Page 48 - Majalah Berita Indonesia Edisi 68
P. 48
48 BERITAINDONESIA, 16 Juni - 20 Juli 2009BERITA POLITIKilustrasi: dendyParade Saling SeSaling serang antartim sukses dalam sebagian iklan danisu kampanye termasuk masih wajar dan memangseharusnya dilakukan. Namun pernyataan AndiMallarangeng awal Juli lalu sudah sangat berlebihan.aling serang antartim sukses mulaimengemuka saat SBY memilihBoediono menjadi pendampingnya untuk pemilu presiden Junimendatang. Pilihan SBY ini membuatPAN dan PKS tidak puas karena keduanyatelah memiliki cawapres untuk diajukan,yaitu Ketua MPR Hidayat Nurwahid dariPKS dan Mensesneg Hatta Rajasa dariPAN.Kedua partai itu menilai Boedionosebagai penganut paham ekonomi neoliberal yang hanya pro kepentingan pasarbebas dan bukan rakyat. Bahkan, penolakan Ketua Majelis PertimbanganPusat PAN Amin Rais memperlihatkansikap dengan tiidak menghadiri deklarasipencalonan cawapres meski tetap sepakatmendukung SBY sebagai presiden mendatang. Sedangkan PKS akhirnya menyetujui pencalonan Boediono sebagaicawapres.Saling serang kian memanas saat anggota tim sukses Rizal Mallarangeng mengadakan konferensi pers di Bravo MediaCenter, 25 Mei lalu. Pernyataan keduapasangan capres-cawapres lain yangdialamatkan pada Boediono membuatgerah pakar pencitra SBY ini. Ia berpendapat penyebutan ekonomi neoliberalatau kerakyatan hanya permainan istilah.Rizal mempertanyakan klaim pro rakyat Prabowo selama ini. Padahal, semuatahu jajak karier pensiunan jenderalbintang tiga ini, yakni dipecat oleh TNI.Ia mengkritik Prabowo yang memiliki 98ekor kuda bernilai miliaran rupiah.Karena itu ia meminta Prabowo untukinstropeksi diri dan tidak menyerang orang dengan seenaknya. “Sejarah hidup diaitu apa? Prabowo itu seorang prajurit yangdipecat dan tidak pernah membela ekonomi rakyat,” ungkap Rizat, saat itu.Selain itu, ia juga membantah tudinganmantan menko perekonomian di eraMegawati, Kwik Kian Gie yang kinimendukung JK-Win. Saat diskusi diNegarawan Center, Kwik menyebutkanBoediono itu memang penganut neoliberal dan titipan Barat. Bahkan Kwik berani menerima tantangan berdebat dengan Boediono untuk membuktikannya.Sehari setelah pernyataan Rizal, Selasa(26/5), kubu Mega mengadakan konferensi pers di Mega-Pro, Jakarta. Sekretaris Umum Tim Kampanye NasionalFadli Zon mengatakan pernyataan Rizalitu tidak berdasar, tidak rasional dankalap. Hal itu membuktikan kondisi timsukses SBY-Boediono merasa terancamoleh pesaingnya. Fadli meluruskan bahwaPrabowo bukan dipecat dari TNI, tapidiberhentikan dengan hormat. “Itu sebuah keputusan politik karena seorangmiliter di jalur komando harus beranimengambil risiko. Berbeda dengan jalurstaf, yang tangannya selalu bersih,”katanya menyindir capres lain. Fadlimengimbau Rizal dan tim sukses SBY agarberpolitik secara santun dan seharusnyamengkritik gagasan yang ditawarkan,bukan menyerang pribadi pasangan calon.Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini juga menyebutkan bahwaekonomi kerakyatan justru berupaya agarrakyat menjadi kaya. “Tidak sepertimereka yang penganut neoliberalisme,”katanya menuding balik lawan politiknya.Mengenai harta Prabowo yang berupakuda-kuda yang super mahal, Fadlimenjelaskan, kuda-kuda yang kualitasnyabagus dan mahal itu tidak semata-matadinikmati Prabowo saja. Menurut Fadli,kuda-kuda itu diikutkan dalam Sea Gamestahun 2007. Prabowo membawa tim poloIndonesia ke Thailand. Atlet-atlet poloyang dibina Prabowo bukan dari kalanganbangsawan atau aristokrat melainkan darikalangan anak petani.Selain itu, saat ramah tamah di rumahMegawati, 28/4 lalu, Megawati melancarkan serangan balik. Ia meminta pemerintah tidak mengklaim pembangunanjembatan Surabaya-Madura (Suramadu)sebagai kinerja mereka sendiri. Karenaawal pemancangan jembatan itu dilakukan saat ia masih manjabat sebagaipresiden, yaitu 20 Agustus 2003. Megajuga mengkritik banyak menteri di kabinetdalam tim sukses SBY-Boediono dan JKWin. Menurutnya, saat pemilu tim suksesseharusnya tidak berasal dari anggotakabinet karena akan mengurangi konsentrasi dan waktu mereka di pemerintahan. Hal ini bisa menyebabkan rodapemerintahan tidak berjalan efektif danmerugikan masyarakat.Capres dari Partai Demokrat, SusiloBambang Yudhoyono juga tidak mauketinggalan. Ia menyindir bahwa pejabatjangan merangkap sebagai pengusahalantaran dikhawatirkan terjadi konflikkepentingan. Capres dari Partai GolkarJusuf Kalla menyentil balik. Sindiran SBYitu memang tampaknya ditujukan kepadaJK yang memiliki latar belakang sebagaimantan saudagar. “Kalau ada yang melarang keluarga pejabat tidak bolehberdagang, itu justru diskriminasi yangluar biasa dan melanggar HAM,” kata JKusai bersilaturahim di kediaman HabibSegaf Al-Jufri di Palu, Sulteng.Di tempat dan waktu yang berbeda, JKkembali menyindir. Dalam konteks kemandirian bangsa, JK mengatakan, pemimpin jangan peragu. Pemimpin yangragu tak bisa membawa kemajuan bagibangsa. “Kita ini bisa. Jangan ragu-ragu.Hanya peragu yang tidak bisa membawamaju,” sindirnya ketika membuka Rakernas I KNPI di Palu, Sulawesi Tengah(5/6). JK menjelaskan sikap dirinya yangtanpa ragu mengambil keputusan untukkepentingan bangsa meskipun keputusanitu mengandung risiko besar. Ia mencontohkan keputusannya yang tak maumengekspor gas ke Jepang dan negara laindengan maksud untuk menggunakan gasitu bagi kebutuhan industri dalam negeri.Tak hanya itu, JK juga menyindir capresS

