Page 48 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 48


                                    48 BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016BERITA KESEHATANZberanggapan bahwa yang dideritanya mungkin hanya infeksi virusatau bakteri. Akan tetapi, denganmelakukan pemeriksaan fisik dan teslaboratorium dokter dapat memberikan diagnosis gangguan autoimun.Tes pemeriksaan yang paling umum adalah tes antibodi antinuklir,Tes Pengukuran Darah Lengkap(CBC), protein c-reactive (CRP), urinalisis, laju endap darah (LED), panelmetabolik menyeluruh, dan tes autoantibodi.Penyakit autoimun pada umumnyatidak dapat disembuhkan, tetapigejala yang menimbulkan penderitaan sebagian besar dapat dikendalikan dengan pemberian obat-obatan. Sangat penting untuk dipahamipenderita bahwa terapi yang diberikan dokter untuk meringankan gejala. Misalnya obat anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan dannyeri, kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem imun. Dokter juga akan mencobauntuk menghambat aktivitas sistemkekebalan tubuh dengan menggunakan obat imunosupresan.Dokter juga dapat memilih untukmelakukan prosedur yang disebutpertukaran plasma (plasmapheresis).Prosedur ini melibatkan penyaringandarah seseorang untuk menghilangkan protein abnormal dan autoantibodi. Setelah autoantibodi dan proteinabnormal telah dibuang, darah dikembalikan kepada pasien.Beberapa tahun terakhir, terapiplasmapheresis ini semakin banyakdigunakan untuk mengobati pasienkritis karena penyakit autoimun, infeksi dan masalah lainnya. Prosesnyamirip dengan cuci darah pada gagalginjal. Alat khusus bernama mahokarakan dipasangkan pada lipatan pahaatau leher, untuk pendonor bisaditempatkan pada lengan denganmemilih arteri yang paling besar.Setelah darah ditarik, plasma yangberpenyakit ditarik dan dipisahkandari sel-sel darah, plasma buatan akandialirkan dan digabungkan dengansel-sel darah yang dipisahkan tadi,kemudian dimasukkan lagi ke dalamtubuh. Jadi hanya plasma darah sajayang diganti.Terapi plasmapheresis dapat berlangsung antara satu hingga tiga jam.Seorang pasien bisa membutuhkansebanyak lima terapi per minggu.Frekuensi pengobatan bisa bervariasikarena berbagai kondisi, dan jugatergantung pada kondisi kesehatanpasien secara keseluruhan. Menurutaturan yang berlaku, seseorang dapatmendonorkan plasma hingga dua kaliseminggu.Terapi fisik direkomendasikan untuk mendorong mobilitas terutamauntuk penderita dengan kaku sendi.Demi meningkatkan kemampuanseseorang untuk beraktifitas dalammasyarakat. Pemberian terapi sulihmisalnya, suntikan insulin dalamkasus diabetes melitus, hormon tiroid.Dan operasi misalnya, pada kasuspenyakit Graves.Pengobatan untuk gangguan autoimun biasanya efektif. Hal ini membantu mengontrol gejala sehingga pasien akan beraktifitas kembali normal.Namun, akan ada saat-saat ketika gejala menjadi lebih buruk, tetapi mereda lagi pada akhirnya. Periode inidisebut flare-up. Jika Anda mengalami flare-up, Anda harus menghubungi dokter Anda sehingga kondisidapat dikendalikan sebisa mungkin.Meskipun masing-masing penyakitautoimun itu unik, namun banyakyang memiliki gejala serupa, sepertifatigue/kelelahan, pusing, dan demam ringan. Kebanyakan penyakitautoimun, gejalanya datang danpergi, atau terkadang ringan danakan parah di hari lain. Ketika gejalapergi untuk sementara waktu, itudisebut remisi.Meskipun pengobatan untuk penyakit autoimun hanya dirancang untukmengontrol gejala dan menekansistem kekebalan tubuh saja, hal inilebih baik daripada tidak menerimapengobatan sama sekali. Bahkan, jikasuatu gangguan autoimun yang tidakdiobati, dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius dan bahkan kematian.Untuk itu pasien perlu mendapatkan pemahaman yang benar akanpenyakitnya, menjalani pola hidupsehat, mengenal bila terjadi flare-updan mencari pertolongan dokter.Intinya belajar hidup berdamai dengan penyakitnya.„ DGRMudahnya Konsultasi viaHaloDockasi yang memfasilitasi interaksi antara dokterdengan pengguna memberikan kemudahanbagi masyarakat, baru-baru ini diluncurkan diJakarta (21/4). Menurut Jonathan Sudharta,CEO MHealth Tech, aplikasi yang bisa diunduhgratis di App Store atau Google Play inimerupakan ekosistem layanan kesehatanterpadu bagi penggunanya.HaloDoc memberikan pilihan ribuan dokterahli sesuai dengan spesialisasinya masingmasing dengan persyaratan telah memilikiSurat Tanda Registrasi (STR) dan Surat IzinPraktek (SIP). Pengguna HaloDoc dapat memilihdokter sesuai dengan kebutuhan, fitur komunikasi (voice, video call atau chat) dengan tarifyang telah ditetapkan oleh para dokter. Aplikasiini juga memiliki fitur Directory dimana pengguna bisa menemukan informasi lengkap mengenai dokter, rumah sakit dan klinik terdekat.Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr. Daeng Mohammad Faqih, S.H, M.H,menyambut baik aplikasi ini. Namun, untukmenegakkan diagnosis pasti, pasien tetapharus bertatap muka langsung dengan dokter.\ juga halnya dengan peresepan obat,kecuali obat bebas,\Tak hanya konsultasi online, aplikasiHaloDoc juga terintegrasi dengan aplikasiApotikAntar, platform yang menghubungkanpengguna dengan apotek resmi terdekat lengkap dengan layanan antar yang cepat, amandan nyaman. Serta aplikasi Lab, yang memberikan kemudahan pengguna untuk memesanjasa laboratory test dari laboratorium resmiyang dapat dilaksanakan dimana saja. „Akses kesehatan yang cepat, akurat, amandan terpercaya di era teknologi sangat pentingdemi meningkatkan kesehatan masyarakat diIndonesia. Pemakaian gawai dalam aktivitassehari-hari dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter atausekedar memesan obat yang diantarkanlangsung oleh apotek.HaloDoc, sebuah aplikasi platform komuni-
                                
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52