalam.

Ada perpisahan yang tidak membawa kebencian. Ia hanya meninggalkan satu kesadaran yang tidak nyaman, tapi jujur: bahwa kadang kita tidak ditinggalkan karena tidak cukup, melainkan karena kita terlalu melekat.

Lagu ini lahir dari ruang itu. Ruang ketika rindu masih datang sesekali, jejak masih muncul di tempat yang seharusnya biasa saja, tapi batin mulai belajar melihatnya tanpa harus jatuh lagi.

Bukan kemenangan. Bukan pembenaran. Hanya penerimaan yang pelan.

Bukan Hukuman

@rielniro

Verse 1
Aku sempat mengira ini hukuman
sebab rasanya jatuh tanpa suara
hari-hari tetap berjalan biasa
tapi dadaku seperti kehilangan arah

Aku tetap bangun, tetap bicara
tetap menaruh senyum di tempatnya
tapi ada ruang yang pelan retak
setiap kali namamu lewat di kepala

Chorus
Ternyata ini bukan hukuman
hanya sesuatu yang dihentikan pelan
bukan karena kau salah
bukan karena aku benar

Mungkin hidup tahu lebih dulu
aku terlalu melekat
aku terlalu lama bertahan
pada hal yang tak bisa kupeluk utuh

Verse 2
Kadang aku melihat jejakmu sebentar
di tempat yang harusnya biasa saja
seperti kau masih singgah
tanpa benar-benar kembali

Dan aku diam, tidak menuntut apa-apa
tidak juga berani berharap
aku hanya menatap diriku sendiri
yang ternyata belum selesai

Chorus
Ternyata ini bukan hukuman
hanya pintu yang ditutup perlahan
bukan untuk membenciku
tapi supaya aku berhenti menahan

Aku tidak disuruh lupa
aku hanya diajak pulang
ke tempat yang selama ini
aku tinggalkan diam-diam

Bridge
Aku tidak tahu apa namanya
antara rindu dan lega
antara ingin dan sadar
antara luka dan tenang

Yang aku tahu,
kalau kau tetap tinggal
mungkin aku tak pernah belajar
cara melepaskan tanpa merusak diri

Outro
Jadi biarkan saja waktu bekerja
tanpa perlu aku mengerti semuanya
jika kau datang sebagai ingatan
aku akan menerimanya sebentar

lalu melepasnya pelan
seperti orang yang akhirnya paham
ini bukan hukuman
ini cara hidup menyelamatkan

 


 

Ada luka yang tidak butuh penjelasan panjang. Ia hanya butuh keberanian untuk mengakui satu hal sederhana: kita terlalu melekat.

Dan ketika sesuatu diambil, kadang itu bukan hukuman, melainkan jalan yang disiapkan agar batin tidak runtuh lebih jauh.

Part of Sistem Sunyi.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi dalam Musik: ruang di mana karya musik diperlakukan sebagai fragmen kesadaran dalam ekosistem Sistem Sunyi.

Lagu dalam seri ini tidak berfungsi sebagai ilustrasi konsep atau media ekspresi emosional, melainkan sebagai artefak yang menyimpan jejak pengalaman batin yang telah ditata dan disadari.

Fragmen ini merupakan bagian dari arsip Sistem Sunyi dan ditempatkan sebagai penanda perjalanan kesadaran lintas medium.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi β€” di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
πŸ”₯ Teratas: Habibie (24.5%), Jokowi (17.2%), Gusdur (16.7%), Megawati (11.6%), Soeharto (9.9%)

Ramai Dibaca

Terbaru