Search

The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiTetangga yang Menurunkan Suara TV Saat Lewat Jam Malam
jejak-luar

Tetangga yang Menurunkan Suara TV Saat Lewat Jam Malam

Tentang menghormati batas waktu tanpa perlu bicara apa pun.

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Lama Membaca: < 1 menit

Di sebuah lingkungan perumahan, malam pelan-pelan menjadi lebih tenang. Suara kendaraan berkurang, lampu rumah satu per satu padam. Dari dalam salah satu rumah, suara televisi terdengar jelas, sampai seseorang dari dalam menekan tombol volume. Tidak drastis, hanya cukup untuk menyatu dengan keheningan luar. Lalu ia melanjutkan menonton tanpa banyak pikir.

Jam malam sering menciptakan kesadaran tanpa kata: suara yang biasanya tidak masalah di siang hari, mendadak terasa terlalu keras. Tidak ada aturan tertulis, tidak selalu ada teguran. Hanya semacam kesepakatan sosial tak terlihat bahwa malam punya hak untuk lebih pelan.

Tetangga ini mengikuti ritme itu. Tidak menunggu ada yang mengetuk pintu. Tidak menunggu keluhan. Tidak perlu pesan grup perumahan. Ia hanya menurunkan volume, seolah tahu bahwa ketenangan bersama juga perlu dijaga.

Tidak ada yang memuji. Tidak ada yang sadar. Bahkan mungkin ia sendiri tidak merasa sedang melakukan sesuatu. Hanya kebiasaan sederhana: menyesuaikan diri dengan waktu.

Dalam Sistem Sunyi, sikap seperti ini dekat dengan inti gerak: menghormati ruang sekitar tanpa mengumumkan kepekaan itu.

Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.

  • membaca suasana tanpa perlu diberitahu
  • memilih tenang meski tidak ada larangan
  • menjaga kenyamanan lingkungan tanpa drama
  • memahami bahwa waktu juga punya etika
  • merespons keadaan, bukan ego pribadi

Rumah itu tetap terang. Acara TV tetap berjalan. Tidak ada yang heroik. Hanya sedikit penyesuaian yang membuat malam tetap tenang bagi tetangga lain.

Peta Sunyi Terkait
Memuat tulisan…
geser →
Memuat istilah…

Dan mungkin, di lingkungan seperti itu, tidur lebih mudah terasa, karena ada seseorang yang memilih pelan ketika bisa saja tidak peduli.

Kutipan
Tidak semua kepedulian terdengar; sebagian justru lahir dari suara yang dipelankan.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.

Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (25.5%), Gusdur (17%), Jokowi (16%), Megawati (11.8%), Soeharto (10.4%)

Sering Dibaca

Terbaru