Page 51 - Majalah Berita Indonesia Edisi 68
P. 51
BERITAINDONESIA, 16 Juni - 20 Juli 2009 51BERITA NASIONALmbalatnyak benarnya. Sebab, kemenangan Malaysia di Mahkamah Internasional soalpulau Sipadan dan Ligitan, menjadi modalsemangat untuk memperluas wilayahnyake Indonesia.Malaysia yakin bila dibawa ke Mahkamah Internasional maka Ambalat akanberhasil direbutnya. Langkah awalnyadengan memancing dunia internasionalbahwa di perairan itu terjadi masalahbatas laut. Bila dunia internasionalterpancing dengan provokasi ini makakasus ini bisa dibawa ke MahkamahInternasional sehingga kasus SipadanLigitan bisa terulang.Alasan lain mengapa Malaysia begitugetol berulah karena di Perairan Ambalatterdapat emas hitam atau minyak. Menurut data Ditjen Migas Departemen Energidan Sumber Daya Mineral, kawasan inimemang mempunyai kandungan minyakyang kaya. Di wilayah perairan timurKalimantan itu, kandungan minyaknyadiperkirakan mencapai 700 juta hinggasatu miliar barel, sementara kandungangasnya diperkirakan lebih dari 40 triliunkaki kubik.Sengketa soal minyak ini muncul setelah pada tahun 2007, perusahaanminyak nasional kedua negara memberikan konsesi minyak dan gas di lepasPantai Sebatik itu, saling tumpang tindih.Perusahaan Italia, Eni, beroperasi di blokAmbalat berdasarkan kontrak bagi hasildengan Pertamina yang ditandatanganipada tahun 1999. Namun perusahaanminyak Malaysia, Petronas, kemudianmemberikan konsesi kepada perusahaanminyak Belanda, Shell Plc, pada tahun2005.Pertikaian soal Ambalat ini harus dapatdiselesaikan secara bilateral. Indonesiadan Malaysia yang merupakan samasama anggota ASEAN hendaknya dapatmenyelesaikan persoalan ini di tingkatPerhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara tersebut. Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Arwani IrawatiMA. Ia mengatakan, Indonesia dan Malaysia sepakat menyelesaikan konflikAmbalat melalui forum diplomasi secarabilateral tapi sampai saat ini belum adapenyelesaian konkrit. Menurutnya dengandiselesaikannya konflik tersebut di tingkatASEAN Indonesia berpotensi memenangkannya.Adapun pertimbangan-pertimbanganlainnya adalah blok Ambalat yang menjadiwilayah sengketa lebih condong masuk keperairan Indonesia dan Indonesia sudahlebih dulu menemukan sumber minyak diBlok Ambalat yang oleh Malaysia disebutBlok ND-6. Dan jika Malaysia tidakmengakuinya akan berpotensi mengundang konflik dengan beberapa negaralain anggota ASEAN karena beberapanegara anggota ASEAN lainnya akanmembela Indonesia.Di sisi lain, ketidaktegasan pemerintahdalam menyelesaikan Ambalat menjadifaktor pemicu untuk Malaysia terusmemprovokasi. Menurut pengamat Bantarto Bandoro yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) kepada Republika (8/6/2009), pemerintahan Susilo BambangYudhoyono tidak tegas dalam menyikapipersoalan tapal batas dengan Malaysia.Yang mengakibatkan mengambangnyastatus hukum perbatasan antara Indonesia dengan dengan Malaysia.Oleh sebab itu, pengamat Politik dariUniversitas Indonesia (UI) Arbi Sanitberpendapat, jika Pemerintah Indonesiayakin Blok Ambalat yang menjadi lokasikonflik adalah wilayah Indonesia, makapemerintah harus bersikap tegas dan jikaperlu memberlakukan disiplin militer.Setiap pelanggaran yang kerap dilakukankapal atau pesawat asing yang melanggarbatas wilayah perairan Indonesia diterapkan aturan yang berlaku pada hukuminternasional.Menurutnya, Indonesia juga harusberani menyelesaikan konflik Ambalat diMahkamah Internasional. Dengan mempersiapkan antisipasi kemungkinan risikoatas tindakan tegas dengan menyiapkandokumen-dokumen yang cukup yangdijadikan bukti konkret yang menyatakanBlok Ambalat adalah wilayah Indonesia.Jangan sampai blok Ambalat yang mengandung nilai ekonomis tinggi terlepasyang berdampak terhadap wibawa Indonesia di dunia internasional.Sementara itu, pengamat pertahananSyarwan Hamid mengatakan, keberaniankapal-kapal perang Malaysia memasukiwilayah perairan RI karena pertahanannegara lemah. Dan karakter pemimpinnegara yang tidak tegas dan lemah membuat prajurit di lapangan juga kurangberani menghadapi lawan di daerahsendiri. Syarwan mensinyalir, keberaniankapal-kapal Malaysia menerobos BlokAmbalat karena yakin RI tidak akanmenempuh jalan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. HBS, LOR

