Page 54 - Majalah Berita Indonesia Edisi 68
P. 54
54 BERITAINDONESIA, 16 Juni - 20 Juli 2009BERITA TOKOHANTRI MINYAK TANAH: Rakyat mengantri untuk dapat minyak tanahSaat ini neoliberal bukan hanya ekonomi saja, pendidikan juga termasuk neoliberal. Jadi sudah jalan. Jadi kalau orangketakutan Boediono adalah orang neoliberalis, sebenarnya sudah jalan sekarang, pemerintah sudah menjalankan itu.Pengusaha-pengusaha asing, pengusahabesar menguasai perusahaan-perusahaandi Indonesia.Seharusnya pusat-pusat perbelanjaanseperti Carrefour tidak diperbolehkan,kalau tidak mau dikatakan neoliberal.Kalaupun sudah terlanjur, mereka itu(Carrefour dan sejenisnya) harus dapatmenerima barang-barang bikinan rakyatdan harus dibayar kontan, jangan konsinyasi yang berarti modalnya dari rakyat.Seperti misalnya, beli cabe, sekarangumumnya konsinyasi. Konsinyasi dibayarkemudian, satu bulan. Kalau begini,rakyat yang memodali Carrefour.Padahal seharusnya, Carrefour memodali rakyat untuk menanam dan hasilnyaharus dibeli Carrefour dengan hargapantas. Begitu pula Indofood, rakyatdisuruh menanam, ada kentang dan cabe,dibiayai dan hasilnya dijual sama Indofood.Air juga sekarang sudah dikuasai Prancis. Padahal dengan Aqua itu bisa menghasilkan uang yang luar biasa. Jadisumber daya alam yang bisa menghidupirakyat banyak itu mesti dikuasai olehpemerintah untuk keperluan rakyatsebanyak-banyaknya, tapi sekarang sudahdikuasai asing. Tidak lagi sesuai denganUUD 1945, dan tekad kemerdekaan.Jadi kalau Indonesia ini mau bersatuterus, menjaga NKRI (Negara KesatuanRepublik Indonesia), ekonomi kerakyatan harus dijalankan. Tanpa itu, suatuketika, tinggal menunggu waktunya saja,bisa bangkrut.Sekarang bagaimana mau jalankankoperasi, ada Carrefour, Giant, Hypermart dan macam-macam. Persaingannyaterlalu berat. Mestinya seperti Carrefourdan Giant itu kerjasama dengan petanidan koperasi mesti diharuskan. Nah,undang-undangnya bagaimana. Jadisemuanya harus melakukan itu, baru orang miskin itu tertolong.Kalau seperti sekarang, kemiskinanakan tidak teratasi. Apalagi dengan carakasih BLT itu, jadi manja. BLT itu samasaja melestarikan kemiskinan. Ya, miskinterus. Ngapain kerja, nanti terima tiapbulan Rp 100.000. Dan uang seratus ribuitu memang untuk di desa-desa, besarsekali.Hutan Tanamanan IndustriTetapi sebenarnya, Indonesia kalaumau bangkit ekonominya, harus memanfaatkan tanah-tanah yang sudah tidakproduktif, luasnya 60 juta hektar. Dulu,tahun 1998, waktu Menteri KehutanannyaJamaluddin, yang sudah tidak produktifitu sebanyak 57 juta hektar, jadi sekarangitu kira-kira paling sedikit 60 juta hektar.Itulah yang bisa segera dikerjakan.Untuk membangun hutan yang rusakmenjadi kebun kelapa sawit atau karet dansebagainya, uang senilai BLT saja sudahcukup, lebih dari cukup. Bahkan kalaupinjam dengan dana komersil juga bisakembali. Pinjam saja sama China. Chinakan uangnya sangat banyak, sekaranguangnya US$1.7 triliun.Nah, caranya mengolah datangkantraktor. Sekarang mau beli traktor 10.000juga tidak sulit dari Jepang, dari Korea.Hutan yang rusak dan tidak produktifkalau diolah dengan cara menggunakanmesin-mesin modern, biayanya rendah.Nah, supaya biayanya rendah, tenagakerjanya, selain penduduk setempat,diambil dari TNI untuk menjalankantraktor mengolah tanah ditanami padi,singkong, jagung, hasilnya banyak, kelebihan. Nah, hasilnya bisa diekspor denganharga murah, bersaing. Sebab denganharga murah pun sudah untung.Langsung TNI suruh jalankan traktor,itu dwi fungsi. Jadi orang tidak iri lagi,kalau mau jalankan traktor ya silahkan.Dulu kan iri karena (TNI) ada yang jadigubernur, bupati dan sebagainya. Tapiwaktu itu menjadi gubernur, bupatimemang untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyataannya bisa tertib.Sekarang jalankan traktor saja. Nantikalau hari minggu latihan perang di situ,bikin barak-barak di situ. Tentaranya jaditentara modern juga, ada hasil, jadi bisabeli pesawat terbang, bisa beli macammacam. Bisa jadi contoh, dunia nanti akanbisa melihat Indonesia itu luar biasa (danbersatu dengan rakyat). Nanti dari pemanasan global akan terkagum sama Indonesia. Kesejahteraan prajurit naik dannegara mendapat devisa.Indonesia mempunyai tenaga banyak,orang-orang yang kerja ke Malaysia bisakembali semua. Tidak seperti sekarang ini,pemerintah tidak punya rasa malu samasekali. Punya rakyat yang kerja di negaraasing dan sering-sering menderita.Untuk segera membangun hutan yangrusak dan tidak produktif diperlukansekitar 10.000 traktor. Dibagi-bagi untukKalimantan Barat, Kalimantan Timur,Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan,Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jambi danlain-lain. Jadi dibagi-bagi, tiap-tiapprovinsi itu seribu. Dengan cara begitumaka pengelolahannya akan lancar sekali.Dan tanahnya subur, tidak usah dipupuksaja tanah Indonesia ini sudah subur. Apasaja ditanam bisa hidup. Jadi kalau maubekerja betul-betul pasti bisa.Sekarang ini dunia sangat kekuranganbahan baku kertas. Padahal, Indonesiasangat kaya bahan bakunya, apalagi bilahutan tanaman industri (HTI) dikembangkan. Jadi pasti bisa menghasilkandevisa yang banyak.Tapi, malah saya dipenjara karena HTI.Sebenarnya saya tidak salah, cuma karenaorang yang tidak mengerti makanya sayadipenjara. Jadi sebenarnya, HTI penghasilbahan baku kertas itu luar biasa masadepannya. HTI di Indonesia, lima tahunsudah bisa ditebang, sudah menghasilkan.Sementara kalau di China paling tidakditanam 40 tahun baru bisa ditebang.Eropa malah 80 tahun. Demikian Probosutejo. BI-BHSfoto: ist

