Search

The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiSeseorang yang Menahan Suara Pintu Pagar agar Tidak Mengganggu Tetangga Dini Hari
jejak-luar

Seseorang yang Menahan Suara Pintu Pagar agar Tidak Mengganggu Tetangga Dini Hari

Tentang pulang pelan-pelan agar yang lain tetap tidur

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Lama Membaca: < 1 menit

Pukul tiga pagi, jalan sudah lama sepi. Lampu jalan menyala redup, hanya suara serangga yang terdengar. Seorang warga pulang terlambat, mendorong pagar rumah perlahan. Tangan menahan besi agar tidak berbenturan. Setelah masuk, ia menutupnya kembali dengan pelan, memastikan tidak ada suara yang memecah tidur tetangga.

Di jam-jam seperti itu, keheningan terasa penuh. Setiap bunyi kecil bisa terdengar lebih tajam. Banyak orang pulang tanpa berpikir panjang. Mendorong pagar seperti biasa, membiarkan suara logam bertemu logam. Tidak ada niat buruk, hanya ritme harian yang terbawa.

Tapi orang ini tahu jamnya berbeda. Ia berhenti sebentar, menahan getaran, memastikan pintu tidak mengeluarkan denting keras. Gerakan sederhana, tapi menunjukkan satu hal: ia sadar ia tidak sendirian di dunia ini.

Tidak ada yang melihat dari jendela. Tidak ada yang akan memberi pujian di grup RT. Tidak ada kamera untuk menunjukkan “kepedulian lingkungan”. Hanya pilihan kecil untuk tidak menambah suara yang tidak perlu.

Dalam Sistem Sunyi, ini dekat dengan disiplin batin: diam bukan karena takut, tapi karena menghargai.

Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.

  • membaca suasana, bukan mengikuti kebiasaan mekanis
  • menahan reaksi refleks demi kenyamanan bersama
  • bersikap halus bahkan ketika tidak ada saksi
  • menganggap ketenangan orang lain sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi
  • memilih lembut ketika kuat juga memungkinkan

Pagar pelan menutup. Tidak ada suara berarti yang tertinggal. Orang itu masuk, menyalakan lampu seadanya, lalu hilang ke dalam rumah.

Peta Sunyi Terkait
Memuat tulisan…
geser →
Memuat istilah…

Kadang, kesopanan paling sunyi bukan soal bicara “permisi”, melainkan cara kita tidak menciptakan alasan bagi orang lain untuk terbangun dari tidur.

Kutipan
Tidak semua kebaikan terdengar; sebagian justru terdengar karena ia tidak muncul.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.

Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (25.5%), Gusdur (17%), Jokowi (16%), Megawati (11.8%), Soeharto (10.4%)
Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Sering Dibaca

Terbaru