Search

The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiMurid yang Meluruskan Kembali Kursi Lipat Aula Setelah Acara
jejak-luar

Murid yang Meluruskan Kembali Kursi Lipat Aula Setelah Acara

Tentang menghargai ruang belajar dengan tindakan kecil yang tidak diumumkan

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Lama Membaca: < 1 menit

Acara sekolah baru selesai. Orang-orang berdiri, berbicara pelan, beberapa langsung keluar aula. Kursi lipat masih terbuka, sebagian bergeser sedikit, tidak lagi dalam barisan rapi seperti awal. Di antara arus keluar, seorang murid berhenti sebentar. Ia meluruskan kursinya pelan, menutup lipatannya, dan mendorongnya kembali ke tempat semula sebelum mengikuti langkah teman-temannya.

Aula sekolah adalah ruang hidup: tempat upacara kecil, pertunjukan sederhana, pertemuan singkat. Setelah acara, energi biasanya mengarah keluar. Berbicara di lorong, menunggu jemputan, atau sekadar mencari udara segar. Kerapihan jarang jadi perhatian utama.

Namun ada murid yang memilih melihat detail itu.

Tanpa diminta guru. Tanpa tatapan mencari pujian. Tidak memanggil teman untuk ikut. Ia hanya menyelesaikan apa yang ia pakai, memastikan kursi tidak ditinggalkan setengah terbuka atau menyilang barisan.

Tindakan ringan, tapi menjaga ritme ruang: aula siap lebih cepat, petugas kebersihan punya sedikit beban lebih kecil, kelas berikutnya merasa ruangan disiapkan untuk mereka, bukan ditinggalkan begitu saja.

Dalam Sistem Sunyi, ini beririsan dengan cara diam bekerja: tidak mengumumkan kebaikan, cukup melanjutkannya.

Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.

Peta Sunyi Terkait
Memuat tulisan…
geser →
Memuat istilah…
  • mengembalikan ruang belajar ke bentuk terbaiknya
  • merapikan sesuatu bukan sebagai tugas, tapi sebagai kebiasaan
  • memilih bertanggung jawab pada lingkungan bersama
  • bergerak tanpa menunggu instruksi atau apresiasi
  • memprioritaskan ketertiban kecil yang sering diabaikan

Tidak ada yang memfoto momen itu. Tidak ada pengumuman bahwa ia peduli. Ia tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang istimewa. Ruang kembali rapi, dan ia berjalan pergi. Sama tenangnya seperti datang.

Kadang kepemimpinan paling dasar bukan berdiri di depan, tapi merapikan belakang agar orang berikutnya bisa masuk tanpa beban.

Kutipan
Beberapa orang meninggalkan jejak lewat suara; sebagian cukup lewat kursi yang kembali rapi.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.

Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (25.5%), Gusdur (17%), Jokowi (16%), Megawati (11.8%), Soeharto (10.4%)

Sering Dibaca

Terbaru