The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiPagi di Depan Rumah Ompung
jejak-musik

Pagi di Depan Rumah Ompung

Jejak Sunyi dalam Musik. Fragmen Sistem Sunyi #07

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Litani Sunyi
Lama Membaca: < 1 menit

Ada pagi yang tidak datang membawa cerita. Ia hanya muncul sebagai keadaan.

Kabut menutup jarak pandang, jalan masih sepi, pintu-pintu belum terbuka sepenuhnya. Di depan rumah ompung, waktu terasa berjalan pelan, tanpa aba-aba, tanpa dorongan.

Fragmen ini lahir dari momen seperti itu. Bukan momen yang ingin dikenang, melainkan momen yang cukup dilewati dengan tubuh yang hadir. Berdiri di teras, melihat sekitar, tanpa keinginan untuk menamai apa pun yang lewat.

Di sini, sunyi tidak dicari. Ia hadir sebagai bagian dari pagi, bersama kabut, tanah basah, dan hal-hal kecil yang terus bergerak tanpa perlu disaksikan lebih jauh.

 

Pagi di Depan Rumah Opung

@rielniro
Dolok Sanggul, Humbahas

Verse 1
Kabut turun sampai pagar
Tanah masih basah semalam
Aku berdiri di teras rumah opung
Melihat jalan lewat begitu saja

Motor satu, lalu menyusul
Suara jauh patah di tikungan
Pintu-pintu belum terbuka
Pagi belum ramai benar

Chorus
Aku berdiri di sini
Sambil melihat pagi bekerja
Tidak ada yang perlu kusebut
Tidak ada yang perlu kutahan

Verse 2
Dua ayam jantan berkejar
Di lumpur yang belum kering
Seperti pagi tidak punya rencana
Selain berjalan pelan

Aku ikut melihat tanpa menilai
Mata terbuka, tubuh diam
Apa pun yang lewat di depan rumah
Cukup lewat saja

Chorus
Aku berdiri di sini
Sampai kabut menipis sendiri
Jika hari ingin berlanjut
Aku tidak mendahuluinya

Outro
Ketika terang mulai menetap
Aku masih di tempat yang sama

 


 

Lagu ini tidak berusaha menyimpan pagi atau mengubahnya menjadi makna.

Ia hanya membiarkan satu waktu berlalu sebagaimana adanya, tanpa ditahan, tanpa diburu.

Di depan rumah ompung, pagi datang dan pergi sendiri. Dan itu sudah cukup.

Part of Sistem Sunyi.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi dalam Musik: ruang di mana karya musik diperlakukan sebagai fragmen kesadaran dalam ekosistem Sistem Sunyi.

Lagu dalam seri ini tidak berfungsi sebagai ilustrasi konsep atau media ekspresi emosional, melainkan sebagai artefak yang menyimpan jejak pengalaman batin yang telah ditata dan disadari.

Fragmen ini merupakan bagian dari arsip Sistem Sunyi dan ditempatkan sebagai penanda perjalanan kesadaran lintas medium.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (24.3%), Gusdur (16.8%), Jokowi (16.8%), Megawati (11.5%), Soeharto (10.2%)

Ramai Dibaca

Terbaru