Page 58 - Majalah Berita Indonesia Edisi 68
P. 58


                                    58 BERITAINDONESIA, 16 Juni - 20 Juli 2009Pertamina mencoba teknologi baru untuk menaikkanproduksi minyak di sumur-sumur tua di ladang minyakTarakan yang sudah berusia lebih 100 tahun. Caranyadengan menggunakan Electrical Submersible Pump (ESP).ksploitasi minyak besar-besarandi wilayah Kalimantan Timursudah belangsung sejak ratusantahun lalu. Ribuan juta barrel minyak disedot dari perut bumi Tarakan danSanga-sanga menyebabkan kandunganminyak tinggal sedikit. Itu sebab, tanpateknologi baru, mustahil produksi minyakdari lapangan-lapangan ini dapat dioptimalkan.Kini, PT Pertamina Unit Bisnis Eksplorasi dan Produksi (UBEP) Sanga-sangadan Tarakan mengembangkan teknologibaru yang diharapkan bisa menaikkanproduksi minyak dari sumur-sumur tua.Lapangan minyak Sanga-sanga dan Tarakan adalah ladang minyak tua yangselama ini dikelola oleh PT Medco EP Indonesia melalui Technical AssistanceContract (TAC) dan sejak 15 Oktober2008 lalu kerja sama pengelolaan itu tidakdiperpanjang lagi.Produksi meningkat dari rata-rata4.300 barrel hingga 5.200 barrel per harisetelah kedua lapangan yang selama 16tahun dikelola Medco EP Indonesia inikembali dikerjakan sendiri Pertamina.“Berdasarkan perhitungan kami, denganteknologi sekarang, Electrical Submersible Pump (ESP), produksi minyak dapatkita tingkatkan,” papar General ManagerPertamina UBEP Sanga-sanga Tarakan,Satoto Agustono kepada S Leonard Pohanwartawan Berita Indonesia di Tarakan,belum lama ini.Untuk menambang minyak, selama iniPT Medco menerapkan pumping wellatau pompa angguk, gaslift, dan flowingwell. Dari sekitar 1.500 sumur tua di Tarakan dan Sanga-sanga, hanya 103 sumuryang berproduksi, 61 sumur berada diTarakan. “Kita akan melakukan pengelolaan sumur-sumur tua yang dalamistilah perminyakan disebut reaktivasi.Kalau sumur itu masih potensial, kenapatidak,” ujar Satoto Agustono menjawabBerita Indonesia atas banyaknya bangunan-bangunan baik milik Pemerintahmaupun kepunyaan masyarakat di Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) di keduadaerah ini.Penambangan minyak di Tarakan sendiri sudah berjalan seratus tahun lebih.Lebih seribu sumur minyak dibor di pulaudengan luas daratan sekitar 241,5 kilometer (Km2) ini. Sejak ditemukan minyakbumi di Kampung Satu tahun 1897 akhirnya sebuah perusahaan minyak BelandaNederlandsch Koloniale Petroleum Maatschappij (NKPM) melakukan pengeboran pada koordinat X=1812,66 –Y=2974,24 dengan kedalaman 290 meteryang diberi nama sumur Pamusian 1. PadaTahun 1906 pengelolaan tambang minyakTarakan diserahkan kepada BataafschePetrolium Maatschappij (BPM) denganproduksi pertama 23 ton minyak.Pada tahun 1928, BPM sudah berhasilmembor 418 sumur minyak di AreaPamusian dengan produksi 22.700 barrelper hari. Melihat produksi ini, perusahaanminyak Belanda ini memperluas wilayahpengeborannya ke Sesanip, GunungCangkol, Mangatal, dan Juwata. Sampaitahun 1935, BPM berhasil membor 937lobang sumur minyak. Sebanyak 857sumur di Pamusian, 32 sumur Sesanip,dan 68 sumur di Gunung Cangkol danJuwata.Pada tahun 1942, masuknya tentaraJepang ke Indonesia, khususnya Tarakan- ratusan sumur minyak produktif sengajadirusak dan dibakar oleh BPM. Pengelolaan minyak di Tarakan diambil alihJepang, dan pada bulan Mei 1942 melakukan pengeboran sumur pertama diPamusian dengan nama sumur E (Enemi)657 yang kemudian berlanjut sampaibulan Juli 1945 membor sumur E 829.Atau hanya dalam waktu 3,5 tahun,Jepang berhasil membor 174 sumurminyak di Tarakan.Kalahnya Jepang dalam Perang DuniaII dan Indonesia merdeka, pada Desember 1946 BPM kembali mengelolaladang minyak di Tarakan. Namun,karena sesuatu hal, BPM meninggalkanTarakan. Dari tahun 1950 sampai tahun1968 atau selama 18 tahun kegiatantambang minyak di Tarakan tidak ada.Pemerintah akhirnya, atau tepatnya 15Oktober 1968 menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina. Namun setelahberjalan 2, 5 tahun atau pada 17 Maret1971 Pertamina mengadakan TechnicalAssistance Contract (TAC) dengan REDCO sebuah perusahaan minyak Amerika,selanjutnya mengalihkan kepada TesoroPetroleum Corporation, sebuah perusahaan Amerika.Berdasarkan pengalihan tersebut, laMengolah MinyakSumur TuaMengolah MinyakSumur TuaEBERITA DAERAHSemburan liar (blowout) salah satu sumur diTarakanfoto-foto: dok. berindo
                                
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62