Page 50 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 50
50 BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016BERITA HUMANIORAZulu, profesi guru kurang diminatikarena pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan guru danmenempatkan mereka pada prioritaske sekian. Namun sekarang, profesi inimenjadi rebutan semenjak lahirnya UndangUndang No 14 tahun 2005 Tentang Gurudan Dosen (UUGD), yang menjadi kepastianakan terwujudnya kesejahteraan dan peningkatan kompetensi guru lewat programsertifikasi.Sekarang profesi guru memberikan jaminan hidup, dengan gaji dan tunjangan danpensiunan layaknya PNS. Apalagi guru jugamendapat tambahan penghasilan dari tunjangan profesi (1x gaji pokok). Sejalan denganpeningkatan kesejahteraan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas guru denganmengadakan program sertifikasi guru. Bagiguru yang lolos sertifikasi akan mendapatkantunjangan yang besar sehingga seorang guruberharap bisa lolos dalam sertifikasi.Sertifikasi guru tahun 2016 menggunakandua pola, yakni Pendidikan dan LatihanProfesi Guru (PLPG) dan pola Sertifikasi GuruPendidikan Profesi Guru (SG-PPG). PLPGhanya bisa diikuti oleh guru yang telahmengajar sebelum 31 Desember 2005,sedangkan guru yang diangkat setelah itu,harus mengikuti SG-PPG.Selama ini, SG-PPG dijalani sekitar satutahun bagi sarjana kependidikan/nonkependidikan. Di dalam PPG, calon gurudiperkuat kompetensi pedagogik (kemampuan mengajar), profesional (penguasaanmateri), kepribadian, dan sosial. Namunjumlah PPG masih sedikit dan hanya bersifatproyek. Pemerintah menyiapkan PPG lewatprogram Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) ataulewat kerja sama dengan pemerintah daerah.Pada 2011-2014, terdapat 10.452 sarjanapendidikan yang mengabdi di daerah 3T.foto: sinarharapan.coKabar BaikBuat GuruPemerintah akan membiayaiproses sertifikasi bagi guru yangsudah diangkat sampai tahun2015.DJumlah itu masih kurang dariperkiraan kebutuhan guru baruuntuk mengganti guru pensiunyang bisa mencapai 30.000-50.000 per tahun.Sebenarnya, sejak 2006 pengangkatan guru baru di Indonesiaharus yang bersertifikat, yanglulusan PPG. Namun hal ini tidakdiikuti dengan pelaksanaan PPGyang memadai. Pelaksanaan PPGsudah berjalan di LPTK (LembagaPendidik Tenaga Kependidikan)negeri, tetapi jumlahnya masihterbatas. Padahal, peningkatanterhadap mutu guru melaluireformasi LPTK menjadi prioritasdalam Rencana PembangunanJangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.Menurut Rektor UniversitasNegeri Yogyakarta Rochmat Wahab, untuk menyiapkan guruyang cerdas secara akademik danpunya passion menjadi guru, penyelenggara PPG harus dipastikan memenuhi syarat karenajumlah LPTK saat ini banyak,sekitar 300. Dalam melaksanakan PPG, sejumlah LPTK terkendala tersedianya asrama yangmemadai. Padahal, PPG yang satutahun itu dibiayai negara dandilakukan secara berasrama.Rektor Universitas PendidikanBandung Furqon mengatakan,LPTK menawarkan beberapa model yang bisa dipakai untuk penyelenggaraan PPG. Bisa sajamengadopsi yang sudah diuji cobapemerintah selama ini, yaknisarjana ikut SM-3T 1 tahun, laluikut PPG. Model lain bisa sepertimahasiswa kedokteran, yakni

