The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiCinta yang Tak Dijalani
jejak-musik

Cinta yang Tak Dijalani

Jejak Sunyi dalam Musik. Fragmen Sistem Sunyi #02.

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Litani Sunyi
Lama Membaca: 2 menit

Tidak semua kedekatan meminta langkah. Sebagian hanya ingin dikenali, lalu dibiarkan tetap di tempatnya.

Ada pertemuan yang tidak salah, tidak pula kurang.
Ia hanya hadir untuk memperlihatkan bahwa batin masih mampu beresonansi tanpa harus bergerak menuju kepemilikan.

Lagu ini berangkat dari ruang itu.
Ruang di mana kesadaran datang lebih dulu daripada keinginan untuk melangkah.

Cinta yang Tak Dijalani

Cinta yang Tak Dijalani
@rielniro

Verse 1
Ada yang datang hanya sebentar
Namun tinggal lama di ruang terdalam
Seperti gema yang tak bersuara
Tapi menetap, tak pernah benar-benar hilang

Verse 2
Dua jiwa bertemu tanpa sandiwara
Dalam jeda yang jujur dan sederhana
Bukan karena dunia yang sama
Tapi karena getar batin yang seirama
Yang satu membaca dunia dengan rasa
Yang satu merasakan dengan pikirannya
Bukan sekadar ingin memiliki
Ada sesuatu yang lebih sunyi

Pre-Chorus
Resonansi itu lahir tanpa janji
Menembus logika, menyentuh inti
Namun tidak semua getar memanggil langkah
Beberapa cukup berhenti sebagai sadar

Chorus
Tidak semua cinta harus dijalani
Tidak semua yang seirama harus menyatu
Ada yang hadir hanya untuk mengingatkan
Bahwa hati ini masih mampu bergetar utuh
Bukan untuk dimiliki
Bukan untuk disimpan dalam janji
Cinta ini memilih bentuk lain
Tenang, dan tidak melukai

Bridge
Mereka tidak kehilangan cinta
Hanya belajar cara baru menanggungnya
Dalam diam yang dewasa
Dalam jarak yang menjaga makna
Saling paham tanpa saling menuntut
Saling tahu tanpa harus bersatu
Ada cinta yang tetap hidup
Justru karena tidak dipaksa tumbuh

Outro
Ini bukan cinta yang gagal
Ini bukan cinta yang berakhir
Ini cinta yang menemukan bentuk tertingginya
Kesadaran …
Yang pulang tanpa gaduh
Dan tinggal tanpa memiliki

 


Ada jarak yang tidak lahir dari ketakutan,
melainkan dari ketepatan membaca diri sendiri.

Ketika langkah tidak diambil, bukan karena ragu,
tetapi karena sadar bahwa tidak semua getar perlu dijadikan perjalanan.

Di situlah cinta ini memilih diam.
Bukan untuk menghilang,
melainkan untuk tetap utuh tanpa harus dijalani.

Part of Sistem Sunyi.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi dalam Musik: ruang di mana karya musik diperlakukan sebagai fragmen kesadaran dalam ekosistem Sistem Sunyi.

Lagu dalam seri ini tidak berfungsi sebagai ilustrasi konsep atau media ekspresi emosional, melainkan sebagai artefak yang menyimpan jejak pengalaman batin yang telah ditata dan disadari.

Fragmen ini merupakan bagian dari arsip Sistem Sunyi dan ditempatkan sebagai penanda perjalanan kesadaran lintas medium.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (24%), Gusdur (16.9%), Jokowi (16.9%), Megawati (11.6%), Soeharto (10.2%)

Ramai Dibaca

Terbaru