Page 55 - Majalah Berita Indonesia Edisi 68
P. 55


                                    BERITAINDONESIA, 16 Juni - 20 Juli 2009 55BERITA TOKOHAndi - Rizal - ZulkarnaenTrio Mallarangeng Dukung SBYFaisal BasriMenangisi BoedionoPengamat ekonomi Faisal Basri mengaku sempat meneteskan air mata,ketika cawapres Boediono ditudingdengan sebutan neoliberalis. Dosen UIyang turut melahirkan PAN -meskipunakhirnya mengundurkan diri, tidak aktiflagi - ini tidak tahan, saat sahabatnyadicerca, didemo, disudutkan dengan label neolib. Hal itu disampaikan Faisal Basri saat peluncuran bukukarya Boediono yang berjudul “Ekonomi Indonesia, Mau keMana?”, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Matraman,JakPus, pertengahan Juni lalu. Faisal mengatakan, paham neolibini tidak diterapkan di Indonesia, tetapi unsur-unsur neolib adadi Indonesia.”Unsur neoliberalisme memang ada tapi janganlantas di generalisasi semua itu pada satu rezim sehinggalangsung disebut rezim neoliberalisme,” ujar Faisal dalamblognya. Ia meminta masyarakat tidak tumbuh dalam kecurigaanberlebihan terhadap pemerintahan hanya karena ada unsurpasar bebas di dalamnya. Menurutnya justru membawakesejahteraan bagi masyarakat adalah tugas pasar. “Tapi, pasaritu liar. Oleh karena itu, harus dikendalikan oleh pemerintah.Makin liar pasar, maka kendali pemerintah harus makin kuat,”katanya.Prabowo SubiantoTerpaksa Jadi PengusahaCalon wakil presiden PrabowoSubianto yang sekarang mempunyai aset lebih dari Rp 1,5 triliunmengaku menjadi pengusaha karena terpaksa. Dia mengaku terpaksa karena uang pensiunnyasebagai Letnan Jenderal pada 1998hanya Rp 900 ribu. “Uang pensiunsebesar itu sangat menyulitkansaya. Sekarang uang pensiun naikmenjadi Rp 1,4 juta,” kata Prabowopada Rapat Pimpinan Nasional(Rapimnas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Jakarta pertengahan Juni lalu. Prabowo mengaku beruntung setelah keluardari TNI langsung diajak adiknya Hashim Djojohadikusumountuk terjun ke dunia usaha. Selama 11 tahun, Prabowo banyakbelajar tentang praktik dagang di Indonesia yang sarat denganpenyimpangan. “Saya akhirnya belajar banyak. Rupanya praktikdagang itu banyak tipu-tipunya,” kata putra begawan ekonomiSumitro Djojohadikusumo ini. Dia mengaku prihatin denganmaraknya praktik bisnis semacam itu dan berusaha mengingatkan pemerintah yang tengah berkuasa.Harry Sasongko TitrotjondroPimpin IndosatNama keluarga Mallarangeng nampaknya semakinakrab di telinga masyarakat.Sebab, ada tiga Mallarangeng yang menjadi salahsatu motor tim sukses SBYBoediono. Mereka adalahAndi Alfian Mallarangeng,Rizal Mallarangeng, dan Zulkarnaen Mallarangeng. Ketiganya merupakan putramantan Wali Kota Parepare,Sulsel, Andi Mallarangeng dan Andi AsniPattopoi. Andi Mallarangeng kelahiranMakassar, 14 Maret1963 adalah juru bicarakepresidenan sejak 20 Oktober 2004. Diajuga menjabat ketua departemen sumberdaya manusia (SDM) DPP Partai Demokrat. Sedangkan Zulkarnain atau akrabdisapa Choel, adalah CEO Fox Indonesia,yang dikontrak Partai Demokrat dan SBY sebagai konsultan politik. Terakhir, RizalMallarangeng atau Celi. Doktor politik lulusan Ohio University, AS, itu adalah pendiri Fox Indonesia. Dia tibatiba muncul beberapa jamsebelum deklarasi pasanganSBY-Boediono. Direktur Eksekutif Freedom Institute itupada Pemilu 2004 mendukung Megawati. Dan pada Pilpres 2009dia sempat berkampanye sebagai calonpresiden alternatif dengan trademarkRM09.Harry Sasongko Titrotjondro resmidiangkat sebagai direktur utama PTIndosat Tbk (ISAT) menggantikan JohnnySwandi Sjam. Demikian hasil RapatUmum Pemegang Saham yang digelar diGedung Indosat, Jalan Medan MerdekaSelatan, Jakarta, pertengahan Juni lalu.Harry yang saat ini menjabat CountryManager GE Money Indonesia, akanbertugas di Indosat terhitung Agustus2009. Susunan direksi lainnya adalah Peter Kuncewicz, Steve Hobbs, FadzriSentosa, serta Kaizad Bomi Heerjee. Perampingan jumlah direksi Indosat darisembilan orang menjadi enam sudahdiprediksi sejumlah kalangan sebelumnya. Posisi direksi didominasi perwakilan dari Qtel selaku pemegangsaham mayoritas (65 persen). Sedangkan pemerintah Indonesia (14,2 persensaham) cuma mendapat jatah satudireksi yaitu Fadzri Sentosa dan duakomisaris, Jarman serta Rionald Silaban. Rencananya, Indosat akan memberikan deviden sebesar Rp 175,85 perlembar saham yang akan dibagikan pada22 Juli mendatang.Andi, Rizal, dan Zulkarnaen Mallarangengfoto-foto: ist
                                
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59